{"id":64428,"date":"2026-06-29T09:09:47","date_gmt":"2026-06-29T09:09:47","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/29\/bmkg-el-nino-kuat-mengancam-pangan-energi-dan-kesehatan\/"},"modified":"2026-06-29T09:09:47","modified_gmt":"2026-06-29T09:09:47","slug":"bmkg-el-nino-kuat-mengancam-pangan-energi-dan-kesehatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/29\/bmkg-el-nino-kuat-mengancam-pangan-energi-dan-kesehatan\/","title":{"rendered":"BMKG El Nino Kuat Mengancam Pangan, Energi, dan Kesehatan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/29\/1782723532_dbec4c1c78fe06a4aee9.jpg\" alt=\"BMKG: El Nino Kuat Mengancam Pangan, Energi, dan Kesehatan\"\/><figcaption>Ilustrasi(Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memastikan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/el-nino\" title=\"el nino\">El Nino<\/a> 2026 telah memasuki kategori kuat dengan peluang mencapai 98%. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengingatkan seluruh sektor untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kekeringan\" title=\"kekeringan\">kekeringan<\/a>, gangguan pangan, kebakaran hutan dan lahan, hingga tekanan inflasi daerah yang mengintai.<\/p>\n<p>Hal itu disampaikan Faisal dalam Sosialisasi Kesiapsiagaan Menghadapi Dampak Fenomena El Nino dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Jakarta, Senin (29\/6).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Faisal meluruskan kesalahpahaman yang kerap muncul di masyarakat soal El Nino dan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/musim-kemarau\" title=\"Musim Kemarau\">musim kemarau<\/a>.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/899129\/bmkg-tetapkan-kabupaten-bima-ntb-siaga-kekeringan-meteorologis-akibat-el-nino\" title=\"BMKG Tetapkan Kabupaten Bima NTB Siaga Kekeringan Meteorologis akibat El Nino\" target=\"_blank\">BMKG Tetapkan Kabupaten Bima NTB Siaga Kekeringan Meteorologis akibat El Nino<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;El Ni\u00f1o dan musim kemarau adalah dua hal yang berbeda. Musim kemarau merupakan siklus tahunan, sedangkan El Ni\u00f1o terjadi secara periodik dan dapat memperkuat kondisi kering ketika berlangsung bersamaan dengan musim kemarau,&#8221; ujar Faisal.<\/p>\n<p>Ia menegaskan yang perlu diwaspadai bukan lamanya El Nino, melainkan momen ketika fenomena ini bertepatan dengan puncak musim kemarau.\u00a0<\/p>\n<p>Wilayah yang berpotensi terdampak paling signifikan pada periode Juli hingga Oktober 2026 meliputi Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi, dan Papua bagian selatan. Curah hujan di wilayah-wilayah itu diperkirakan berada di bawah normal dibanding rata-rata klimatologis.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/898910\/bmkg-puncak-kemarau-2026-diprediksi-terjadi-pada-agustus\" title=\"BMKG: Puncak Kemarau 2026 Diprediksi Terjadi pada Agustus\" target=\"_blank\">BMKG: Puncak Kemarau 2026 Diprediksi Terjadi pada Agustus<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Di sektor pertanian, BMKG mengingatkan adanya risiko gangguan fase pertumbuhan tanaman, penurunan produktivitas, hingga potensi puso akibat defisit air. Penyesuaian pola tanam dan pengelolaan irigasi yang lebih efisien menjadi langkah yang perlu segera diambil.<\/p>\n<p>&#8220;Kita harus mempertimbangkan aspek <em>climate risk<\/em> dalam perencanaan ekonomi dan investasi. Dengan mempertimbangkan risiko iklim secara lebih baik, produktivitas sektor pertanian dan stabilitas ekonomi dapat lebih terjaga,&#8221; ujar Faisal.<\/p>\n<p>Untuk sektor energi, Faisal mendorong optimalisasi pengelolaan waduk karena volume tampungan air di bendungan dapat berkurang signifikan saat El Nino bersamaan dengan musim kemarau, berpotensi mengganggu produksi listrik tenaga air. Operasi Modifikasi Cuaca dan diversifikasi sumber energi perlu dipercepat sebagai langkah antisipasi.<\/p>\n<p>Di sektor kesehatan, pemerintah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kasus ISPA akibat kabut asap karhutla maupun penyakit terkait suhu panas ekstrem seperti heatstroke.\u00a0<\/p>\n<p>Di wilayah perkotaan, pengendalian emisi kendaraan dan pembatasan aktivitas luar ruangan saat kualitas udara memburuk juga perlu dipersiapkan.<\/p>\n<p>Faisal mengingatkan Indonesia memiliki 699 zona musim dengan karakteristik beragam, sehingga strategi mitigasi harus disesuaikan dengan kondisi setiap\u00a0daerah.<\/p>\n<p>&#8220;Kesiapsiagaan harus dilakukan secara lintas sektor. Risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, kualitas udara, hingga kesehatan masyarakat perlu diantisipasi sejak dini melalui koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan,&#8221; pungkas Faisal. (E-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/905441\/bmkg-el-nino-kuat-mengancam-pangan-energi-dan-kesehatan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Antara) BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memastikan El Nino 2026 telah memasuki kategori kuat dengan peluang mencapai 98%. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengingatkan seluruh sektor untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko kekeringan, gangguan pangan, kebakaran hutan dan lahan, hingga tekanan inflasi daerah yang mengintai. Hal itu disampaikan Faisal dalam Sosialisasi Kesiapsiagaan Menghadapi Dampak Fenomena El [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":64429,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-64428","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64428","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=64428"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64428\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/64429"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=64428"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=64428"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=64428"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}