{"id":65291,"date":"2026-06-30T23:00:23","date_gmt":"2026-06-30T23:00:23","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/30\/rencana-pembongkaran-bunker-terakhir-pusat-kekuasaan-hitler-di-berlin-memicu-kontroversi\/"},"modified":"2026-06-30T23:00:23","modified_gmt":"2026-06-30T23:00:23","slug":"rencana-pembongkaran-bunker-terakhir-pusat-kekuasaan-hitler-di-berlin-memicu-kontroversi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/30\/rencana-pembongkaran-bunker-terakhir-pusat-kekuasaan-hitler-di-berlin-memicu-kontroversi\/","title":{"rendered":"Rencana Pembongkaran Bunker Terakhir Pusat Kekuasaan Hitler di Berlin Memicu Kontroversi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/01\/1782855352_9f7dba23bd9bdc388564.jpg\" alt=\"Rencana Pembongkaran Bunker Terakhir Pusat Kekuasaan Hitler di Berlin Memicu Kontroversi\"\/><figcaption>Dietmar Arnold dari Asosiasi Dunia Bawah Berlin terakhir mengunjungi bunker tersebut pada tahun 2007(Arsip BUeV \/ Reiner Janick)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>RENCANA meruntuhkan salah satu sisa terakhir pusat kekuasaan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/adolf-hitler\" title=\"Adolf Hitler\">Adolf Hitler<\/a> di pusat kota Berlin kini memicu perdebatan sengit. Saat ini hampir tidak ada yang tersisa dari kompleks Kantor Kekanseliran pemimpin <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/nazi\" title=\"Nazi\">Nazi<\/a> tersebut, kecuali sebuah bunker yang kini terancam dihancurkan demi pembangunan apartemen dan perkantoran.<\/p>\n<p>Kompleks Kanselir Reich Baru, yang dibangun arsitek favorit Hitler, Albert Speer, mengalami kerusakan parah pada akhir Perang Dunia Kedua dan diruntuhkan atas perintah pasukan Uni Soviet pada 1949. Kendati demikian, struktur bunker tersebut masih terlihat di sebidang tanah kosong.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Senator Perumahan Berlin, Christian Gaebler (SPD), menilai sudah saatnya struktur tersebut disingkirkan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/olahraga\/860516\/ioc-dikritik-karena-jual-kaos-bertema-nazi-berlin-1936\" title=\"IOC Dikritik Karena Jual Kaos Bertema Nazi Berlin 1936\" target=\"_blank\">IOC Dikritik Karena Jual Kaos Bertema Nazi Berlin 1936<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Kami tidak akan menghalangi pembangunan perumahan baru hanya untuk mempertahankan sebuah bunker yang nantinya bahkan mungkin menjadi tempat ziarah,&#8221; ujarnya kepada surat kabar BZ.<\/p>\n<p>Namun, rencana ini ditentang keras oleh para sejarawan. Dietmar Arnold, ketua Asosiasi Bawah Tanah Berlin (Berlin Underworlds Association), menegaskan kepada BBC bahwa meruntuhkan bunker tersebut adalah &#8220;kegilaan mutlak&#8221;.<\/p>\n<p>&#8220;Ini adalah situs para pelaku kejahatan,&#8221; kata Arnold. &#8220;Itu adalah pusat kekuasaan Nazi Jerman, Kanselir Reich Baru milik Hitler, dan ini adalah sisa-sisa terakhirnya.&#8221;<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/876337\/dpr-instruksi-panglima-tni-agar-pasukan-di-libanon-masuk-bunker-adalah-langkah-terukur\" title=\"DPR: Instruksi Panglima TNI Agar Pasukan di Libanon Masuk Bunker Adalah Langkah Terukur\" target=\"_blank\">DPR: Instruksi Panglima TNI Agar Pasukan di Libanon Masuk Bunker Adalah Langkah Terukur<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Arnold, yang terakhir kali memasuki bunker tersebut tahun 2007 dan mendapati kondisinya masih sangat baik, ingin bekerja sama dengan Museum Holocaust untuk mengubah situs itu menjadi museum dan tempat peringatan yang dilengkapi pameran tentang akhir perang.<\/p>\n<p>&#8220;Begitu banyak sejarah yang telah dihancurkan di sini di Jerman, baik sejarah Komunis maupun sejarah Nazi. Kita tidak bisa terus melakukan itu,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p>Arnold menjelaskan bahwa struktur ini bukanlah F\u00fchrerbunker yang terkenal, tempat Hitler dan Eva Braun bunuh diri, yang terletak sekitar 120 meter di sebelah utara. Sebaliknya, bunker ini dulunya digunakan para pekerja di Kantor Kekanseliran Reich dan sempat dijadikan rumah sakit di akhir perang.<\/p>\n<p>Menurut Arnold, sekitar 1.200 meter persegi dari kompleks bunker tersebut masih utuh, dengan dinding dan langit-langit setebal 1,7 meter. Ia meyakini pembangunan gedung baru di atasnya sebenarnya bisa dilakukan tanpa harus menghancurkan seluruh bunker.<\/p>\n<p>Tahun lalu, Dewan Monumen Negara Berlin juga mengkritik rencana pembongkaran tersebut dan menyatakan situs itu memiliki &#8220;nilai sejarah yang signifikan&#8221;.<\/p>\n<p>&#8220;Kanselir Reich Baru adalah pusat perencanaan dan titik awal Perang Dunia Kedua, serta menyimbolkan akhir yang membawa bencana dari rezim Nazi,&#8221; ungkap dewan tersebut.<\/p>\n<p>Dewan menambahkan mengingat signifikansi potensialnya sebagai monumen bersejarah, kondisi pelestarian dan pencantumannya dalam daftar bangunan yang dilindungi harus dinilai oleh Kantor Negara untuk Pelestarian Monumen Sejarah. (BBC\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/906106\/rencana-pembongkaran-bunker-terakhir-pusat-kekuasaan-hitler-di-berlin-memicu-kontroversi\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dietmar Arnold dari Asosiasi Dunia Bawah Berlin terakhir mengunjungi bunker tersebut pada tahun 2007(Arsip BUeV \/ Reiner Janick) RENCANA meruntuhkan salah satu sisa terakhir pusat kekuasaan Adolf Hitler di pusat kota Berlin kini memicu perdebatan sengit. Saat ini hampir tidak ada yang tersisa dari kompleks Kantor Kekanseliran pemimpin Nazi tersebut, kecuali sebuah bunker yang kini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":65292,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-65291","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65291","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=65291"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65291\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/65292"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=65291"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=65291"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=65291"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}