{"id":61340,"date":"2026-06-23T03:00:49","date_gmt":"2026-06-23T03:00:49","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/23\/teleskop-james-webb-deteksi-angin-pembunuh-galaksi-ramalan-kematian-bima-sakti\/"},"modified":"2026-06-23T03:00:49","modified_gmt":"2026-06-23T03:00:49","slug":"teleskop-james-webb-deteksi-angin-pembunuh-galaksi-ramalan-kematian-bima-sakti","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/23\/teleskop-james-webb-deteksi-angin-pembunuh-galaksi-ramalan-kematian-bima-sakti\/","title":{"rendered":"Teleskop James Webb Deteksi Angin Pembunuh Galaksi, Ramalan Kematian Bima Sakti"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/23\/1782172258_8cb0c3dd848e400cd64c.jpg\" alt=\"Teleskop James Webb Deteksi 'Angin Pembunuh Galaksi', Ramalan Kematian Bima Sakti?\"\/><figcaption>Ilustrasi sistem galaksi CRISTAL-02, dengan aliran gas yang keluar hampir sama besarnya dengan sistem itu sendiri, menunjukkan bahwa gas pembentuk bintang sedang mengalir.(Joshua Worth melalui lisensi Creative Commons CC-BY)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KETIKA dua galaksi bertabrakan, prosesnya tidak seperti kecelakaan kereta api, melainkan seperti pernikahan yang menyatukan dua entitas menjadi satu struktur kosmik raksasa. Namun, hubungan ini tidak selalu berjalan mulus. Proses merger ini ternyata dapat &#8220;membunuh&#8221; galaksi itu sendiri dengan melepaskan angin dahsyat yang menghentikan pembentukan bintang baru.<\/p>\n<p>Penemuan dari Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) ini berhasil menjelaskan teka-teki kuno di awal alam semesta. Melalui berbagai pengamatan, para astronom sebelumnya mendapati bahwa banyak galaksi tumbuh menjadi sangat masif hanya dalam waktu 1 miliar tahun setelah Big Bang. Namun yang mengejutkan, sekitar 1 miliar tahun berikutnya, galaksi-galaksi tersebut tiba-tiba berhenti memproduksi bintang dan menjadi mati atau tidak aktif (quiescent).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Meskipun angin galaksi sudah lama dicurigai sebagai penyebabnya, para astronom sebelumnya kekurangan bukti langsung. Kini, dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, tim astronom internasional berhasil mengonfirmasi bagaimana angin yang digerakkan oleh aktivitas bintang ini mematikan galaksi.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/902067\/rahasia-planet-pink-gj504b-terungkap-teleskop-james-webb-temukan-kandungan-garam-misterius\" title=\"Rahasia 'Planet Pink' GJ504b Terungkap, Teleskop James Webb Temukan Kandungan Garam Misterius\" target=\"_blank\">Rahasia &#8216;Planet Pink&#8217; GJ504b Terungkap, Teleskop James Webb Temukan Kandungan Garam Misterius<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Menggunakan JWST dan teleskop radio Atacama Large Millimeter\/submillimeter Array (ALMA) di Cile, para peneliti mengamati sistem galaksi bernama CRISTAL-02 yang terbentuk hanya 1 miliar tahun setelah Big Bang. Galaksi ini memiliki massa bintang sekitar 10 miliar kali lebih besar dari matahari dan merupakan hasil akhir dari tabrakan antargalaksi.<\/p>\n<p>Di sistem ini, ilmuwan menemukan semburan gas raksasa yang panjangnya hampir menyamai sistem galaksi itu sendiri, bergerak menjauh ke luar angkasa dengan kecepatan ratusan mil per detik. Semburan massal yang mencapai 1,5 billion massa matahari ini didorong oleh angin intens akibat lonjakan pembentukan bintang baru dan kematian bintang secara massal (supernova). Angin radioaktif yang sangat kuat tersebut memanaskan dan membuyarkan awan gas molekuler dingin, sehingga gas tidak bisa runtuh oleh gravitasi untuk melahirkan bintang baru.<\/p>\n<p>&#8220;Galaksi ini memiliki angin kuat yang mengeluarkan material dua kali lebih cepat daripada kecepatan galaksi tersebut membentuk bintang,&#8221; kata penulis utama studi, Rebecca Davies, seorang astrofisikawan dari Swinburne University of Technology di Australia.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/901771\/planet-ltt-9779-b-neptunus-ultra-panas-dengan-awan-mineral-silikat\" title=\"Planet LTT 9779 b: Neptunus Ultra-Panas dengan Awan Mineral Silikat\" target=\"_blank\">Planet LTT 9779 b: Neptunus Ultra-Panas dengan Awan Mineral Silikat<\/a><\/strong><\/p>\n<p>CRISTAL-02 mampu membentuk sekitar 260 bintang bermassa matahari baru per tahun, tiga kali lebih cepat dari galaksi sejenis. Namun, di saat bersamaan, galaksi ini kehilangan lebih dari 500 massa matahari per tahun akibat embusan angin tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Kami tidak tahu banyak tentang bagaimana galaksi-galaksi pertama berhenti membentuk bintang. Penelitian ini secara langsung menunjukkan proses tersebut sedang berlangsung,&#8221; ujar salah satu penulis studi, Andreas Faisst, seorang astronom pengamat di Caltech. &#8220;Jika aliran keluar ini terus berlanjut, galaksi akan kehabisan gas untuk membentuk bintang dalam waktu kurang dari 100 milian tahun dari sekarang\u2014sekejap mata dalam istilah astrofisika.&#8221;<\/p>\n<p>Fenomena kosmik ini diperkirakan bukan sebuah kebetulan, mengingat hampir separuh galaksi masif purba saling berinteraksi dengan galaksi tetangganya. Proses penuaan galaksi semacam ini juga diprediksi akan menjadi masa depan galaksi kita, Bima Sakti, yang diperkirakan akan bertabrakan dengan galaksi tetangga terbesar kita, Andromeda, dalam waktu sekitar 4,5 miliar tahun lagi.<\/p>\n<p>Tabrakan tersebut &#8220;kemungkinan akan memicu lonjakan pembentukan bintang yang disertai dengan angin bintang yang kuat, mungkin mirip dengan apa yang kita lihat di CRISTAL-02,&#8221; ungkap Faisst. Akhirnya, sistem Bima Sakti dan Andromeda kemungkinan besar akan berubah menjadi satu galaksi elips besar yang mati. (Live Sciencce\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/903304\/teleskop-james-webb-deteksi-angin-pembunuh-galaksi-ramalan-kematian-bima-sakti\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi sistem galaksi CRISTAL-02, dengan aliran gas yang keluar hampir sama besarnya dengan sistem itu sendiri, menunjukkan bahwa gas pembentuk bintang sedang mengalir.(Joshua Worth melalui lisensi Creative Commons CC-BY) KETIKA dua galaksi bertabrakan, prosesnya tidak seperti kecelakaan kereta api, melainkan seperti pernikahan yang menyatukan dua entitas menjadi satu struktur kosmik raksasa. Namun, hubungan ini tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":61341,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-61340","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61340","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=61340"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61340\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/61341"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=61340"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=61340"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=61340"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}