{"id":62221,"date":"2026-06-24T17:57:23","date_gmt":"2026-06-24T17:57:23","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/24\/13-dampak-perokok-pasif-di-ruangan-ac\/"},"modified":"2026-06-24T17:57:23","modified_gmt":"2026-06-24T17:57:23","slug":"13-dampak-perokok-pasif-di-ruangan-ac","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/24\/13-dampak-perokok-pasif-di-ruangan-ac\/","title":{"rendered":"13 Dampak Perokok Pasif di Ruangan AC"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/24\/1782318584_a617b9206db84b62e47f.jpg\" alt=\"13 Dampak Perokok Pasif di Ruangan AC\"\/><figcaption>Berikut Dampak Perokok Pasif di Ruangan AC(magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/perokok-pasif\" title=\"Perokok pasif\">PEROKOK pasif<\/a> adalah seseorang yang tidak merokok, tetapi menghirup asap rokok dari orang lain yang sedang merokok atau dari sisa asap rokok yang berada di lingkungan sekitarnya.<\/p>\n<p>Menjadi perokok pasif di <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ruangan-ac\" title=\"Ruangan AC\">ruangan AC<\/a> dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, mulai dari iritasi mata dan saluran pernapasan hingga penyakit jantung dan kanker paru-paru akibat paparan jangka panjang.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h3><strong>1. Iritasi Mata<\/strong><\/h3>\n<p>Asap rokok dapat menyebabkan mata terasa perih, merah, berair, dan tidak nyaman.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/880445\/tak-hanya-paru-paru-rokok-juga-ancam-kesehatan-otak\" title=\"Tak Hanya Paru-paru, Rokok Juga Ancam Kesehatan Otak\" target=\"_blank\">Tak Hanya Paru-paru, Rokok Juga Ancam Kesehatan Otak<\/a><\/strong><\/p>\n<h3><strong>2. Batuk dan Tenggorokan Gatal<\/strong><\/h3>\n<p>Partikel asap dapat mengiritasi saluran pernapasan sehingga memicu batuk dan rasa gatal pada tenggorokan.<\/p>\n<h3><strong>3. Sesak Napas<\/strong><\/h3>\n<p>Paparan asap rokok dapat membuat saluran napas menyempit, terutama pada orang yang sensitif.<\/p>\n<h3><strong>4. Memperburuk Asma<\/strong><\/h3>\n<p>Pada penderita asma, asap rokok dapat memicu atau memperparah serangan asma.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/879930\/8-bahaya-menjadi-perokok-pasif\" title=\"8 Bahaya Menjadi Perokok Pasif\" target=\"_blank\">8 Bahaya Menjadi Perokok Pasif<\/a><\/strong><\/p>\n<h3><strong>5. Meningkatkan Risiko Infeksi Saluran Pernapasan<\/strong><\/h3>\n<p>Paparan asap rokok dapat melemahkan pertahanan saluran napas terhadap kuman.<\/p>\n<h3><strong>6. Sakit Kepala<\/strong><\/h3>\n<p>Sebagian orang dapat mengalami sakit kepala atau pusing setelah terpapar asap rokok dalam waktu tertentu.<\/p>\n<h3><strong>7. Menurunkan Kualitas Udara Ruangan<\/strong><\/h3>\n<p>Asap rokok mengandung berbagai zat kimia yang dapat mencemari udara di dalam ruangan.<\/p>\n<h3><strong>8. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung<\/strong><\/h3>\n<p>Paparan asap rokok secara berulang dapat meningkatkan risiko gangguan pada jantung dan pembuluh darah.<\/p>\n<h3><strong>9. Meningkatkan Risiko Kanker Paru-Paru<\/strong><\/h3>\n<p>Paparan jangka panjang terhadap asap rokok diketahui dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru pada perokok pasif.<\/p>\n<h3><strong>10. Mengganggu Fungsi Paru-Paru<\/strong><\/h3>\n<p>Asap rokok dapat menyebabkan penurunan fungsi paru-paru jika paparan terjadi terus-menerus.<\/p>\n<h3><strong>11. Menyebabkan Bau Tidak Sedap pada Pakaian dan Rambut<\/strong><\/h3>\n<p>Partikel asap dapat menempel pada pakaian, rambut, dan berbagai permukaan di dalam ruangan.<\/p>\n<h3><strong>12. Berisiko bagi Anak-anak dan Bayi<\/strong><\/h3>\n<p>Anak-anak lebih rentan mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap rokok dibanding orang dewasa.<\/p>\n<h3><strong>13. Menimbulkan Ketidaknyamanan dan Gangguan Kesehatan Umum<\/strong><\/h3>\n<p>Paparan asap rokok dapat menyebabkan mual, pusing, dan rasa tidak nyaman, terutama di ruangan tertutup.<\/p>\n<p>Di ruangan AC yang tertutup, pergantian udara segar biasanya lebih terbatas dibanding ruang terbuka. Akibatnya, partikel dan zat kimia dari asap rokok dapat bertahan lebih lama di udara dan meningkatkan paparan bagi orang di dalam ruangan. (Z-4)<\/p>\n<p><strong>Sumber<\/strong>: <em>alodokter, midea<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/904054\/13-dampak-perokok-pasif-di-ruangan-ac\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berikut Dampak Perokok Pasif di Ruangan AC(magnific) PEROKOK pasif adalah seseorang yang tidak merokok, tetapi menghirup asap rokok dari orang lain yang sedang merokok atau dari sisa asap rokok yang berada di lingkungan sekitarnya. Menjadi perokok pasif di ruangan AC dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, mulai dari iritasi mata dan saluran pernapasan hingga penyakit [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":62222,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-62221","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62221","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=62221"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62221\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/62222"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=62221"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=62221"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=62221"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}