{"id":62333,"date":"2026-06-24T22:53:53","date_gmt":"2026-06-24T22:53:53","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/24\/kanada-kalah-dari-swis-jesse-marsch-soroti-kurang-agresif-di-momen-krusial\/"},"modified":"2026-06-24T22:53:53","modified_gmt":"2026-06-24T22:53:53","slug":"kanada-kalah-dari-swis-jesse-marsch-soroti-kurang-agresif-di-momen-krusial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/24\/kanada-kalah-dari-swis-jesse-marsch-soroti-kurang-agresif-di-momen-krusial\/","title":{"rendered":"Kanada Kalah dari Swis, Jesse Marsch Soroti Kurang Agresif di Momen Krusial"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/25\/1782339993_76b895a8a351721c0e08.jpg\" alt=\"Kanada Kalah dari Swis, Jesse Marsch Soroti Kurang Agresif di Momen Krusial\"\/><figcaption>Pelatih timnas Kanada Jesse Marsch.(AFP\/CHARLY TRIBALLEAU )<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PELATIH <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/timnas-kanada\" title=\"Timnas Kanada\">Timnas Kanada<\/a> <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/jesse-marsch\" title=\"Jesse Marsch\">Jesse Marsch<\/a> menilai timnya kurang agresif dalam menyikapi momen-momen krusial saat takluk 1-2 dari <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/timnas-swis\" title=\"timnas swis\">timnas Swis<\/a>\u00a0pada pertandingan terakhir Grup B <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/piala-dunia\" title=\"piala dunia\">Piala Dunia<\/a> 2026 di Stadion BC Vancouver, Vancouver, Kamis (25\/6) dini hari WIB.<\/p>\n<p>Kekalahan tipis itu membuat Kanada harus puas melaju ke babak 32 besar dengan status <em>runner-up<\/em> Grup B. Berdasarkan data klasemen yang tersedia, Kanada mengoleksi empat poin dari tiga pertandingan dengan catatan satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Marsch mengatakan para pemain Kanada sudah berusaha maksimal menghadapi Swis. Namun, menurut dia, kerja keras saja belum cukup ketika tim gagal mengambil keputusan tepat pada fase penting pertandingan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/piala-dunia-2026\/904087\/hasil-piala-dunia-2026-swis-vs-kanada-menang-tim-nati-juara-grup-b\" title=\"Hasil Piala Dunia 2026: Swis vs Kanada, Menang, Tim Nati Juara Grup B\" target=\"_blank\">Hasil Piala Dunia 2026: Swis vs Kanada, Menang, Tim Nati Juara Grup B<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Saya tahu tim kami memiliki semangat juang yang tinggi. Kami memiliki skuad yang akan mengerahkan segalanya di setiap momen pertandingan,&#8221; kata Marsch.<\/p>\n<p>&#8220;Kuncinya terletak pada bagaimana kami menyikapi momen-momen krusial tersebut. Di awal laga, kami bermain agak ragu-ragu dan kurang agresif,&#8221; lanjut pelatih berkebangsaan Amerika Serikat itu.<\/p>\n<h2>Marsch Sesalkan Respons Kanada di Awal Babak Kedua<\/h2>\n<p>Kanada disebut Marsch kecolongan pada awal babak kedua. Ia juga mengakui ada keputusan taktis yang disesalinya, terutama terkait waktu perubahan bentuk pertahanan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/piala-dunia-2026\/903691\/preview-piala-dunia-2026-swis-vs-kanada-perebutan-juara-grup-b\" title=\"Preview Piala Dunia 2026: Swis vs Kanada, Perebutan Juara Grup B\" target=\"_blank\">Preview Piala Dunia 2026: Swis vs Kanada, Perebutan Juara Grup B<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Marsch menilai dirinya seharusnya lebih cepat menggunakan formasi lima bek untuk meredam tekanan Swiss. Dengan pendekatan tersebut, Kanada diharapkan bisa menahan lawan agar tidak lebih dulu mencetak gol pada fase awal setelah jeda.<\/p>\n<p>Evaluasi itu menjadi catatan penting bagi Kanada menjelang fase gugur. Pada turnamen sebesar Piala Dunia, detail kecil seperti transisi bertahan, respons setelah kehilangan bola, dan keberanian menekan lawan bisa menentukan hasil akhir.<\/p>\n<table style=\"border-collapse: collapse; width: 100%;\">&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\"><strong>Pertandingan<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Kanada vs Swis<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\"><strong>Skor<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Kanada 1-2 Swis<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\"><strong>Kompetisi<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\"><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/piala-dunia-2026\" title=\"piala dunia 2026\">Piala Dunia 2026<\/a>, Grup B<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\"><strong>Venue<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Stadion BC Vancouver, Vancouver<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\"><strong>Poin Kanada<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">4 poin dari 3 laga<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h2>Kanada Tetap Bawa Momentum ke Fase Gugur<\/h2>\n<p>Meski menelan kekalahan, Kanada tetap memastikan tempat di babak 32 besar. Marsch menegaskan timnya ingin menjaga energi positif yang sudah terbangun, terutama karena dukungan publik tuan rumah menjadi salah satu kekuatan penting sepanjang fase grup.<\/p>\n<p>&#8220;Saya sangat berterima kasih atas energi yang ada dan dukungan dari negara ini. Namun, kami akan bertolak ke LA (Los Angeles) dan tetap bertekad untuk membangkitkan semangat serta antusiasme masyarakat di tanah air,&#8221; ujar Marsch.<\/p>\n<p>Kanada finis dengan empat poin, unggul selisih gol atas Bosnia-Herzegovina yang juga mengumpulkan empat poin dari tiga laga. Catatan itu cukup untuk membawa mereka melanjutkan perjalanan ke fase gugur, meski hasil melawan Swiss memberi peringatan keras soal konsistensi permainan.<\/p>\n<h2>Alphonso Davies Diharapkan Siap Bermain<\/h2>\n<p>Kabar positif bagi Kanada datang dari kondisi Alphonso Davies. Marsch menyebut bek sekaligus salah satu pemain paling berpengaruh Kanada itu diharapkan siap tampil pada babak berikutnya.<\/p>\n<p>&#8220;Posisi kami saat ini persis seperti yang kami harapkan\u2014berhasil melaju ke fase gugur. Alphonso Davies seharusnya sudah siap untuk bermain,&#8221; kata Marsch.<\/p>\n<p>Kehadiran Davies akan menjadi tambahan penting bagi Kanada, terutama untuk meningkatkan agresivitas dari sisi kiri dan memberi opsi progresi bola lebih cepat. Setelah kekalahan dari Swiss, Kanada kini dituntut memperbaiki respons di awal laga serta lebih berani dalam duel-duel penentu jika ingin bertahan lebih lama di Piala Dunia 2026. (Ant\/Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/piala-dunia-2026\/904095\/kanada-kalah-dari-swis-jesse-marsch-soroti-kurang-agresif-di-momen-krusial\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pelatih timnas Kanada Jesse Marsch.(AFP\/CHARLY TRIBALLEAU ) PELATIH Timnas Kanada Jesse Marsch menilai timnya kurang agresif dalam menyikapi momen-momen krusial saat takluk 1-2 dari timnas Swis\u00a0pada pertandingan terakhir Grup B Piala Dunia 2026 di Stadion BC Vancouver, Vancouver, Kamis (25\/6) dini hari WIB. Kekalahan tipis itu membuat Kanada harus puas melaju ke babak 32 besar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":62334,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-62333","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62333","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=62333"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62333\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/62334"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=62333"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=62333"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=62333"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}