{"id":61916,"date":"2026-06-24T04:23:54","date_gmt":"2026-06-24T04:23:54","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/24\/berburu-alien-model-baru-ini-bantu-ilmuwan-temukan-eksoplanet-layak-huni\/"},"modified":"2026-06-24T04:23:54","modified_gmt":"2026-06-24T04:23:54","slug":"berburu-alien-model-baru-ini-bantu-ilmuwan-temukan-eksoplanet-layak-huni","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/24\/berburu-alien-model-baru-ini-bantu-ilmuwan-temukan-eksoplanet-layak-huni\/","title":{"rendered":"Berburu Alien Model Baru Ini Bantu Ilmuwan Temukan Eksoplanet Layak Huni"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/24\/1782256861_9a1518572f38bdd253ec.jpg\" alt=\"Berburu Alien: Model Baru Ini Bantu Ilmuwan Temukan Eksoplanet Layak Huni\"\/><figcaption>Ilustrasi karya seniman tentang misi PLATO Badan Antariksa Eropa, yang akan mensurvei ribuan bintang terdekat untuk mencari planet ekstrasolar berbatu. Model baru bernama STEHM dapat membantu para ilmuwan memprioritaskan planet mana yang paling mungkin men(ESA)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PENCARIAN kehidupan di luar bumi atau alien kini memasuki babak baru yang lebih efisien. Para ilmuwan baru-baru ini mengembangkan sebuah model teoritis mutakhir yang dirancang untuk membantu para astronom mempersempit fokus pencarian mereka terhadap <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/eksoplanet\" title=\"eksoplanet\">eksoplanet<\/a> (planet di luar tata surya kita) yang benar-benar berpotensi menopang kehidupan.<\/p>\n<p>Selama ini, teleskop canggih seperti Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) milik NASA menghabiskan waktu yang sangat berharga untuk memindai atmosfer ratusan eksoplanet guna mencari tanda-tanda air cair. Kehadiran air cair dianggap sebagai syarat mutlak bagi adanya kehidupan seperti yang kita kenal di Bumi. Namun, memeriksa setiap planet berbatu satu per satu membutuhkan waktu yang sangat lama dan biaya yang besar.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Untuk mengatasi kendala tersebut, tim peneliti internasional menciptakan model matematika yang menggabungkan berbagai data penting planet. Mulai dari massa planet, ukuran, jarak dari bintang induk, hingga bagaimana energi dari bintang tersebut berinteraksi dengan atmosfer dan lapisan dalam planet. Model ini mampu memprediksi apakah sebuah eksoplanet berbatu memiliki kemungkinan tinggi untuk mempertahankan air cair di permukaannya atau di bawah kerak planet.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/903675\/rahasia-toi-201-sistem-planet-mustahil-yang-mengacak-acak-teori-astronomi\" title=\"Rahasia TOI-201: Sistem Planet &quot;Mustahil&quot; yang Mengacak-acak Teori Astronomi\" target=\"_blank\">Rahasia TOI-201: Sistem Planet &#8220;Mustahil&#8221; yang Mengacak-acak Teori Astronomi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dengan menggunakan pendekatan berbasis data ini, para ilmuwan dapat menyaring ribuan kandidat eksoplanet yang ditemukan oleh misi-misi seperti Kepler dan TESS. Hasil penyaringan tersebut akan menghasilkan daftar pendek berisi planet-planet &#8220;prioritas utama&#8221; yang memiliki peluang kelayakan huni paling tinggi untuk diamati lebih lanjut oleh JWST atau teleskop generasi mendatang.<\/p>\n<p>&#8220;Model ini bertindak seperti peta panduan. Alih-alih mencari secara acak di lautan kosmos yang luas, kita kini tahu persis ke mana harus mengarahkan teleskop terbaik kita,&#8221; ungkap salah satu ilmuwan utama yang terlibat dalam studi tersebut dalam rilis resminya.<\/p>\n<p>Selain mencari air, model baru ini juga mempertimbangkan aspek penting lainnya, seperti keberadaan medan magnet planet dan aktivitas vulkanik. Kedua faktor ini sangat krusial karena medan magnet melindungi atmosfer planet dari radiasi bintang yang mematikan, sementara vulkanisme membantu mendaur ulang gas-gas penting untuk menjaga stabilitas iklim global.<\/p>\n<p>Melalui terobosan ini, para astronom optimistis bahwa peluang untuk mendeteksi tanda-tanda kehidupan asing, baik berupa gas biosignatur di atmosfer maupun kondisi permukaan yang ramah lingkungan, menjadi jauh lebih besar dalam beberapa dekade mendatang. Penemuan ini sekaligus membawa manusia satu langkah lebih dekat untuk menjawab pertanyaan mendasar: apakah kita benar-benar sendirian di alam semesta? (Space\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/903705\/berburu-alien-model-baru-ini-bantu-ilmuwan-temukan-eksoplanet-layak-huni\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi karya seniman tentang misi PLATO Badan Antariksa Eropa, yang akan mensurvei ribuan bintang terdekat untuk mencari planet ekstrasolar berbatu. Model baru bernama STEHM dapat membantu para ilmuwan memprioritaskan planet mana yang paling mungkin men(ESA) PENCARIAN kehidupan di luar bumi atau alien kini memasuki babak baru yang lebih efisien. Para ilmuwan baru-baru ini mengembangkan sebuah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":61917,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-61916","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61916","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=61916"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61916\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/61917"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=61916"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=61916"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=61916"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}