{"id":65285,"date":"2026-06-30T22:43:41","date_gmt":"2026-06-30T22:43:41","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/30\/ribuan-warga-afrika-selatan-turun-ke-jalan-tuntut-migran-ilegal-diusir\/"},"modified":"2026-06-30T22:43:41","modified_gmt":"2026-06-30T22:43:41","slug":"ribuan-warga-afrika-selatan-turun-ke-jalan-tuntut-migran-ilegal-diusir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/30\/ribuan-warga-afrika-selatan-turun-ke-jalan-tuntut-migran-ilegal-diusir\/","title":{"rendered":"Ribuan Warga Afrika Selatan Turun ke Jalan Tuntut Migran Ilegal Diusir"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/01\/1782859117_3ca38a8c288033bffe2e.jpg\" alt=\"Ribuan Warga Afrika Selatan Turun ke Jalan Tuntut Migran Ilegal Diusir\"\/><figcaption>Demonstrasi di Afrika Selatan(BBC)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>RIBUAN orang melakukan aksi long march di kota-kota besar Afrika Selatan untuk menuntut seluruh migran tanpa dokumen resmi (ilegal) segera meninggalkan negara tersebut. Kelompok anti-migran bahkan sempat menetapkan hari Selasa sebagai batas waktu terakhir bagi para migran ilegal untuk angkat kaki.<\/p>\n<p>Guna mengantisipasi aksi protes yang berubah menjadi kekerasan, aparat kepolisian yang didukung oleh penjaga keamanan swasta dikerahkan secara masif. Menteri Kepolisian, Firoz Cachalia, mengonfirmasi bahwa tentara juga telah disiagakan sebagai langkah antisipasi di beberapa wilayah Johannesburg dan Durban.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Akibat intimidasi dan ancaman kekerasan, banyak warga asing yang memilih melarikan diri. Pihak kepolisian melaporkan sekitar 25.000 orang telah dipulangkan ke negara asal mereka, yang mayoritas merupakan sesama negara Afrika. Seorang warga Malawi yang tidak memiliki dokumen mengaku kepada BBC bahwa ia merasa &#8220;senang bisa kembali&#8221; tetapi sekaligus &#8220;hancur&#8221; karena harus meninggalkan empat anaknya yang masih kecil.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/825028\/polisi-tangkap-7-imigran-ilegal-asal-tiongkok-di-perairan-selatan-pulau-rote\" title=\"Polisi Tangkap 7 Imigran Ilegal Asal Tiongkok di Perairan Selatan Pulau Rote\" target=\"_blank\">Polisi Tangkap 7 Imigran Ilegal Asal Tiongkok di Perairan Selatan Pulau Rote<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Kementerian Kepolisian menyatakan aksi unjuk rasa secara umum berlangsung damai, meski diwarnai insiden penjarahan terisolasi. Di Hillbrow, Johannesburg, polisi menangkap tiga orang setelah terjadi penembakan ke arah demonstran yang dibalas dengan pembakaran mobil terduga pelaku. Sementara itu, di Soweto dan Provinsi KwaZulu-Natal, belasan orang ditangkap akibat menjarah toko-toko milik warga asing.<\/p>\n<p>Menanggapi situasi ini, Pemimpin kelompok anti-migran March and March, Jacinta Ngobese-Zuma, menegaskan pihaknya akan terus menggelar aksi protes setiap hari Kamis selama enam bulan ke depan untuk mendesak pemerintah membersihkan negara dari migran ilegal. Aksi desakan ini menguat seiring dengan angka pengangguran di Afrika Selatan yang kini menembus lebih dari 30%.<\/p>\n<p>Sebelum aksi demonstrasi meluas, Presiden Cyril Ramaphosa telah menemui sejumlah pemimpin protes untuk meredam ketegangan. Ia berulang kali mengimbau warga agar bertindak damai seraya menegaskan perlunya reformasi imigrasi.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/806105\/berharap-imbalan-negara-miskin-terima-migran-ilegal-as\" title=\"Berharap Imbalan, Negara Miskin Terima Migran Ilegal AS\" target=\"_blank\">Berharap Imbalan, Negara Miskin Terima Migran Ilegal AS<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Beberapa warga negara asing yang tinggal di Afrika Selatan berada di sini secara sah,&#8221; tulis Ramaphosa dalam buletin mingguan resminya.<\/p>\n<p>&#8220;Mereka bekerja, belajar, membesarkan keluarga, berinvestasi dalam perekonomian kita, dan berkontribusi positif bagi masyarakat kita. Mereka juga berhak atas perlindungan hukum dan Konstitusi kita. Hak untuk memprotes dan kebebasan berekspresi tidak mengizinkan orang untuk mengancam atau mengintimidasi orang lain, atau terlibat dalam tindakan vandalisme atau kekerasan,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Saat ini, evakuasi besar-besaran terus berlanjut. Negara-negara seperti Nigeria, Ghana, Malawi, Mozambik, dan Zimbabwe dilaporkan aktif memulangkan warga negara mereka menggunakan bus maupun pesawat demi menjamin keselamatan mereka dari ancaman xenofobia yang kian meningkat. (BBC\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/906123\/ribuan-warga-afrika-selatan-turun-ke-jalan-tuntut-migran-ilegal-diusir\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Demonstrasi di Afrika Selatan(BBC) RIBUAN orang melakukan aksi long march di kota-kota besar Afrika Selatan untuk menuntut seluruh migran tanpa dokumen resmi (ilegal) segera meninggalkan negara tersebut. Kelompok anti-migran bahkan sempat menetapkan hari Selasa sebagai batas waktu terakhir bagi para migran ilegal untuk angkat kaki. Guna mengantisipasi aksi protes yang berubah menjadi kekerasan, aparat kepolisian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":65286,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-65285","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65285","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=65285"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65285\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/65286"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=65285"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=65285"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=65285"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}