{"id":61751,"date":"2026-06-23T20:42:02","date_gmt":"2026-06-23T20:42:02","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/23\/regulasi-baru-motogp-2026-larangan-holeshot-device-dan-perubahan-grid\/"},"modified":"2026-06-23T20:42:02","modified_gmt":"2026-06-23T20:42:02","slug":"regulasi-baru-motogp-2026-larangan-holeshot-device-dan-perubahan-grid","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/23\/regulasi-baru-motogp-2026-larangan-holeshot-device-dan-perubahan-grid\/","title":{"rendered":"Regulasi Baru MotoGP 2026 Larangan Holeshot Device dan Perubahan Grid"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/24\/1782247093_b8031f011b7a56aa3eb5.jpg\" alt=\"Regulasi Baru MotoGP 2026: Larangan Holeshot Device dan Perubahan Grid\"\/><figcaption>Aksi para pembalap MotoGP(AFP\/Luis ROBAYO)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KOMISI Grand Prix (GPC) resmi memberlakukan perubahan regulasi signifikan di ajang <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/motogp\" title=\"motogp\">MotoGP<\/a> yang mulai diterapkan pada <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gp-belanda\" title=\"GP Belanda\">GP Belanda<\/a> di Sirkuit Assen, akhir pekan ini. Salah satu poin krusial dalam keputusan tersebut adalah larangan penggunaan perangkat <em>holeshot<\/em> atau <em>front ride-height device<\/em>.<\/p>\n<p>Melansir laman resmi MotoGP, Rabu (24\/6), perangkat ini sebelumnya menjadi andalan para pembalap untuk menurunkan posisi motor saat <em>start<\/em> guna mengoptimalkan akselerasi awal.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Meski awalnya direncanakan untuk dihapus pada perombakan regulasi besar musim depan, GPC memutuskan untuk mempercepat larangan tersebut agar berlaku efektif mulai seri Assen 2026.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/olahraga\/786948\/marc-marquez-juarai-gp-belanda\" title=\"Marc Marquez Juarai GP Belanda\" target=\"_blank\">Marc Marquez Juarai GP Belanda<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Peningkatan Standar Keselamatan di Starting Grid<\/h3>\n<p>Selain aspek teknis pada motor, GPC juga memberikan perhatian serius pada aspek keselamatan saat balapan dimulai. Mulai GP Jerman di Sachsenring, 12 Juli mendatang, tata letak <em>starting grid<\/em> akan diubah untuk seluruh kelas balap (MotoGP, Moto2, dan Moto3).<\/p>\n<p>Kebijakan baru ini mengatur perluasan jarak antarpembalap dan antarbaris guna meminimalisir risiko kecelakaan fatal di tikungan pertama. Berikut adalah rincian perubahan dimensi pada <em>starting grid<\/em>:<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0; border: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Parameter Grid<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Regulasi Lama<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Regulasi Baru<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Jarak Antarpembalap (Samping)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">3 Meter<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">4 Meter<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Jarak Antarbaris (Depan-Belakang)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">9 Meter<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">12 Meter<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Format Baris<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">3 Pembalap \/ Baris<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">3 Pembalap \/ Baris (Tetap)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h3>Pembatasan Jumlah Motor Pabrikan<\/h3>\n<p>Menatap masa depan kompetisi yang lebih seimbang, GPC juga menetapkan aturan mengenai kuota motor untuk setiap pabrikan yang akan diresmikan pada musim 2028. Langkah ini diambil untuk memastikan persaingan yang lebih sehat dan mencegah dominasi satu pabrikan dalam memasok motor di grid.<\/p>\n<p>Dalam aturan tersebut, setiap pabrikan hanya diperbolehkan menurunkan maksimal enam motor (satu tim pabrikan dan dua tim satelit). Aturan ini akan mengikat secara resmi dengan syarat minimal terdapat lima pabrikan yang berkompetisi di kejuaraan dunia. (Ant\/Z-1)<\/p>\n<p>Pembatasan enam motor sebenarnya sudah mulai terlihat polanya pada musim 2026 ini, namun GPC memandang perlu untuk memformalkan aturan tersebut dalam regulasi teknis jangka panjang mulai 2028 guna menjaga stabilitas ekosistem MotoGP.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/olahraga\/903668\/regulasi-baru-motogp-2026-larangan-holeshot-device-dan-perubahan-grid\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aksi para pembalap MotoGP(AFP\/Luis ROBAYO) KOMISI Grand Prix (GPC) resmi memberlakukan perubahan regulasi signifikan di ajang MotoGP yang mulai diterapkan pada GP Belanda di Sirkuit Assen, akhir pekan ini. Salah satu poin krusial dalam keputusan tersebut adalah larangan penggunaan perangkat holeshot atau front ride-height device. Melansir laman resmi MotoGP, Rabu (24\/6), perangkat ini sebelumnya menjadi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":61752,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-61751","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61751","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=61751"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61751\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/61752"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=61751"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=61751"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=61751"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}