{"id":64807,"date":"2026-06-30T01:48:48","date_gmt":"2026-06-30T01:48:48","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/30\/biaya-pemeliharaan-kendaraan-bisa-membengkak-karena-b50\/"},"modified":"2026-06-30T01:48:48","modified_gmt":"2026-06-30T01:48:48","slug":"biaya-pemeliharaan-kendaraan-bisa-membengkak-karena-b50","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/30\/biaya-pemeliharaan-kendaraan-bisa-membengkak-karena-b50\/","title":{"rendered":"Biaya Pemeliharaan Kendaraan Bisa Membengkak karena B50"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/30\/1782780438_8a1111c8b55230620aaa.jpg\" alt=\"Biaya Pemeliharaan Kendaraan Bisa Membengkak karena B50\"\/><figcaption>ilustrasi(Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/indef\" title=\"indef\">Indef<\/a>) Esther Sri Astuti mengingatkan adanya potensi peningkatan biaya operasional bagi pelaku industri seiring dengan rencana penerapan mandatori bahan bakar minyak (BBM) solar konvensional dengan campuran <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/biodiesel\" title=\"biodiesel\">biodiesel<\/a> berbasis minyak kelapa sawit 50% atau <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/b50\" title=\"B50\">B50<\/a>. Esther menjelaskan bahwa tambahan biaya tersebut terutama diperlukan untuk pemeliharaan mesin kendaraan. Hal ini menjadi krusial bagi mesin-<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/mesin-diesel\" title=\"Mesin Diesel\">mesin diesel<\/a> model lama yang secara teknis tidak dirancang untuk mengonsumsi campuran minyak nabati dengan kadar tinggi.<\/p>\n<p>\u201cPada sektor berat seperti pertambangan, penggunaan bahan bakar dengan kadar lemak nabati tinggi berisiko meningkatkan biaya pemeliharaan mesin hingga 10%,\u201d ujar Esther Sri Astuti saat dihubungi dari Jakarta, Senin (30\/6).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Selain masalah pada mesin, Esther menyoroti karakteristik hidroskopik pada bahan bakar nabati. Sifat ini membuat bahan bakar mudah menyerap air, sehingga memerlukan infrastruktur penyimpanan yang benar-benar kedap guna mencegah penurunan kualitas atau kerusakan bahan bakar sebelum digunakan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/904931\/petani-sawit-minta-pemerintah-tak-buru-buru-terapkan-b50\" title=\"Petani Sawit Minta Pemerintah tak Buru-Buru Terapkan B50\" target=\"_blank\">Petani Sawit Minta Pemerintah tak Buru-Buru Terapkan B50<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Keuntungan Strategis dan Kemandirian Energi<\/h3>\n<p>Kendati menyoroti sisi biaya operasional, Esther mengakui bahwa kebijakan B50 membawa dampak positif bagi perekonomian nasional. Penerapan mandatori ini diyakini mampu meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa sawit di dalam negeri serta memperkuat kemandirian energi nasional.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, kebijakan ini dipandang strategis untuk menekan ketergantungan pada energi fosil. Esther menyebutkan bahwa B50 memungkinkan pemerintah untuk menghentikan impor solar secara masif di masa depan.<\/p>\n<p>Senada dengan hal tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memproyeksikan pemanfaatan B50 dapat mengurangi impor BBM fosil hingga 4 juta kiloliter per tahun. Langkah ini diperkirakan mampu menghemat devisa negara hingga Rp157,28 triliun.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/905453\/b50-diimplementasikan-1-juli-mentan-kabar-baik-untuk-indonesia\" title=\"B50 Diimplementasikan 1 Juli, Mentan: Kabar Baik untuk Indonesia\" target=\"_blank\">B50 Diimplementasikan 1 Juli, Mentan: Kabar Baik untuk Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dari sisi lapangan kerja, peningkatan konsumsi bahan bakar nabati ini diproyeksikan dapat menyerap hingga 2,21 juta tenaga kerja di berbagai sektor terkait.<\/p>\n<h2>Dorong Akuntabilitas Tata Kelola Sawit<\/h2>\n<p>Mengingat kebutuhan minyak sawit akan melonjak tajam sebagai bahan baku utama B50, Indef mendorong pemerintah untuk memperkuat akuntabilitas dalam pengelolaan ekosistem sawit dari hulu ke hilir.<\/p>\n<p>Saat ini, pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah menugaskan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk mengelola dana pungutan ekspor sawit. Dana tersebut dialokasikan untuk pengembangan industri, penelitian, serta kesejahteraan petani melalui program seperti Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).<\/p>\n<p>\u201cDukungan terhadap petani sawit dan penyaluran dana yang akuntabel harus terus dipantau untuk menjaga keberlanjutan ekosistem industri sawit,\u201d pungkas Esther. (E-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/905705\/biaya-pemeliharaan-kendaraan-bisa-membengkak-karena-b50\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ilustrasi(Antara) Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti mengingatkan adanya potensi peningkatan biaya operasional bagi pelaku industri seiring dengan rencana penerapan mandatori bahan bakar minyak (BBM) solar konvensional dengan campuran biodiesel berbasis minyak kelapa sawit 50% atau B50. Esther menjelaskan bahwa tambahan biaya tersebut terutama diperlukan untuk pemeliharaan mesin [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":64808,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-64807","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64807","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=64807"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64807\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/64808"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=64807"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=64807"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=64807"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}