{"id":61928,"date":"2026-06-24T04:55:49","date_gmt":"2026-06-24T04:55:49","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/24\/ilmuwan-berhasil-temukan-salah-satu-penyebab-utama-penyakit-radang-usus\/"},"modified":"2026-06-24T04:55:49","modified_gmt":"2026-06-24T04:55:49","slug":"ilmuwan-berhasil-temukan-salah-satu-penyebab-utama-penyakit-radang-usus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/24\/ilmuwan-berhasil-temukan-salah-satu-penyebab-utama-penyakit-radang-usus\/","title":{"rendered":"Ilmuwan Berhasil Temukan Salah Satu Penyebab Utama Penyakit Radang Usus"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/24\/1782255986_f551eae854aad052fdfb.jpg\" alt=\"Ilmuwan Berhasil Temukan Salah Satu Penyebab Utama Penyakit Radang Usus\"\/><figcaption>Ilustrasi(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>SEBUAH penelitian terbaru berhasil mengidentifikasi salah satu penyebab utama di balik penyakit <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/radang-usus\" title=\"radang usus\">radang usus<\/a> (Inflammatory Bowel Disease atau IBD). Penemuan ini menandai terobosan besar dalam dunia medis yang berpotensi membuka jalan bagi metode pengobatan baru yang lebih efektif untuk jutaan penderita di seluruh dunia.<\/p>\n<p>Selama ini, IBD, yang mencakup penyakit Crohn dan kolitis ulseratif, dikenal sebagai kondisi kronis yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan usus yang sehat. Namun, alasan pasti mengapa sistem imun berbalik menyerang tubuh sendiri pada pasien IBD telah lama menjadi misteri besar bagi para dokter dan peneliti.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Dalam studi teranyar yang dipublikasikan di jurnal Nature, tim ilmuwan dari Francis Crick Institute yang bekerja sama dengan University College London (UCL) dan Imperial College London, berhasil mengidentifikasi sebuah jalur genetika spesifik yang menjadi pemicu peradangan tersebut.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/853732\/ilmuwan-temukan-rantai-reaksi-imun-yang-picu-kanker-usus-pada-penderita-radang-usus\" title=\"Ilmuwan Temukan Rantai Reaksi Imun yang Picu Kanker Usus pada Penderita Radang Usus\" target=\"_blank\">Ilmuwan Temukan Rantai Reaksi Imun yang Picu Kanker Usus pada Penderita Radang Usus<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Para peneliti menemukan sebuah wilayah pada DNA manusia yang bertindak seperti sakelar pengatur utama untuk peradangan di dalam sel darah putih yang disebut makrofag. Pada sebagian besar penderita IBD, sakelar genetik ini ditemukan dalam kondisi &#8220;aktif&#8221; secara berlebihan, sehingga memicu makrofag untuk melepaskan zat kimia peradangan dalam jumlah besar yang akhirnya merusak lapisan usus.<\/p>\n<p>&#8220;Apa yang kami temukan adalah salah satu jalur paling awal yang mengalami gangguan sebelum penyakit IBD bermanifestasi,&#8221; ujar Dr. James Lee, ketua kelompok laboratorium mekanisme penyakit di Francis Crick Institute sekaligus konsultan gastroenterologi di UCL.<\/p>\n<p>Menariknya, jalur genetika ini ternyata juga ditemukan pada sebagian besar populasi manusia secara umum. Namun, pada penderita IBD, terdapat variasi genetik tertentu yang membuat sakelar tersebut menjadi jauh lebih sensitif dan sulit untuk dimatikan kembali.<\/p>\n<p>Penemuan ini tidak hanya membantu para ahli memahami akar masalah IBD, tetapi juga memberikan target pengobatan yang lebih presisi. Saat ini, sebagian besar obat IBD hanya berfungsi untuk meredakan gejala peradangan setelah penyakit tersebut merusak usus, bukan menghentikan penyebabnya dari awal.<\/p>\n<p>Kabar baiknya, tim peneliti menemukan bahwa beberapa obat yang sudah ada dan sedang diuji untuk kondisi medis lain berpotensi digunakan untuk menargetkan dan menonaktifkan jalur peradangan ini secara langsung. Meskipun masih membutuhkan uji klinis lebih lanjut sebelum aman digunakan oleh pasien IBD, temuan ini memberikan harapan baru bagi dunia kedokteran untuk menghadirkan terapi penyembuhan yang menyasar langsung ke pusat masalah, bukan sekadar meredakan gejalanya saja. (Live Science\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/903701\/ilmuwan-berhasil-temukan-salah-satu-penyebab-utama-penyakit-radang-usus\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Magnific) SEBUAH penelitian terbaru berhasil mengidentifikasi salah satu penyebab utama di balik penyakit radang usus (Inflammatory Bowel Disease atau IBD). Penemuan ini menandai terobosan besar dalam dunia medis yang berpotensi membuka jalan bagi metode pengobatan baru yang lebih efektif untuk jutaan penderita di seluruh dunia. Selama ini, IBD, yang mencakup penyakit Crohn dan kolitis ulseratif, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":61929,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-61928","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61928","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=61928"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61928\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/61929"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=61928"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=61928"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=61928"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}