{"id":61934,"date":"2026-06-24T05:11:38","date_gmt":"2026-06-24T05:11:38","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/24\/5-kebiasaan-buruk-yang-memicu-diabetes-melitus-di-usia-muda\/"},"modified":"2026-06-24T05:11:38","modified_gmt":"2026-06-24T05:11:38","slug":"5-kebiasaan-buruk-yang-memicu-diabetes-melitus-di-usia-muda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/24\/5-kebiasaan-buruk-yang-memicu-diabetes-melitus-di-usia-muda\/","title":{"rendered":"5 Kebiasaan Buruk yang Memicu Diabetes Melitus di Usia Muda"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/24\/1782266844_c5d5874f659eb5901127.jpg\" alt=\"5 Kebiasaan Buruk yang Memicu Diabetes Melitus di Usia Muda\"\/><figcaption>Ilustrasi(Magnific.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h2>\u00a0<\/h2>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/diabetes\" title=\"diabetes\">Diabetes<\/a> melitus kini bukan lagi penyakit yang hanya menyerang kelompok lanjut usia. Tren medis menunjukkan peningkatan kasus diabetes di kalangan usia produktif yang dipicu oleh <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gaya-hidup\" title=\"Gaya Hidup\">gaya hidup<\/a> tidak sehat. Tanpa disadari, beberapa kebiasaan harian yang dianggap sepele justru menjadi pintu masuk bagi penyakit gangguan metabolisme ini.<\/p>\n<p>Diabetes terjadi ketika tubuh tidak lagi mampu memproduksi insulin secara cukup atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Akibatnya, kadar gula dalam darah melonjak dan dapat merusak organ tubuh lainnya. Berikut adalah beberapa kebiasaan buruk yang wajib diwaspadai untuk menekan risiko diabetes:<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h3>1. Konsumsi Minuman Manis Berlebihan<\/h3>\n<p>Tren minuman kekinian dengan kadar gula tinggi, seperti boba, kopi susu gula aren, hingga minuman kemasan, menjadi faktor risiko terbesar. Konsumsi gula tambahan secara masif menyebabkan lonjakan glukosa darah yang memaksa pankreas bekerja ekstra keras menghasilkan insulin. Jika dilakukan terus-menerus, tubuh akan mengalami resistensi insulin.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/880645\/5-cara-menjaga-gula-darah-stabil-untuk-cegah-diabetes-di-usia-muda\" title=\"5 Cara Menjaga Gula Darah Stabil untuk Cegah Diabetes di Usia Muda\" target=\"_blank\">5 Cara Menjaga Gula Darah Stabil untuk Cegah Diabetes di Usia Muda<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>2. Gaya Hidup Sedenter (Kurang Gerak)<\/h3>\n<p>Kebiasaan duduk terlalu lama di depan layar tanpa diimbangi aktivitas fisik membuat pembakaran kalori menjadi minim. Aktivitas fisik sangat penting untuk membantu sel-sel tubuh menggunakan glukosa sebagai energi. Kurangnya pergerakan tubuh memicu penumpukan lemak yang berkaitan erat dengan risiko diabetes tipe 2.<\/p>\n<h3>3. Pola Makan Rendah Serat<\/h3>\n<p>Banyak orang lebih memilih makanan cepat saji atau karbohidrat olahan (seperti tepung-tepungan) dibandingkan sayur dan buah. Serat berperan penting dalam memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah. Tanpa serat yang cukup, kadar gula darah akan lebih mudah naik secara drastis setelah makan.<\/p>\n<h3>4. Sering Begadang dan Kurang Tidur<\/h3>\n<p>Kurang tidur dapat mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh, termasuk hormon yang mengatur nafsu makan dan metabolisme gula. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidur kurang dari enam jam sehari memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes karena gangguan pada sensitivitas insulin.<\/p>\n<h3>5. Melewatkan Sarapan<\/h3>\n<p>Melewatkan waktu makan pagi sering kali memicu keinginan untuk makan dalam porsi besar di siang hari. Hal ini menyebabkan fluktuasi kadar gula darah yang tidak stabil. Selain itu, sarapan yang sehat membantu menjaga metabolisme tubuh tetap berjalan optimal sejak pagi hari.<\/p>\n<p><strong>Catatan Redaksi:<\/strong> Pencegahan diabetes dapat dimulai dengan langkah sederhana, yakni rutin melakukan pengecekan gula darah secara berkala dan menerapkan pola makan gizi seimbang. Jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan diabetes, konsultasi medis secara rutin sangat dianjurkan.<\/p>\n<p>Hingga saat ini, data mengenai angka spesifik penderita akibat kebiasaan tertentu masih terus divalidasi oleh otoritas kesehatan terkait. Namun, para ahli sepakat bahwa modifikasi gaya hidup adalah kunci utama dalam memutus rantai penyebaran penyakit tidak menular ini.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/903747\/5-kebiasaan-buruk-yang-memicu-diabetes-melitus-di-usia-muda\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Magnific.com) \u00a0 Diabetes melitus kini bukan lagi penyakit yang hanya menyerang kelompok lanjut usia. Tren medis menunjukkan peningkatan kasus diabetes di kalangan usia produktif yang dipicu oleh gaya hidup tidak sehat. Tanpa disadari, beberapa kebiasaan harian yang dianggap sepele justru menjadi pintu masuk bagi penyakit gangguan metabolisme ini. Diabetes terjadi ketika tubuh tidak lagi mampu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":61935,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-61934","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61934","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=61934"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61934\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/61935"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=61934"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=61934"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=61934"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}