{"id":63919,"date":"2026-06-28T09:22:24","date_gmt":"2026-06-28T09:22:24","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/28\/as-evaluasi-pangkalan-militer-di-timur-tengah-usai-dihancurkan-iran\/"},"modified":"2026-06-28T09:22:24","modified_gmt":"2026-06-28T09:22:24","slug":"as-evaluasi-pangkalan-militer-di-timur-tengah-usai-dihancurkan-iran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/28\/as-evaluasi-pangkalan-militer-di-timur-tengah-usai-dihancurkan-iran\/","title":{"rendered":"AS Evaluasi Pangkalan Militer di Timur Tengah usai Dihancurkan Iran"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/28\/1782635728_90c4031ab2320012e44a.jpg\" alt=\"AS Evaluasi Pangkalan Militer di Timur Tengah usai Dihancurkan Iran\"\/><figcaption>Ilustrasi.(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>INVESTIGASI\u00a0terbaru dari <em>The Wall Street Journal<\/em> (WSJ) mengungkapkan bahwa <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/amerika-serikat\" title=\"Amerika Serikat\">Amerika Serikat<\/a> tengah mengevaluasi ulang keberadaan militernya di Timur Tengah. Langkah ini diambil setelah serangan rudal dan pesawat tak berawak (drone) <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/iran\" title=\"Iran\">Iran<\/a> menyebabkan kerusakan yang jauh lebih besar daripada yang diungkapkan sebelumnya di setidaknya 20 situs AS, termasuk pangkalan Angkatan Laut di Bahrain.<\/p>\n<p>Berikut empat poin utama dari laporan investigasi tersebut.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h2>1. Kerusakan Parah di Pangkalan Angkatan Laut Satu-satunya di Timur Tengah<\/h2>\n<p>Antara akhir Februari hingga Juni, Iran berulang kali menargetkan <em>Naval Support Activity<\/em> (NSA) Bahrain. Serangan tersebut menghantam keras markas komando dan sedikitnya selusin bangunan lainnya, serta dua terminal komunikasi satelit.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/899623\/serangan-iran-ke-pangkalan-as-di-timur-tengah-paksa-pentagon-evaluasi-strategi-militer\" target=\"_blank\" title=\"Serangan Iran ke Pangkalan AS di Timur Tengah Paksa Pentagon Evaluasi Strategi Militer\">Serangan Iran ke Pangkalan AS di Timur Tengah Paksa Pentagon Evaluasi Strategi Militer<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Meskipun militer menyatakan tidak ada korban jiwa dan operasional tidak terganggu secara signifikan, AS mengevakuasi sebagian besar personel dan hanya menyisakan staf inti di lokasi tersebut.<\/p>\n<h2>2. Reevaluasi Jejak Militer AS di Kawasan<\/h2>\n<p>Pejabat yang mengetahui pembahasan tersebut menyatakan bahwa militer kini mempertimbangkan untuk merombak pangkalan di Bahrain, mengurangi kehadiran di Kuwait dan Arab Saudi, serta memindahkan beberapa fungsi pangkalan ke arah barat agar berada di luar jangkauan rudal Iran.<\/p>\n<p>Struktur yang hancur kemungkinan tidak akan dibangun kembali di lokasi yang sama. Sebaliknya, pusat komando dan kendali dipertimbangkan untuk dipindahkan ke bawah tanah. Selain itu, Israel disebut menjadi salah satu lokasi yang dipertimbangkan untuk penempatan pangkalan baru.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/896617\/analisis-satelit-ungkap-20-pangkalan-militer-as-rusak-akibat-serangan-iran\" target=\"_blank\" title=\"Analisis Satelit Ungkap 20 Pangkalan Militer AS Rusak akibat Serangan Iran\">Analisis Satelit Ungkap 20 Pangkalan Militer AS Rusak akibat Serangan Iran<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Estimasi Kerugian:<\/strong> Kerusakan di NSA Bahrain diperkirakan membutuhkan biaya konstruksi sekitar Rp6,5 triliun (US$400 juta). Sementara itu, CSIS mengestimasi total kerusakan pangkalan AS di seluruh kawasan mencapai Rp36 triliun hingga Rp83 triliun (US$2,2 miliar &#8211; US$5,1 miliar).<\/p>\n<h2>3. Biaya Rekonstruksi Mencapai Ratusan Juta Dolar<\/h2>\n<p>Pengawas keuangan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pentagon\" title=\"Pentagon\">Pentagon<\/a>, Jay Hurst, menyampaikan kepada Kongres bahwa estimasi biaya perang sebesar US$29 miliar belum mencakup kerusakan pangkalan. Angka US$400 juta untuk Bahrain hanyalah biaya konstruksi bangunan serupa, belum termasuk pembersihan puing dan penguatan struktur.<\/p>\n<p>Laporan dari <em>Center for Strategic and International Studies<\/em> (CSIS) menyebutkan total biaya perang secara keseluruhan telah mencapai sekitar US$40 miliar (sekitar Rp656 triliun).<\/p>\n<h2>4. Kerentanan Pangkalan terhadap Senjata Presisi Modern<\/h2>\n<p>NSA Bahrain dibangun jauh sebelum Iran memiliki arsenal rudal presisi dan drone canggih seperti sekarang. Perang ini menyingkap kerentanan pangkalan-pangkalan AS di Teluk yang sebelumnya sudah diperingatkan oleh sejumlah pejabat militer.<\/p>\n<p>Juru bicara Komando Pusat AS (Centcom), Kapten Tim Hawkins, menegaskan bahwa strategi mereka sejauh ini berhasil memprioritaskan perlindungan nyawa manusia. Dari lebih dari 8.000 rudal dan drone yang ditembakkan Iran, hanya dua serangan yang mengakibatkan korban jiwa di pihak AS. (I-2)<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/905163\/as-evaluasi-pangkalan-militer-di-timur-tengah-usai-dihancurkan-iran\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi.(Magnific) INVESTIGASI\u00a0terbaru dari The Wall Street Journal (WSJ) mengungkapkan bahwa Amerika Serikat tengah mengevaluasi ulang keberadaan militernya di Timur Tengah. Langkah ini diambil setelah serangan rudal dan pesawat tak berawak (drone) Iran menyebabkan kerusakan yang jauh lebih besar daripada yang diungkapkan sebelumnya di setidaknya 20 situs AS, termasuk pangkalan Angkatan Laut di Bahrain. Berikut empat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":63920,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-63919","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63919","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=63919"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63919\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/63920"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=63919"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=63919"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=63919"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}