{"id":65729,"date":"2026-07-01T18:06:46","date_gmt":"2026-07-01T18:06:46","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/01\/dpr-dorong-pemerintah-percepat-realisasi-investasi-di-tengah-ketidakpastian-global\/"},"modified":"2026-07-01T18:06:46","modified_gmt":"2026-07-01T18:06:46","slug":"dpr-dorong-pemerintah-percepat-realisasi-investasi-di-tengah-ketidakpastian-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/01\/dpr-dorong-pemerintah-percepat-realisasi-investasi-di-tengah-ketidakpastian-global\/","title":{"rendered":"DPR Dorong Pemerintah Percepat Realisasi Investasi di Tengah Ketidakpastian Global"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/01\/1782919931_e7a969387b095cc8390d.jpg\" alt=\"DPR Dorong Pemerintah Percepat Realisasi Investasi di Tengah Ketidakpastian Global\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>ANGGOTA DPR RI Fraksi Gerindra Azis Subekti mendorong pemerintah mempercepat realisasi investasi dan memperkuat produktivitas nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global. Azis menilai, tantangan ekonomi Indonesia saat ini tidak hanya menjaga stabilitas rupiah, inflasi, dan kepercayaan pasar. Lebih dari itu, pemerintah perlu memastikan seluruh komitmen investasi dapat segera berubah menjadi kegiatan ekonomi nyata.<\/p>\n<p>\u201cYang harus dijaga bukan hanya angka investasi, tetapi kecepatan realisasinya. Komitmen investasi harus segera bergerak menjadi konstruksi, produksi, lapangan kerja, dan nilai tambah,\u201d kata Azis dalam keterangannya, Rabu (1\/7\/2026).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Menurut Azis, periode Juli\u2013Agustus 2026 perlu dilihat sebagai momentum penting untuk menghasilkan indikator awal <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pertumbuhan-ekonomi\" title=\"pertumbuhan ekonomi\">pertumbuhan ekonomi<\/a>. Pemerintah, kata dia, harus mempercepat penyelesaian hambatan utama yang selama ini memperlambat investasi, mulai dari perizinan, lahan, pembiayaan, energi, hingga kesiapan tenaga kerja.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/840586\/pemerintah-optimistis-ekonomi-2025-tembus-52-sesuai-target\" title=\"Pemerintah Optimistis Ekonomi 2025 Tembus 5,2%, Sesuai Target\" target=\"_blank\">Pemerintah Optimistis Ekonomi 2025 Tembus 5,2%, Sesuai Target<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ia menyebut, pasar global saat ini bergerak cepat mengikuti ekspektasi. Karena itu, pemerintah perlu menunjukkan sinyal nyata bahwa ekonomi domestik tetap bergerak dan agenda produktivitas tidak kehilangan momentum.<\/p>\n<p>\u201cPasar memperdagangkan masa depan. Karena itu, yang perlu diberikan pemerintah adalah kepastian arah dan bukti bahwa mesin ekonomi riil mulai bekerja,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Azis menyebut pendekatan tersebut sebagai \u201cEkonomi Waktu\u201d, yakni cara pandang yang menempatkan waktu sebagai sumber daya penting dalam pembangunan. Dalam kerangka ini, keberhasilan negara tidak hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya alam atau modal, tetapi oleh kemampuan mengubah waktu menjadi produktivitas.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/798271\/pertumbuhan-ekonomi-512-apindo-fondasi-perekonomian-masih-kuat-tapi-jangan-terlena\" title=\"Pertumbuhan Ekonomi 5,12%, Apindo: Fondasi Perekonomian Masih Kuat tapi Jangan Terlena\" target=\"_blank\">Pertumbuhan Ekonomi 5,12%, Apindo: Fondasi Perekonomian Masih Kuat tapi Jangan Terlena<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ia menjelaskan, ekonomi nasional berjalan dalam tiga ritme berbeda, yakni waktu pasar, waktu kebijakan, dan waktu produktivitas. Waktu pasar bergerak paling cepat, waktu kebijakan memerlukan proses kelembagaan, sedangkan waktu produktivitas bekerja dalam jangka panjang melalui peningkatan kualitas manusia, teknologi, institusi, dan budaya kerja.<\/p>\n<p>\u201cNegara harus mampu menyelaraskan ketiganya. Kalau tidak, pasar bergerak terlalu cepat, kebijakan tertinggal, dan produktivitas kehilangan momentum,\u201d kata Azis.<\/p>\n<p>Azis juga menekankan pentingnya reformasi birokrasi sebagai bagian dari strategi produktivitas. Menurutnya, setiap keterlambatan administrasi bukan hanya persoalan prosedur, tetapi juga berarti tertundanya produksi, pekerjaan, penerimaan negara, dan kepercayaan investor.<\/p>\n<p>Ia mendorong pemerintah pusat dan daerah memperkuat koordinasi agar proyek strategis, investasi industri, hilirisasi, infrastruktur, dan penguatan UMKM dapat bergerak lebih cepat.<\/p>\n<p>\u201cBangsa yang unggul bukan bangsa yang memiliki lebih banyak waktu, tetapi bangsa yang paling sedikit menyia-nyiakan waktunya,\u201d kata Azis. (H-2)<br \/>&#13;<br \/>\n\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/906510\/dpr-dorong-pemerintah-percepat-realisasi-investasi-di-tengah-ketidakpastian-global\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok Istimewa) ANGGOTA DPR RI Fraksi Gerindra Azis Subekti mendorong pemerintah mempercepat realisasi investasi dan memperkuat produktivitas nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global. Azis menilai, tantangan ekonomi Indonesia saat ini tidak hanya menjaga stabilitas rupiah, inflasi, dan kepercayaan pasar. Lebih dari itu, pemerintah perlu memastikan seluruh komitmen investasi dapat segera berubah menjadi kegiatan ekonomi nyata. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":65730,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-65729","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65729","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=65729"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65729\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/65730"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=65729"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=65729"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=65729"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}