{"id":63315,"date":"2026-06-26T20:54:39","date_gmt":"2026-06-26T20:54:39","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/26\/kpk-dalami-pemerasan-izin-tinggal-wna-di-bali-periksa-saksi-biro-jasa\/"},"modified":"2026-06-26T20:54:39","modified_gmt":"2026-06-26T20:54:39","slug":"kpk-dalami-pemerasan-izin-tinggal-wna-di-bali-periksa-saksi-biro-jasa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/26\/kpk-dalami-pemerasan-izin-tinggal-wna-di-bali-periksa-saksi-biro-jasa\/","title":{"rendered":"KPK Dalami Pemerasan Izin Tinggal WNA di Bali, Periksa Saksi Biro Jasa"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/27\/1782507086_fe06a51ede6d6cd730cd.jpg\" alt=\"KPK Dalami Pemerasan Izin Tinggal WNA di Bali, Periksa Saksi Biro Jasa\"\/><figcaption>ilustrasi(Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Komisi Pemberantasan Korupsi (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kpk\" title=\"KPK\">KPK<\/a>) terus mendalami dugaan pemerasan dalam pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA) di lingkungan Kantor Imigrasi Ngurah Rai dan Kantor Imigrasi Denpasar, Bali. Pada Jumat, 27 Juni 2026, penyidik memeriksa dua saksi dari pihak biro jasa. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan kedua saksi yang diperiksa adalah NKY, seorang pegawai PT Bali Soft, dan GPA dari pihak swasta.<\/p>\n<p>&#8220;Penyidik mendalami keterangan kedua saksi selaku biro jasa terkait adanya dugaan permintaan uang selain pembayaran resmi sesuai tarif PNBP (penerimaan negara bukan pajak),&#8221; kata Budi di Jakarta.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Menurut Budi, penyidik menggali informasi mengenai dugaan bahwa biro jasa diminta untuk memberikan sejumlah uang di luar tarif resmi. Hal ini diduga menjadi syarat agar proses pengurusan dokumen keimigrasian seperti kartu izin tinggal terbatas (KITAS), kartu izin tinggal tetap (KITAP), dan <em>visa on arrival<\/em> (VoA) dapat berjalan lancar.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/898402\/kpk-silmy-karim-pernah-komunikasi-dengan-bos-kampung-rusia-di-bali\" title=\"KPK: Silmy Karim Pernah Komunikasi dengan Bos Kampung Rusia di Bali\" target=\"_blank\">KPK: Silmy Karim Pernah Komunikasi dengan Bos Kampung Rusia di Bali<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Latar Belakang Kasus dan Penetapan Tersangka<\/h3>\n<p>Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar KPK pada 2-3 Juni 2026. Operasi tersebut merupakan OTT ke-11 yang dilakukan lembaga antirasywah sepanjang tahun 2026. Dalam operasi itu, tim KPK mengamankan 17 orang, yang terdiri dari delapan penyelenggara negara atau aparatur sipil negara (ASN) dan sembilan pihak swasta yang diduga berperan sebagai perantara. Sehari setelah OTT, pada 3 Juni 2026, Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan periode 2024-2026, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/silmy-karim\" title=\"Silmy Karim\">Silmy Karim<\/a>, mendatangi Gedung Merah Putih KPK untuk menyerahkan diri.<\/p>\n<p>Pada 4 Juni 2026, KPK secara resmi menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan pemerasan yang terjadi selama periode 2022-2026. Para tersangka diduga meraup keuntungan hingga Rp145,5 miliar dari praktik ilegal tersebut.<\/p>\n<p>Selain Silmy Karim yang juga merupakan mantan Direktur Jenderal Imigrasi periode 2023-2024, tujuh tersangka lainnya adalah:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Saffar Muhammad Godam<\/strong>, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi periode 2024-2025.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Jaya Saputra<\/strong>, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Barat.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Ronald Arman Abdullah<\/strong>, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non-TPI Jakarta Barat.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Tessar Bayu Setyaji<\/strong>, Kepala Subdirektorat Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Bagus Bramantyo<\/strong>, Kepala Subdirektorat Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Juniadi Sri Priambudi<\/strong>, Ketua Tim Alih Status Izin Tinggal Terbatas.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Gusti Benardiansyah<\/strong>, Staf Subdirektorat Izin Tinggal.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>(Ant\/E-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/904874\/kpk-dalami-pemerasan-izin-tinggal-wna-di-bali-periksa-saksi-biro-jasa\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ilustrasi(Antara) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan pemerasan dalam pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA) di lingkungan Kantor Imigrasi Ngurah Rai dan Kantor Imigrasi Denpasar, Bali. Pada Jumat, 27 Juni 2026, penyidik memeriksa dua saksi dari pihak biro jasa. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan kedua saksi yang diperiksa adalah NKY, seorang pegawai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":63316,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-63315","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63315","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=63315"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63315\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/63316"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=63315"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=63315"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=63315"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}