{"id":63995,"date":"2026-06-28T12:45:47","date_gmt":"2026-06-28T12:45:47","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/28\/ayah-kandung-korban-kasus-dugaan-penganiayaan-anak-di-sukabumi-resmi-jadi-tersangka\/"},"modified":"2026-06-28T12:45:47","modified_gmt":"2026-06-28T12:45:47","slug":"ayah-kandung-korban-kasus-dugaan-penganiayaan-anak-di-sukabumi-resmi-jadi-tersangka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/28\/ayah-kandung-korban-kasus-dugaan-penganiayaan-anak-di-sukabumi-resmi-jadi-tersangka\/","title":{"rendered":"Ayah Kandung Korban Kasus Dugaan Penganiayaan Anak di Sukabumi Resmi Jadi Tersangka"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/28\/1782650616_bb1f15928c26e02db221.jpg\" alt=\"Ayah Kandung Korban Kasus Dugaan Penganiayaan Anak di Sukabumi Resmi Jadi Tersangka\"\/><figcaption>Ilustrasi(magnifik)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KASUS dugaan tindak pidana yang menyebabkan seorang anak meninggal dunia di <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kabupaten-sukabumi\" title=\"Kabupaten Sukabumi\">Kabupaten Sukabumi<\/a>, Jawa Barat, belum lama ini memasuki babak baru. Pihak kepolisian setempat sudah melimpahkan tersangka berikut barang bukti ke Kejaksaan Negeri Sukabumi.<\/p>\n<p>Kasus dugaan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/penganiayaan\" title=\"penganiayaan\">penganiayaan<\/a> seorang anak berinsial NS hingga meninggal dunia itu mendapatkan sorotan publik. Bahkan, kasusnya sempat dibahas di DPR RI.\u00a0<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Dugaan penganiayaan melibatkan ibu tiri korban dan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ayah-kandung\" title=\"ayah kandung\">ayah kandung<\/a>. Sebelumnya, ibu tiri korban sudah ditetapkan tersangka. Kini, ayah kandung korban pun dari hasil penyidikan turut jadi tersangka.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/megapolitan\/904972\/polisi-bantah-pelaku-penganiayaan-caddy-golf-tangerang-adalah-pejabat\" title=\"Polisi Bantah Pelaku Penganiayaan Caddy Golf Tangerang adalah Pejabat\" target=\"_blank\">Polisi Bantah Pelaku Penganiayaan Caddy Golf Tangerang adalah Pejabat<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Kajari Kabupaten Sukabumi, Tumpal Eben Ezer, mengatakan penyerahan tersangka AS yang merupakan ayah kandung korban dan barang bukti atau tahap II dilakukan pada Kamis (25\/6) di Aula Kejari Kabupaten Sukabumi.<\/p>\n<p>Dia menyebut, tim penyidik <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/polres-sukabumi\" title=\"Polres Sukabumi\">Polres Sukabumi<\/a> menyerahkan berkas perkara yang didukung 11 orang saksi, empat orang ahli, serta sejumlah barang bukti yang saling berkaitan.<\/p>\n<p>&#8220;AS ini merupakan ayah kandung korban,&#8221; kata Tumpal kepada wartawan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/904203\/komnas-perempuan-jangan-paksa-korban-penyiksaan-bandung-ceritakan-trauma\" title=\"Komnas Perempuan: Jangan Paksa Korban Penyiksaan Bandung Ceritakan Trauma!\" target=\"_blank\">Komnas Perempuan: Jangan Paksa Korban Penyiksaan Bandung Ceritakan Trauma!<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Diketahui, orangtua korban bercerai. Korban kemudian diasuh tersangka dan ibu tirinya sejak 2023.<\/p>\n<p>Pada November 2025, korban sempat ditempatkan di Pondok Pesantren Darul Ma&#8217;arif. Kemudian pada 3 Februari 2026 korban pulang dari pondok pesantren dalam kondisi sehat.\u00a0<\/p>\n<p>Namun kondisi kesehatannya terus memburuk hingga akhirnya pada 19 Februari 2026 dibawa ke RSUD Jampangkulon untuk mendapatkan perawatan intensif. Nyawa korban tak tertolong. Pada Kamis (19\/2) sekitar pukul 16.00 WIB, korban meninggal dunia.<\/p>\n<p>Tersangka AS kali pertama ditahan Polres Sukabumi penyidik pada 29 April 2026. Setelah proses Tahap II selesai, tersangka akan menjalani penahanan lanjutan selama 20 hari ke depan sambil menunggu proses pelimpahan perkara ke pengadilan.<\/p>\n<p>&#8220;Kami akan segera mempersiapkan pelimpahan perkara ini ke Pengadilan Negeri untuk disidangkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,&#8221; pungkas Tumpal.<\/p>\n<p>Kasi Pidum Kejari Kabupaten Sukabumi, Abram Nami Putra, menambahkan sebagian besar barang bukti yang diterima berbentuk elektronik. Di antaranya telepon seluler, tangkapan layar percakapan, serta rekaman video.<\/p>\n<p>Tersangka AS diduga melakukan penelantaran terhadap anak yang menjadi tanggungjawabnya sebagai orang tua. Namun, pihak kejaksaan masih akan membuktikan seluruh unsur pidana tersebut dalam persidangan.<\/p>\n<p>&#8220;Pada intinya terkait penelantaran terhadap anak,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Tersangka dijerat pasal alternatif, yakni Pasal 77B Undang-Undang Perlindungan Anak tentang perlakuan salah terhadap anak, Pasal 49 Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) tentang penelantaran dalam lingkungan rumah tangga, serta ketentuan lain yang relevan dengan perkara tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun penjara,&#8221; pungkasnya. (BB)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jabar\/berita\/905239\/ayah-kandung-korban-kasus-dugaan-penganiayaan-anak-di-sukabumi-resmi-jadi-tersangka\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(magnifik) KASUS dugaan tindak pidana yang menyebabkan seorang anak meninggal dunia di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, belum lama ini memasuki babak baru. Pihak kepolisian setempat sudah melimpahkan tersangka berikut barang bukti ke Kejaksaan Negeri Sukabumi. Kasus dugaan penganiayaan seorang anak berinsial NS hingga meninggal dunia itu mendapatkan sorotan publik. Bahkan, kasusnya sempat dibahas di DPR [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":63996,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-63995","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63995","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=63995"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63995\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/63996"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=63995"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=63995"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=63995"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}