{"id":61585,"date":"2026-06-23T13:27:37","date_gmt":"2026-06-23T13:27:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/23\/konflik-israel-libanon-itamar-ben-gvir-tolak-gencatan-senjata-usulan-as\/"},"modified":"2026-06-23T13:27:37","modified_gmt":"2026-06-23T13:27:37","slug":"konflik-israel-libanon-itamar-ben-gvir-tolak-gencatan-senjata-usulan-as","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/23\/konflik-israel-libanon-itamar-ben-gvir-tolak-gencatan-senjata-usulan-as\/","title":{"rendered":"Konflik Israel-Libanon Itamar Ben Gvir Tolak Gencatan Senjata Usulan AS"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/23\/1782221158_0c3d5702ea12b1f2d593.png\" alt=\"Konflik Israel-Libanon: Itamar Ben Gvir Tolak Gencatan Senjata Usulan AS\"\/><figcaption>Pergerakan kendaraan militer dan tank Israel terlihat di sekitar desa al-Aadaissah dekat perbatasan Libanon-Israel, 13 Mei 2026.(ANTARA\/Anadolu)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><strong>KETEGANGAN<\/strong>\u00a0di kawasan Timur Tengah semakin memanas setelah Menteri Keamanan Nasional Israel, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/itamar-ben-gvir\" title=\"Itamar Ben Gvir\">Itamar Ben Gvir<\/a>, secara terbuka menyatakan penolakannya terhadap rencana gencatan senjata antara Israel dan Libanon yang tengah diupayakan oleh Amerika Serikat (AS). Ben Gvir bahkan mengeluarkan pernyataan kontroversial dengan menyebut bahwa Libanon seharusnya berada di bawah dominasi penuh Israel.<\/p>\n<p>Dalam wawancara dengan stasiun televisi publik Israel, <em>KAN<\/em>, pada Senin (22\/6), Ben Gvir menegaskan bahwa pemerintah Israel tidak boleh menerima kesepakatan penghentian konflik tersebut. Ia menilai Libanon tidak layak menjadi bagian dari kesepakatan damai dalam kondisi saat ini.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Israel tidak bisa menyetujui gencatan senjata di Libanon,&#8221; tegas Ben Gvir dalam wawancara tersebut.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/902388\/menteri-israel-itamar-ben-gvir-serukan-seluruh-libanon-harus-dibakar\" title=\"Menteri Israel Itamar Ben Gvir Serukan Seluruh Libanon Harus Dibakar\" target=\"_blank\">Menteri Israel Itamar Ben Gvir Serukan Seluruh Libanon Harus Dibakar<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Desak Netanyahu Tolak Usulan Trump<\/h3>\n<p>Ben Gvir juga meminta Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk bersikap tegas kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Meskipun mengakui Trump sebagai sekutu dekat, Ben Gvir menekankan bahwa kepentingan keamanan nasional Israel harus berada di atas segalanya.<\/p>\n<p>&#8220;Trump adalah teman sejati. Kami harus memperlakukannya dengan sopan dan merangkulnya, tetapi kita perlu mengatakan kepadanya bahwa kita tidak bisa menyetujui gencatan senjata di Libanon,&#8221; ujarnya. Ia menambahkan bahwa keputusan militer sepenuhnya berada di tangan Israel dan mengklaim adanya hasil positif bagi para prajurit di lapangan.<\/p>\n<p>Pernyataan keras ini berbanding terbalik dengan klaim Washington. Sebelumnya, pada Jumat (19\/6), Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Israel telah menyetujui gencatan senjata baru dengan Libanon. Trump menyebut kesepakatan tersebut sebagai &#8220;pelengkap yang sempurna&#8221; untuk meredakan ketegangan di kawasan.<\/p>\n<h3>Dinamika Internal dan Dampak Konflik<\/h3>\n<p>Penolakan Ben Gvir mencerminkan keretakan internal di pemerintahan Israel, terutama terkait diplomasi AS di kawasan, termasuk nota kesepahaman (MoU) antara AS dan Iran. Tokoh oposisi seperti Avigdor Lieberman dari Partai Yisrael Beiteinu juga mengkritik kebijakan yang dianggap terlalu mengikuti kepentingan global dibanding keamanan domestik.<\/p>\n<div style=\"background-color: #f9f9f9; padding: 15px; border-left: 5px solid #cc0000; margin: 20px 0;\"><strong>Data Korban Konflik Israel-Libanon (Sejak 2 Maret):<\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Korban Tewas: Lebih dari 4.100 orang<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Korban Luka-luka: Lebih dari 12.000 orang<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Status Wilayah: Pasukan Israel masih menduduki sejumlah titik di Libanon Selatan.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<\/div>\n<p>Di sisi lain, kelompok Hizbullah menyatakan kesiapan untuk mematuhi gencatan senjata, namun mereka menuduh Israel terus berupaya memperluas operasi militer. Hingga saat ini, serangan militer di Libanon telah menelan ribuan korban jiwa dan menyebabkan krisis kemanusiaan yang mendalam, sementara solusi diplomatik masih terganjal ego politik di dalam kabinet Israel. (Fer\/I-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/903574\/konflik-israel-libanon-itamar-ben-gvir-tolak-gencatan-senjata-usulan-as\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pergerakan kendaraan militer dan tank Israel terlihat di sekitar desa al-Aadaissah dekat perbatasan Libanon-Israel, 13 Mei 2026.(ANTARA\/Anadolu) KETEGANGAN\u00a0di kawasan Timur Tengah semakin memanas setelah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, secara terbuka menyatakan penolakannya terhadap rencana gencatan senjata antara Israel dan Libanon yang tengah diupayakan oleh Amerika Serikat (AS). Ben Gvir bahkan mengeluarkan pernyataan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":61586,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-61585","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61585","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=61585"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61585\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/61586"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=61585"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=61585"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=61585"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}