{"id":61813,"date":"2026-06-24T00:01:36","date_gmt":"2026-06-24T00:01:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/24\/identitas-pelaku-penembakan-maut-montreal-terungkap-dan-misteri-manifesto-104-halaman\/"},"modified":"2026-06-24T00:01:36","modified_gmt":"2026-06-24T00:01:36","slug":"identitas-pelaku-penembakan-maut-montreal-terungkap-dan-misteri-manifesto-104-halaman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/24\/identitas-pelaku-penembakan-maut-montreal-terungkap-dan-misteri-manifesto-104-halaman\/","title":{"rendered":"Identitas Pelaku Penembakan Maut Montreal Terungkap dan Misteri Manifesto 104 Halaman"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/24\/1782258846_fde2e2c2699482cd4949.jpg\" alt=\"Identitas Pelaku Penembakan Maut Montreal Terungkap dan Misteri Manifesto 104 Halaman\"\/><figcaption>Kepolisian Montreal(Postmedia)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>OTORITAS di Quebec, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kanada\" title=\"Kanada\">Kanada<\/a>, telah mengidentifikasi tersangka pelaku penembakan maut di kawasan C\u00f4te-des-Neiges, Montreal. Pelaku bernama Seth Hatfield, seorang mahasiswa berusia 25 tahun asal Universitas Lethbridge, Alberta. Ia tewas ditembak polisi setelah diduga melepaskan tembakan dari jendela kamar hotelnya pada Senin.<\/p>\n<p>Insiden tragis ini menewaskan dua orang, yakni seorang petugas polisi dan seorang warga sipil, serta melukai satu petugas lainnya.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Kantor Koroner Quebec mengonfirmasi polisi yang gugur adalah Mohamed Lamine Benredouane, 34, sementara warga sipil yang tewas tertembak adalah Michel Mizrahi, 64. Wali Kota kawasan C\u00f4te-des-Neiges, St\u00e9phanie Valenzuela, sambil meneteskan air mata menyatakan Benredouane kehilangan nyawanya dalam &#8220;tindakan kepahlawanan&#8221;.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/903683\/polisi-kanada-waspadai-aksi-tiruan-akibat-manifesto-incel-terkait-penembakan-massal-di-montreal\" title=\"Polisi Kanada Waspadai Aksi Tiruan Akibat Manifesto Incel terkait Penembakan Massal di Montreal\" target=\"_blank\">Polisi Kanada Waspadai Aksi Tiruan Akibat Manifesto Incel terkait Penembakan Massal di Montreal<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Sementara itu, Mizrahi diketahui sebagai seorang ayah tiga anak keturunan Yahudi. Karena penembakan terjadi di lingkungan dengan komunitas Yahudi yang besar, sempat muncul kekhawatiran terkait motif antisemitisme. Namun, Dewan Komunitas Yahudi Montreal (JCCM) meminta publik menahan diri.<\/p>\n<p>&#8220;Perjuangan komunitas kita melawan antisemitisme terlalu penting untuk dirusak oleh spekulasi atau rumor,&#8221; ujar Rabi Saul Emanuel dari JCCM.<\/p>\n<h2>Jejak Manifesto &#8216;Ekstremisme Gado-gado&#8217;<\/h2>\n<p>Hingga kini, kepolisian belum merilis motif resmi penembakan. Namun, sebuah dokumen setebal 104 halaman yang diduga kuat milik pelaku telah beredar di media sosial. Dokumen tersebut berisi pesan anti-kapitalis, anti-pemerintah, dan sarat dengan kebencian terhadap perempuan (misogini).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/903277\/3-orang-tewas-termasuk-polisi-dalam-penembakan-di-montreal-motif-masih-misteri\" title=\"3 Orang Tewas Termasuk Polisi dalam Penembakan di Montreal, Motif Masih Misteri\" target=\"_blank\">3 Orang Tewas Termasuk Polisi dalam Penembakan di Montreal, Motif Masih Misteri<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Stephanie Carvin, pakar ekstremisme dari Universitas Carleton yang telah membaca dokumen tersebut, menggambarkannya sebagai kritik kaum incel terhadap kapitalisme.<\/p>\n<p>&#8220;Ini adalah kritik kaum incel terhadap kapitalisme,&#8221; kata Carvin kepada BBC. Ia menambahkan bahwa dokumen itu menggabungkan gagasan sayap kiri dan sayap kanan untuk membenarkan pandangannya, sebuah jenis &#8220;ekstremisme gado-gado&#8221; (salad bar extremism).<\/p>\n<p>Lebih lanjut, dokumen tersebut juga secara tajam mengkritik pornografi. Surat kabar lokal La Presse melaporkan bahwa posisi tersangka saat menembak berada tepat di seberang kantor perusahaan pemilik Pornhub, meski pihak perusahaan menolak berspekulasi terkait hal ini.<\/p>\n<p>Menyusul beredarnya dokumen yang diduga turut mendorong warga sipil untuk menyerang polisi tersebut, Kepolisian Federal Kanada (RCMP) langsung mengeluarkan peringatan kewaspadaan kepada seluruh lembaga kepolisian di Kanada.<\/p>\n<p>Menanggapi tragedi ini, Wali Kota Montreal, Soraya Martinez Ferrada, menyerukan aturan kontrol senjata api yang lebih ketat dan pengawasan terhadap peran media sosial. Ia menilai isi dokumen yang beredar sangat tidak dapat diterima.<\/p>\n<p>&#8220;Saya pikir perlu ada cara untuk memastikan bahwa perempuan merasa terlindungi,&#8221; tegasnya. (BBC\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/903714\/identitas-pelaku-penembakan-maut-montreal-terungkap-dan-misteri-manifesto-104-halaman\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kepolisian Montreal(Postmedia) OTORITAS di Quebec, Kanada, telah mengidentifikasi tersangka pelaku penembakan maut di kawasan C\u00f4te-des-Neiges, Montreal. Pelaku bernama Seth Hatfield, seorang mahasiswa berusia 25 tahun asal Universitas Lethbridge, Alberta. Ia tewas ditembak polisi setelah diduga melepaskan tembakan dari jendela kamar hotelnya pada Senin. Insiden tragis ini menewaskan dua orang, yakni seorang petugas polisi dan seorang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":61814,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-61813","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61813","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=61813"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61813\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/61814"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=61813"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=61813"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=61813"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}