{"id":62017,"date":"2026-06-24T08:47:09","date_gmt":"2026-06-24T08:47:09","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/24\/kertas-cokelat-diminati-alkindo-naratama-memetik-laba\/"},"modified":"2026-06-24T08:47:09","modified_gmt":"2026-06-24T08:47:09","slug":"kertas-cokelat-diminati-alkindo-naratama-memetik-laba","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/24\/kertas-cokelat-diminati-alkindo-naratama-memetik-laba\/","title":{"rendered":"Kertas Cokelat Diminati, Alkindo Naratama Memetik Laba"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/24\/1782290325_3c8d41f537470b06cd84.jpg\" alt=\"Kertas Cokelat Diminati, Alkindo Naratama Memetik Laba\"\/><figcaption>Direksi dan Komisaris PT Alkindo Naratama Tbk memperlihatkan sejumlah produk perusahaan yang berbahan baku kertas daur ulang, di sela penyelenggaraan RUPST dan RUPSLB.(MI\/SUMARIYADI)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KESADARAN masyarakat untuk mulai meninggalkan plastik dan beralih ke <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kertas\" title=\"kertas\">kertas<\/a> ramah lingkungan terus tumbuh. Penggunaan kertas untuk berbagai aktivitas pun dari tahun ke tahun meningkat.<\/p>\n<p>Kondisi itu membuat produsen kertas cokelat, PT <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/alkindo\" title=\"Alkindo\">Alkindo<\/a> Naratama Tbk (ALDO) memetik keuntungan. Selama tahun buku 2025, perusahan membukukan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/laba\" title=\"Laba\">laba<\/a> bersih sebesar Rp35,34 miliar.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Ini pencapaian solid dibandingkan 2024 yang sebelumnya mencatatkan rugi sebesar Rp8,91 miliar. Kami optimistis, ke depan, pasar produk kemasan berbasis kertas daur ulang ini akan semakin meluas,&#8221; ungkap Herwanto Sutanto, Direktur Utama PT Alkindo Naratama, di sela-sela Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/rupst\" title=\"RUPST\">RUPST<\/a>), RUPS Luar Biasa (RUPSLB), dan Public Expose, di Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (24\/6).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/755101\/gelar-rupst-2025-bri-bagikan-dividen-rp5173-triliun-dan-bersiap-lakukan-buyback-rp3-triliun\" title=\"Gelar RUPST 2025, BRI Bagikan Dividen Rp51,73 triliun dan Bersiap Lakukan Buyback Rp3 triliun\" target=\"_blank\">Gelar RUPST 2025, BRI Bagikan Dividen Rp51,73 triliun dan Bersiap Lakukan Buyback Rp3 triliun<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Pada kesempatan itu, ALDO juga mengumumkan akan memberikan deviden untuk para pemegang saham. Selain itu, dana keuntungan juga akan digunakan untuk melakukan ekspansi.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk tahun ini, kami akan memperluas pabrik, sehingga produksi perusahaan bisa ditingkakan. Kita akan bangun perluasan pabrik yang ditargetkan tuntas pada tahun depan,&#8221; tambah Direktur ALDO, Willy Soesanto.<\/p>\n<p>Selain pencapaian kinerja, agenda RUPSLB juga telah menyetujui rencana Pembelian Kembali (Buyback) Saham Perseroan dengan total dana maksimal Rp10 miliar. Aksi korporasi ini akan dilaksanakan mulai 24 Juni 2026 hingga 23 Juni 2027.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/680846\/colorpak-indonesia-bagikan-dividen-rp3928-miliar\" title=\"Colorpak Indonesia Bagikan Dividen Rp39,28 Miliar\" target=\"_blank\">Colorpak Indonesia Bagikan Dividen Rp39,28 Miliar<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Keputusan buyback saham adalah bentuk nyata keyakinan kami terhadap fundamental bisnis ALDO yang semakin kuat. Ini sekaligus wujud komitmen kami dalam memberikan nilai tambah bagi pemegang saham,&#8221; lanjut Herwanto.<\/p>\n<p>Dia menambahkan di tengah tekanan harga energi dan melambungnya biaya bahan baku utama pada 2025, strategi efisiensi operasional dan optimalisasi rantai pasok perusahaan telah terbukti sukses membalikkan keadaan, dari rugi menjadi laba yang solid.<\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<strong>Ramah lingkungan<\/strong><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\nKe depan, lanjutnya, ALDO berkomitmen untuk terus mempertahankan momentum positif ini dan membawa perseroan ke pencapaian yang lebih tinggi. Berbekal fundamental keuangan yang semakin kokoh, efisiensi operasional yang berstandar mutu tinggi, serta fokus pada inovasi produk kemasan ramah lingkungan, perseroan optimis dalam menavigasi dinamika pasar di tahun 2026.<\/p>\n<p>&#8220;Melalui langkah strategis dan keberlanjutan bisnis yang terukur, Alkindo akan terus berupaya memperkuat posisinya di industri guna memberikan nilai maksimal dan jangka panjang bagi seluruh pemegang saham serta pemangku kepentingan,&#8221; tandas Herwanto.<\/p>\n<p>Pada kesempatan itu, dia menegaskan bahwa Alkindo memiliki komitmen untuk menerapkan Proses Ramah Lingkungan (Green Process), Produk Ramah Lingkungan (Green Product), dan Pembiayaan Berkelanjutan (Green Financing).<\/p>\n<p>&#8220;Secara bertahap, perusahaan beralih menggunakan energi terbarukan dengan menggunakan panel surya. Kami sudah memiliki listrik 6 megawatt dari tenaga surya yang mampu menghemat pembayaran listrik hingga 25%-30%,&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Alkindo juga sudah menggunakan 100% kertas daur ulang sebagai bahan baku produksinya. Perusahaan yang semula bergerak di bidang produksi kertas, terus mengembangkan diri dengan meluncurkan produk bahan kimia.<\/p>\n<p>Kini, PT Alkindo memiliki tiga anak perusahaan, yaitu PT Swisstex Naratama Indonesia (\u201cSNI\u201d) sebagai distributor pewarna dan bahan kimia tekstil (sejak 2011), PT Alfa Polimer Indonesia (\u201cAPI\u201d) sebagai produsen Water-based Polimer (sejak 2013), dan PT Eco Paper Indonesia (\u201cEPI\u201d) produsen Recycled Brown Paper (sejak 2019).<\/p>\n<p>Dimulai sebagai perusahaan konversi kertas cokelat pada 1989 dengan memproduksi paper tube sebagai lini produksi utama, ALDO telah melakukan inovasi berbagai produk yang berasal dari kertas cokelat seperti paper core.<\/p>\n<p>Selain itu, melihat meningkatnya tren belanja online serta food delivery yang mendorong penggunaan kemasan yang lebih berkelanjutan, Alkindo melakukan strategi pengembangan usaha. Mereka masuk ke pasar tas berbahan baku kertas atau paper bag serta paper box ke sektor FMCG, food and beverages (F&amp;B) dan UMKM.<\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<strong>Libatkan kampus<\/strong><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\nSementara itu, dalam operasional kerja perusahaan, Alkindo juga merangkul dunia pendidikan tinggi. Bersama Telkom University, perusahaan melakukan sejumlah pengembangan.<\/p>\n<p>Arief Budiman, Kepala Prodi Desain Komunikasi Visual Telkom Universityt mengungkapkan kolaborasi ini menjadi ruang eksplorasi material yang luar biasa bagi mahasiswa.<\/p>\n<p>&#8220;Mengubah bahan baku industri kemasan dari Alkindo menjadi karya seni dekoratif membuktikan bahwa material ramah lingkungan memiliki fleksibilitas fungsi dan nilai estetika yang tinggi. Ini sangat sejalan dengan prinsip desain berkelanjutan yang terus kami kembangkan di kampus,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jabar\/berita\/903829\/kertas-cokelat-diminati-alkindo-naratama-memetik-laba\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Direksi dan Komisaris PT Alkindo Naratama Tbk memperlihatkan sejumlah produk perusahaan yang berbahan baku kertas daur ulang, di sela penyelenggaraan RUPST dan RUPSLB.(MI\/SUMARIYADI) KESADARAN masyarakat untuk mulai meninggalkan plastik dan beralih ke kertas ramah lingkungan terus tumbuh. Penggunaan kertas untuk berbagai aktivitas pun dari tahun ke tahun meningkat. Kondisi itu membuat produsen kertas cokelat, PT [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":62018,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-62017","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62017","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=62017"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62017\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/62018"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=62017"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=62017"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=62017"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}