{"id":63362,"date":"2026-06-27T00:01:42","date_gmt":"2026-06-27T00:01:42","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/27\/as-gempur-target-iran-usai-serangan-drone-di-selat-hormuz\/"},"modified":"2026-06-27T00:01:42","modified_gmt":"2026-06-27T00:01:42","slug":"as-gempur-target-iran-usai-serangan-drone-di-selat-hormuz","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/27\/as-gempur-target-iran-usai-serangan-drone-di-selat-hormuz\/","title":{"rendered":"AS Gempur Target Iran Usai Serangan Drone di Selat Hormuz"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/27\/1782518184_5a959aab9a70decd9a62.jpg\" alt=\"AS Gempur Target Iran Usai Serangan Drone di Selat Hormuz\"\/><figcaption>Ilustrasi(Centcom)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>MILITER Amerika Serikat meluncurkan serangan udara ke sejumlah target Iran. Langkah ini diambil setelah Presiden <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/donald-trump\" title=\"Donald Trump\">Donald Trump<\/a> menuduh Iran melakukan &#8220;pelanggaran bodoh&#8221; terhadap kesepakatan gencatan senjata, menyusul serangan pesawat nirawak (drone) yang menghantam sebuah kapal kargo di <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/selat-hormuz\" title=\"Selat Hormuz\">Selat Hormuz<\/a>.<\/p>\n<p>Serangan balasan yang dikomandoi oleh Komando Sentral AS (Centcom) pada hari Jumat waktu setempat itu menyasar fasilitas penyimpanan rudal, penyimpanan drone, serta posisi radar pesisir pantai milik Iran. Centcom menggambarkan operasi ini sebagai tanggapan kuat atas insiden hari Kamis, ketika kapal kargo berbendera Singapura, Ever Lovely, dihantam oleh drone peledak. Meski kapal mengalami kerusakan, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden tersebut.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Agresi tanpa alasan terhadap pelayaran komersial oleh pasukan Iran jelas melanggar gencatan senjata,&#8221; tulis Centcom dalam pernyataan resminya. &#8220;Lebih jauh lagi, perilaku berbahaya Iran merusak kebebasan navigasi saat perdagangan semakin bergantung pada koridor perdagangan internasional yang vital ini.&#8221;<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/899255\/donald-trump-ancam-bakal-serang-iran-lebih-keras\" title=\"Donald Trump Ancam Bakal Serang Iran Lebih Keras\" target=\"_blank\">Donald Trump Ancam Bakal Serang Iran Lebih Keras<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Centcom juga menegaskan militer AS akan terus memberikan koordinasi jalur yang aman dan dukungan bagi kapal komersial yang melintasi selat.<\/p>\n<p>Beberapa saat sebelum serangan diumumkan, Donald Trump sempat melontarkan kalimat singkat saat ditanya apakah AS akan membalas Iran. &#8220;Anda akan lihat nanti,&#8221; ujarnya di Gedung Putih.<\/p>\n<p>Ketika kembali ditanya oleh wartawan mengenai nasib gencatan senjata pasca-insiden ini, Trump menolak berkomentar banyak. &#8220;Anda akan mengetahuinya. Saya tidak suka fakta bahwa mereka melepaskan tembakan kemarin. Mereka tidak boleh melakukan itu,&#8221; tegas Trump.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/854745\/kendali-penuh-selat-hormuz-iran-tidak-ingin-perang-tapi-siap\" title=\"Kendali Penuh Selat Hormuz, Iran: Tidak Ingin Perang tapi Siap\" target=\"_blank\">Kendali Penuh Selat Hormuz, Iran: Tidak Ingin Perang tapi Siap<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Respons Keras Iran dan Situasi Gencatan Senjata<\/h2>\n<p>Merespons gempuran AS, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) langsung menuding AS dan Israel sebagai dalang di balik serangan udara tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Rezim AS yang melanggar perjanjian seperti biasa telah melanggar komitmennya dan meluncurkan serangan udara di pantai Republik Islam Iran dengan berbagai dalih mengenai sebuah kapal yang melanggar rute tidak sah di Selat Hormuz,&#8221; sebut IRGC dalam pernyataannya. Mereka juga menambahkan, &#8220;Jika agresi ini terulang, tanggapan kami akan lebih luas dari ini.&#8221;<\/p>\n<p>Ketegangan ini terjadi hanya beberapa hari setelah AS dan Iran menyepakati nota kesepahaman (MoU) 14 poin pada 17 Juni untuk mengakhiri permusuhan, yang salah satunya mewajibkan Iran menjaga keamanan kapal komersial secara gratis selama 60 hari. Menanggapi situasi ini, Wakil Presiden AS JD Vance turut memperingatkan Teheran melalui unggahan di media sosial X.<\/p>\n<p>&#8220;Jika Iran memiliki ketidaksepakatan tentang bagaimana MoU ini diterapkan, mereka bisa mengangkat telepon. Tapi kekerasan akan dibalas dengan kekerasan,&#8221; tulis Vance.<\/p>\n<p>Dampak dari eskalasi ini langsung terasa di sektor maritim. Organisasi Maritim Internasional (IMO) di bawah PBB terpaksa menunda rencana evakuasi bagi lebih dari 11.000 pelaut yang terjebak di jalur pelayaran utama tersebut sejak konflik pecah. Hingga kini, belum dapat dipastikan apakah serangan udara AS ini merupakan aksi tunggal atau bagian dari operasi militer berkelanjutan yang lebih besar. (BBC\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/904907\/as-gempur-target-iran-usai-serangan-drone-di-selat-hormuz\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Centcom) MILITER Amerika Serikat meluncurkan serangan udara ke sejumlah target Iran. Langkah ini diambil setelah Presiden Donald Trump menuduh Iran melakukan &#8220;pelanggaran bodoh&#8221; terhadap kesepakatan gencatan senjata, menyusul serangan pesawat nirawak (drone) yang menghantam sebuah kapal kargo di Selat Hormuz. Serangan balasan yang dikomandoi oleh Komando Sentral AS (Centcom) pada hari Jumat waktu setempat itu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":63363,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-63362","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63362","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=63362"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63362\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/63363"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=63362"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=63362"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=63362"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}