{"id":62411,"date":"2026-06-25T03:30:41","date_gmt":"2026-06-25T03:30:41","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/25\/akademisi-dorong-transformasi-kultural-di-tubuh-polri\/"},"modified":"2026-06-25T03:30:41","modified_gmt":"2026-06-25T03:30:41","slug":"akademisi-dorong-transformasi-kultural-di-tubuh-polri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/25\/akademisi-dorong-transformasi-kultural-di-tubuh-polri\/","title":{"rendered":"Akademisi Dorong Transformasi Kultural di Tubuh Polri"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/25\/1782357741_242e9d030bfab606eac4.jpg\" alt=\"Akademisi Dorong Transformasi Kultural di Tubuh Polri\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok istimewa )<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>DOSEN Politik Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Associate Profesor Firdaus Syam, mengapresiasi capaian <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/transformasi\" title=\"transformasi\">transformasi<\/a> kelembagaan di bawah kepemimpinan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kapolri\" title=\"Kapolri\">Kapolri<\/a> Jenderal Listyo Sigit Prabowo.<\/p>\n<p>Kendati demikian, Korps Bhayangkara dinilai tetap perlu memperkuat aspek reformasi kultural agar citra kepolisian semakin humanis dan profesional di mata publik. Hal tersebut diungkapkan oleh Firdaus usai bertindak sebagai penanggap dalam acara peluncuran buku berjudul &#8216;<em>Jenderal<\/em> <em>Polisi<\/em> <em>Listyo<\/em> <em>Sigit<\/em> <em>Prabowo<\/em>, <em>Sang<\/em> <em>Arsitek<\/em> <em>Presisi<\/em> <em><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/polri\" title=\"polri\">Polri<\/a><\/em>&#8216; di Jakarta, Rabu (24\/6).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Pertama, kita harus akui bahwa langkah perubahan atau transformasi yang dilakukan oleh Pak Listyo Sigit Prabowo sudah banyak dilakukan, seperti pada level struktural, kelembagaan, lalu program berbasis IT, serta sarana dan prasarana,&#8221; ujar Firdaus.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/898985\/kapolri-siapkan-aturan-agar-profesional-sipil-bisa-isi-jabatan-tertentu-di-polri\" title=\"Kapolri Siapkan Aturan Agar Profesional Sipil Bisa Isi Jabatan Tertentu di Polri\" target=\"_blank\">Kapolri Siapkan Aturan Agar Profesional Sipil Bisa Isi Jabatan Tertentu di Polri<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Meski memuji lompatan teknologi dan infrastruktur yang dicapai Polri, Firdaus memberikan catatan terkait pentingnya pembenahan kultur internal yang kerap menjadi sorotan masyarakat.<\/p>\n<p>Ia mengusulkan dua langkah taktis untuk mengonversi visi PRESISI (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) menjadi budaya kerja harian. Langkah pertama adalah melalui penguatan kurikulum di jalur pendidikan kedinasan sejak dini. Tradisi kepemimpinan yang inklusif harus didelegasikan secara kokoh kepada para taruna di akademi kepolisian.<\/p>\n<p>&#8220;Bagaimana nanti para taruna polisi bisa melanjutkan tradisi-tradisi yang telah dikembangkan atau dicontohkan oleh Pak Listyo. Bagaimana nantinya polisi dapat menjadi lebih humanis, independen, dan profesional,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/893756\/revisi-uu-polri-bahas-usia-pensiun-bagaimana-dengan-kapolri\" title=\"Revisi UU Polri Bahas Usia Pensiun, Bagaimana dengan Kapolri?\" target=\"_blank\">Revisi UU Polri Bahas Usia Pensiun, Bagaimana dengan Kapolri?<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Langkah kedua, menurut Firdaus, adalah penegasan batas kewenangan institusi. Ia mengingatkan jajaran kepolisian untuk tetap tegak lurus pada fungsi utama sebagai pemelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), pengayom, serta penegak hukum.<\/p>\n<p>&#8220;Perlu ada konsolidasi di internal kepolisian. Janganlah polisi masuk ke wilayah lain yang menimbulkan persepsi publik terhadap profesionalisme polisi,&#8221; tegas Firdaus.<\/p>\n<p>Nilai Penting Buku Literasi &#8216;<em>Arsitek<\/em> <em>Presisi<\/em> <em>Polri<\/em>&#8216; Terkait buku karya tokoh muda NU Ali Ramadhan yang dibahasnya, Firdaus menilai literatur tersebut sangat relevan untuk membedah dialektika kepolisian modern. Buku ini dianggap berhasil menguraikan anatomi problematika institusi sekaligus memotret prospek cerah Bhayangkara di masa depan.<\/p>\n<p>Acara peluncuran buku ini diinisiasi oleh Forum Civil Society for Police Watch. Selain menghadirkan Ali Ramadhan selaku penulis, agenda ini juga menghadirkan analis politik nasional Boni Hargens,\u00a0yang bertindak sebagai penulis prolog. Buku setebal 300 halaman ini merangkum peta jalan (<em>grand<\/em> <em>strategy<\/em>) kepolisian dalam menghadapi disrupsi demokrasi di abad digital. Penulisnya, Ali Ramadhan, berharap karya ini mampu menawarkan kerangka analitis yang jernih bagi publik.<\/p>\n<p>&#8220;Buku ini menawarkan kerangka analitis tentang peran institusi kepolisian dalam menghadapi disrupsi demokrasi di abad digital,\u00a0otoritas ditantang oleh transparansi dan norma-norma demokrasi baru,&#8221; pungkas Ali. (E-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/904150\/akademisi-dorong-transformasi-kultural-di-tubuh-polri\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok istimewa ) DOSEN Politik Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Associate Profesor Firdaus Syam, mengapresiasi capaian transformasi kelembagaan di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Kendati demikian, Korps Bhayangkara dinilai tetap perlu memperkuat aspek reformasi kultural agar citra kepolisian semakin humanis dan profesional di mata publik. Hal tersebut diungkapkan oleh Firdaus usai bertindak sebagai penanggap [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":62412,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-62411","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62411","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=62411"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62411\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/62412"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=62411"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=62411"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=62411"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}