{"id":65040,"date":"2026-06-30T11:55:53","date_gmt":"2026-06-30T11:55:53","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/30\/data-satelit-nasa-ungkap-skala-kerusakan-gempa-venezuela-lebih-besar\/"},"modified":"2026-06-30T11:55:53","modified_gmt":"2026-06-30T11:55:53","slug":"data-satelit-nasa-ungkap-skala-kerusakan-gempa-venezuela-lebih-besar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/30\/data-satelit-nasa-ungkap-skala-kerusakan-gempa-venezuela-lebih-besar\/","title":{"rendered":"Data Satelit NASA Ungkap Skala Kerusakan Gempa Venezuela Lebih Besar"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/30\/1782820333_0345742861fe5bdaa1a7.png\" alt=\"Data Satelit NASA Ungkap Skala Kerusakan Gempa Venezuela Lebih Besar\"\/><figcaption>Dampak kerusakan gempa di Venezuela(AFP)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>BADAN Antariksa Amerika Serikat (NASA) memperkirakan hampir 59.000 bangunan mengalami kerusakan atau hancur akibat gempa bumi berkekuatan besar yang mengguncang <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/venezuela\" title=\"Venezuela\">Venezuela<\/a> pada 24 Juni. Estimasi tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan data resmi yang dirilis pemerintah Venezuela.<\/p>\n<p>Berdasarkan laporan yang disusun menggunakan analisis data radar satelit, para peneliti NASA memperkirakan sekitar 58.870 bangunan terdampak di berbagai wilayah yang dilanda gempa.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Sekitar 58.870 bangunan kemungkinan rusak atau hancur di seluruh wilayah yang terkena dampak,&#8221; demikian isi laporan yang disusun berdasarkan data radar satelit pada 25 Juni oleh peneliti Corey Scher dan Jamon Van Den Hoek dari Oregon State University.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/905174\/pbb-676-juta-orang-terdampak-gempa-dahsyat-di-venezuela\" title=\"PBB: 6,76 Juta Orang Terdampak Gempa Dahsyat di Venezuela\" target=\"_blank\">PBB: 6,76 Juta Orang Terdampak Gempa Dahsyat di Venezuela<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Laporan tersebut memanfaatkan data radar satelit Sentinel-1 milik Badan Antariksa Eropa (ESA). Para peneliti menjelaskan bahwa hasil analisis tersebut merupakan penilaian awal yang dilakukan secara cepat berdasarkan perubahan permukaan bumi yang terdeteksi dari luar angkasa.<\/p>\n<p>Mereka menggambarkan hasil tersebut sebagai penilaian awal yang cepat yang menunjukkan perubahan permukaan yang tiba-tiba dan konsisten dengan kerusakan, serta mengingatkan bahwa temuan tersebut belum diverifikasi melalui pemeriksaan langsung di lapangan dan masih harus diperlakukan sebagai indikator awal.<\/p>\n<p>Sementara itu, pemerintah Venezuela melaporkan jumlah kerusakan yang jauh lebih rendah. Dalam laporan resmi terbaru yang disampaikan Presiden Majelis Nasional Jorge Rodriguez pada Senin, tercatat sebanyak 855 bangunan mengalami kerusakan, termasuk 189 bangunan yang runtuh.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/904709\/250-bangunan-dan-8-rumah-sakit-di-venezuela-dilaporkan-hancur\" title=\"250 Bangunan dan 8 Rumah Sakit di Venezuela Dilaporkan Hancur\" target=\"_blank\">250 Bangunan dan 8 Rumah Sakit di Venezuela Dilaporkan Hancur<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Rodriguez juga menyampaikan bahwa jumlah korban jiwa akibat gempa kembar tersebut terus bertambah. Menurutnya, hingga laporan terbaru, sedikitnya 1.719 orang meninggal dunia, sementara 5.034 lainnya mengalami luka-luka.<\/p>\n<p>Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat dua gempa besar mengguncang Venezuela pada 24 Juni dengan selang waktu hanya sekitar 39 detik. Gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2 terjadi sekitar 23,9 kilometer di timur laut San Felipe, negara bagian Yaracuy.<\/p>\n<p>Tidak lama kemudian, gempa berkekuatan magnitudo 7,5 mengguncang wilayah sekitar 23 kilometer di tenggara Yumare, yang juga berada di negara bagian Yaracuy. Perbedaan signifikan antara estimasi berbasis citra satelit dan data resmi pemerintah menunjukkan bahwa proses penilaian dampak bencana masih terus berlangsung, sementara verifikasi di lapangan dilakukan untuk memperoleh gambaran kerusakan yang lebih akurat. (Anadolu\/Fer)\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/905931\/data-satelit-nasa-ungkap-skala-kerusakan-gempa-venezuela-lebih-besar\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dampak kerusakan gempa di Venezuela(AFP) BADAN Antariksa Amerika Serikat (NASA) memperkirakan hampir 59.000 bangunan mengalami kerusakan atau hancur akibat gempa bumi berkekuatan besar yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni. Estimasi tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan data resmi yang dirilis pemerintah Venezuela. Berdasarkan laporan yang disusun menggunakan analisis data radar satelit, para peneliti NASA memperkirakan sekitar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":65041,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-65040","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65040","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=65040"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65040\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/65041"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=65040"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=65040"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=65040"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}