{"id":62349,"date":"2026-06-24T23:35:31","date_gmt":"2026-06-24T23:35:31","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/24\/gunung-ili-lewotolok-erupsi-semburkan-abu-vulkanik-setinggi-400-meter\/"},"modified":"2026-06-24T23:35:31","modified_gmt":"2026-06-24T23:35:31","slug":"gunung-ili-lewotolok-erupsi-semburkan-abu-vulkanik-setinggi-400-meter","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/24\/gunung-ili-lewotolok-erupsi-semburkan-abu-vulkanik-setinggi-400-meter\/","title":{"rendered":"Gunung Ili Lewotolok Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 400 Meter"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/25\/1782343827_3cff5bf42d133d875204.jpg\" alt=\"Gunung Ili Lewotolok Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 400 Meter\"\/><figcaption>Gunung Ili Lewotolok Erupsi, Kamis (25\/6).(Magma Indonesia)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gunung-ili-lewotolok\" title=\"Gunung Ili Lewotolok\">GUNUNG Ili Lewotolok<\/a> di Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ntt\" title=\"NTT\">NTT<\/a>), kembali mengalami erupsi pada Kamis (25\/6) pukul 05.53 Wita. Letusan tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 400 meter di atas puncak gunung.<\/p>\n<p>Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok, Syawaludin, mengatakan kolom abu teramati mencapai ketinggian sekitar 1.823 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan bergerak condong ke arah barat.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>\u201cErupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 36,3 milimeter dan durasi sekitar 35 detik,\u201d kata Syawaludin dalam laporan resminya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/868496\/gunung-ili-lewotolok-di-lembata-meletus-130-kali-dalam-sehari\" title=\"Gunung Ili Lewotolok di Lembata Meletus 130 Kali dalam Sehari\" target=\"_blank\">Gunung Ili Lewotolok di Lembata Meletus 130 Kali dalam Sehari<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Meski terjadi erupsi, status aktivitas Gunung Ili Lewotolok hingga saat ini masih berada pada Level II atau Waspada.<\/p>\n<p>Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat, pendaki, maupun wisatawan agar tidak memasuki wilayah dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung.<\/p>\n<p>Warga juga diminta mewaspadai potensi bahaya guguran lava dan awan panas yang dapat terjadi di sektor selatan, tenggara, barat, serta timur laut gunung.<\/p>\n<p>Selain itu, masyarakat yang berada di sekitar kawasan gunung diimbau menggunakan masker dan alat pelindung lainnya untuk mengurangi dampak paparan abu vulkanik terhadap kesehatan, terutama gangguan pernapasan. Warga juga diminta menutup tempat penampungan air bersih agar tidak tercemar abu vulkanik. (Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/904105\/gunung-ili-lewotolok-erupsi-semburkan-abu-vulkanik-setinggi-400-meter\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gunung Ili Lewotolok Erupsi, Kamis (25\/6).(Magma Indonesia) GUNUNG Ili Lewotolok di Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi pada Kamis (25\/6) pukul 05.53 Wita. Letusan tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 400 meter di atas puncak gunung. Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok, Syawaludin, mengatakan kolom abu teramati [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":62350,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-62349","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62349","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=62349"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62349\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/62350"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=62349"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=62349"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=62349"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}