{"id":61402,"date":"2026-06-23T05:35:43","date_gmt":"2026-06-23T05:35:43","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/23\/rutin-latihan-beban-bisa-pangkas-risiko-serangan-jantung-ini-penjelasan-riset\/"},"modified":"2026-06-23T05:35:43","modified_gmt":"2026-06-23T05:35:43","slug":"rutin-latihan-beban-bisa-pangkas-risiko-serangan-jantung-ini-penjelasan-riset","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/23\/rutin-latihan-beban-bisa-pangkas-risiko-serangan-jantung-ini-penjelasan-riset\/","title":{"rendered":"Rutin Latihan Beban Bisa Pangkas Risiko Serangan Jantung, Ini Penjelasan Riset"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/23\/1782167925_e052d1de65bd741c3aa8.jpg\" alt=\"Rutin Latihan Beban Bisa Pangkas Risiko Serangan Jantung, Ini Penjelasan Riset\"\/><figcaption>Ilustrasi(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>SELAMA bertahun-tahun, olahraga kardio seperti berlari, bersepeda, atau berenang selalu menjadi rekomendasi utama untuk menjaga kesehatan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/jantung\" title=\"Jantung\">jantung<\/a>. Namun, sebuah studi terbaru berskala besar menepis anggapan hanya kardio yang bisa melindungi jantung. Riset tersebut mengungkapkan latihan kekuatan (strength training) atau <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/latihan-beban\" title=\"Latihan beban\">latihan beban<\/a> memiliki peran yang tidak kalah krusial dalam menurunkan risiko serangan jantung dan stroke.<\/p>\n<p>Studi yang melacak data kesehatan ribuan orang dewasa selama beberapa dekade ini menemukan bahwa individu yang rutin melakukan latihan kekuatan, seperti angkat beban, push-up, atau latihan menggunakan tali resistensi, memiliki kemungkinan yang jauh lebih kecil untuk terkena penyakit kardiovaskular, terlepas dari apakah mereka melakukan olahraga kardio atau tidak.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Secara biologis, latihan kekuatan bekerja dengan cara meningkatkan massa otot tanpa lemak. Massa otot yang lebih tinggi membantu tubuh membakar kalori secara lebih efisien, yang pada gilirannya meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu mengontrol kadar gula darah. Selain itu, latihan kekuatan secara konsisten terbukti dapat menurunkan tekanan darah istirahat dan mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh, dua faktor risiko utama pemicu serangan jantung.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/902619\/waspada-silent-killer-serangan-jantung-pada-pasien-diabetes-tanpa-gejala-nyeri-dada\" title=\"Waspada Silent Killer, Serangan Jantung pada Pasien Diabetes Tanpa Gejala Nyeri Dada\" target=\"_blank\">Waspada Silent Killer, Serangan Jantung pada Pasien Diabetes Tanpa Gejala Nyeri Dada<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dr. Timothy Miller, seorang spesialis kedokteran olahraga di The Ohio State University Wexner Medical Center, memberikan pandangannya mengenai temuan ini. &#8220;Banyak orang mengira kesehatan jantung hanya berkaitan dengan aktivitas yang membuat Anda terengah-engah seperti berlari,&#8221; kata Dr. Miller. &#8220;Namun, latihan kekuatan membangun jaringan otot yang bertindak sebagai spons untuk memproses glukosa dan mengelola metabolisme tubuh, yang secara langsung meringankan beban kerja jantung Anda.&#8221;<\/p>\n<p>Menariknya, Anda tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam di pusat kebugaran untuk mendapatkan manfaat ini. Data penelitian menunjukkan bahwa melakukan latihan kekuatan selama 30 hingga 60 menit saja per minggu sudah cukup untuk memberikan perlindungan yang signifikan bagi jantung.<\/p>\n<p>Meskipun latihan kekuatan berdiri sendiri sudah memberikan dampak positif, kombinasi antara kardio dan latihan beban tetap menjadi formula terbaik untuk kebugaran total. Kardio memperkuat daya tahan otot jantung itu sendiri, sementara latihan beban memperbaiki profil metabolik tubuh secara keseluruhan.<\/p>\n<p>Bagi pemula, para ahli menyarankan untuk memulai secara bertahap guna menghindari cedera. Anda bisa memulainya dengan latihan beban tubuh sendiri (bodyweight exercise) di rumah, seperti squat, lunges, dan plank, sebanyak dua kali seminggu, sebelum perlahan beralih menggunakan beban tambahan. Langkah sederhana ini bisa menjadi investasi jangka panjang yang sangat berharga untuk kesehatan jantung Anda. (Eating Well\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/903280\/rutin-latihan-beban-bisa-pangkas-risiko-serangan-jantung-ini-penjelasan-riset\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Magnific) SELAMA bertahun-tahun, olahraga kardio seperti berlari, bersepeda, atau berenang selalu menjadi rekomendasi utama untuk menjaga kesehatan jantung. Namun, sebuah studi terbaru berskala besar menepis anggapan hanya kardio yang bisa melindungi jantung. Riset tersebut mengungkapkan latihan kekuatan (strength training) atau latihan beban memiliki peran yang tidak kalah krusial dalam menurunkan risiko serangan jantung dan stroke. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":61403,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-61402","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61402","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=61402"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61402\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/61403"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=61402"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=61402"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=61402"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}