{"id":64446,"date":"2026-06-29T09:59:09","date_gmt":"2026-06-29T09:59:09","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/29\/gelombang-panas-prancis-kamar-mayat-paris-penuh-jenazah-dipindahkan-ke-luar-kota\/"},"modified":"2026-06-29T09:59:09","modified_gmt":"2026-06-29T09:59:09","slug":"gelombang-panas-prancis-kamar-mayat-paris-penuh-jenazah-dipindahkan-ke-luar-kota","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/29\/gelombang-panas-prancis-kamar-mayat-paris-penuh-jenazah-dipindahkan-ke-luar-kota\/","title":{"rendered":"Gelombang Panas Prancis Kamar Mayat Paris Penuh, Jenazah Dipindahkan ke Luar Kota"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/29\/1782726824_0839c77333a6787c69fa.png\" alt=\"Gelombang Panas Prancis: Kamar Mayat Paris Penuh, Jenazah Dipindahkan ke Luar Kota\"\/><figcaption>Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa (25\/6\/2026).(Anadolu Agency)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>GELOMBANG panas ekstrem yang melanda Prancis selama sepekan terakhir memicu lonjakan angka kematian yang signifikan, hingga menyebabkan kapasitas kamar mayat di Paris tidak lagi mampu menampung jenazah. Badan Kesehatan Masyarakat Prancis melaporkan cuaca panas ekstrem dengan suhu mencapai 36 hingga 40 derajat Celsius ini telah menyebabkan sekitar 1.000 kematian sepanjang pekan ini.<\/p>\n<p>Direktur layanan pemakaman Family Obseques, Fabien Hugues, mengungkapkan bahwa rumah duka di ibu kota kini menghadapi tekanan besar. &#8220;Rumah duka kewalahan, dan kami tak bisa menemukan tempat untuk jenazah. Situasinya sangat sulit,&#8221; ujar Hugues. Kondisi ini memaksa pengelola mencari fasilitas penyimpanan hingga ke luar Paris, termasuk wilayah Eure-et-Loir dan Normandia.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Krisis ini juga berdampak pada layanan kremasi. Hugues menyebutkan bahwa waktu tunggu di krematorium telah diperpanjang, misalnya dari jadwal semula 16 Juli menjadi 17 Juli. Hal senada disampaikan pengelola rumah duka lainnya, Zouhaeir Hertelli, yang mengaku menerima ratusan panggilan telepon dari keluarga yang mencari ruang penyimpanan namun terpaksa menolaknya karena kapasitas penuh.<\/p>\n<p>Pemerintah Kota Paris telah berupaya menambah kapasitas dengan memasang dua unit ruang pendingin sementara yang masing-masing mampu menampung 20 jenazah. Selain itu, rumah sakit di Paris menyediakan sekitar 50 tempat penyimpanan tambahan. Namun, langkah-langkah darurat tersebut dinilai belum mencukupi untuk mengatasi lonjakan kebutuhan yang terus meningkat.<\/p>\n<p>Akibat keterbatasan ruang, sejumlah jenazah terpaksa dipindahkan ke daerah yang jauh dari ibu kota, seperti Chartres yang berjarak sekitar 80 kilometer. Hertelli bahkan berencana memasang kontainer berpendingin di dekat Bandara Orly sebagai solusi tambahan, meski fasilitas tersebut masih menunggu persetujuan otoritas terkait.<\/p>\n<p>Kondisi mengerikan ini tidak hanya terjadi di Prancis, melainkan juga melanda sejumlah negara Eropa lainnya seperti Jerman dan Polandia. Para pelaku industri pemakaman di Paris menyatakan bahwa hampir seluruh kamar mayat saat ini mengalami krisis ruang penyimpanan akibat fenomena cuaca ekstrem yang mematikan ini. (France24\/Fer\/I-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/905457\/gelombang-panas-prancis-kamar-mayat-paris-penuh-jenazah-dipindahkan-ke-luar-kota\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa (25\/6\/2026).(Anadolu Agency) GELOMBANG panas ekstrem yang melanda Prancis selama sepekan terakhir memicu lonjakan angka kematian yang signifikan, hingga menyebabkan kapasitas kamar mayat di Paris tidak lagi mampu menampung jenazah. Badan Kesehatan Masyarakat Prancis melaporkan cuaca panas ekstrem dengan suhu mencapai 36 hingga 40 derajat Celsius ini telah menyebabkan sekitar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":64447,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-64446","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64446","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=64446"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64446\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/64447"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=64446"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=64446"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=64446"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}