{"id":61338,"date":"2026-06-23T02:56:12","date_gmt":"2026-06-23T02:56:12","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/23\/roy-suryo-dan-dokter-tifa-tak-ditahan-kejaksaan-kubu-jokowi-duga-ada-intervensi\/"},"modified":"2026-06-23T02:56:12","modified_gmt":"2026-06-23T02:56:12","slug":"roy-suryo-dan-dokter-tifa-tak-ditahan-kejaksaan-kubu-jokowi-duga-ada-intervensi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/23\/roy-suryo-dan-dokter-tifa-tak-ditahan-kejaksaan-kubu-jokowi-duga-ada-intervensi\/","title":{"rendered":"Roy Suryo dan Dokter Tifa tak Ditahan Kejaksaan, Kubu Jokowi Duga Ada Intervensi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/23\/1782183316_ea6cca7768f2b2d66d2a.jpg\" alt=\"Roy Suryo dan Dokter Tifa tak Ditahan Kejaksaan, Kubu Jokowi Duga Ada Intervensi\"\/><figcaption>Petugas kepolisian menggiring Roy Suryo (tengah) ke dalam gedung di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (22\/6\/2026).(ANTARA\/Sulthony Hasanuddin)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KUASA hukum Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Rivai Kusumanegara, memberikan respons tegas terkait keputusan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kejari-jaksel\" title=\"kejari jaksel\">Kejari Jaksel<\/a>) yang tidak menahan dua tersangka kasus dugaan tindak pidana tudingan ijazah palsu, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/roy-suryo\" title=\"Roy Suryo\">Roy Suryo<\/a> dan Tifauziah Tyassuma alias <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/dokter-tifa\" title=\"Dokter tifa\">Dokter Tifa<\/a>.<\/p>\n<p>Rivai menegaskan bahwa secara personal, kliennya tidak memiliki kepentingan langsung mengenai status penahanan para tersangka. Menurutnya, penahanan merupakan wilayah diskresi dan kewenangan absolut aparat penegak hukum demi kelancaran proses penyidikan maupun penuntutan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>\u201cPak <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/jokowi\" title=\"jokowi\">Jokowi<\/a> tidak memiliki kepentingan terkait ditahan atau tidaknya para tersangka karena itu merupakan kewenangan penegak hukum demi kepentingan tugasnya,\u201d ujar Rivai dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23\/6\/2026).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/902527\/kapolri-buka-suara-terkait-penangkapan-roy-suryo-dan-dokter-tifa-dalam-kasus-ijazah-palsu-jokowi\" title=\"Kapolri Buka Suara Terkait Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi\" target=\"_blank\">Kapolri Buka Suara Terkait Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Dugaan Intervensi dan Kejanggalan Prosedur<\/h3>\n<p>Meski menghormati proses hukum, Rivai memberikan catatan kritis terhadap perubahan sikap kejaksaan. Ia mencermati adanya kejanggalan saat pelimpahan tahap dua (penyerahan tersangka dan barang bukti).<\/p>\n<p>Menurutnya, penyidik Polda Metro Jaya sempat melakukan penahanan menjelang pelimpahan, yang biasanya dilakukan atas koordinasi atau permintaan pihak kejaksaan sesuai aturan internal.<\/p>\n<p>Namun, saat berkas resmi diterima kejaksaan, pihak jaksa justru memutuskan untuk melepaskan para tersangka dari status tahanan. Rivai menduga ada faktor eksternal yang memengaruhi keputusan mendadak tersebut.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/902875\/roy-suryo-dan-dokter-tifa-keluar-dari-rs-polri-langsung-dibawa-ke-polda\" title=\"Roy Suryo dan Dokter Tifa Keluar dari RS Polri, Langsung Dibawa ke Polda\" target=\"_blank\">Roy Suryo dan Dokter Tifa Keluar dari RS Polri, Langsung Dibawa ke Polda<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cYang menarik adalah ternyata pada tahap dua Jaksa justru tidak melakukan penahanan, yang diduga adanya intervensi tertentu sehingga Jaksa tidak jadi menahan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Rivai menekankan bahwa fokus utamanya saat ini adalah menjaga independensi Korps Adhyaksa. Sebab, setelah pelimpahan tahap dua, seluruh hak dan kepentingan hukum Joko Widodo sebagai korban sepenuhnya diwakili oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).<\/p>\n<div style=\"background-color: #f9f9f9; padding: 15px; border-left: 5px solid #2196F3; margin: 20px 0;\"><strong>Informasi Kasus:<\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin-top: 10px;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #eeeeee;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px; text-align: left;\">Aspek<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px; text-align: left;\">Detail Informasi<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\"><strong>Tersangka<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Roy Suryo &amp; Tifauziah Tyassuma (Dokter Tifa)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\"><strong>Kasus<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Dugaan tindak pidana tudingan ijazah palsu Joko Widodo<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\"><strong>Status Penahanan<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Tidak ditahan oleh Kejari Jaksel (Tahap II)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\"><strong>Tanggal Pelimpahan<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Senin, 22 Juni 2026<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<\/div>\n<h3>Alasan Kejaksaan Tidak Melakukan Penahanan<\/h3>\n<p>Sebelumnya, Kepala Kejari Jaksel, Marcelo Bellah, mengonfirmasi bahwa pihaknya tidak menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa setelah menerima pelimpahan dari Polda Metro Jaya pada Senin (22\/6). Keputusan tersebut didasarkan pada permohonan penangguhan penahanan yang diajukan oleh keluarga dan kuasa hukum tersangka.<\/p>\n<p>\u201cMempertimbangkan keluarga sebagai penjamin yang bersedia menerima risiko apabila tersangka tidak hadir dalam persidangan, serta surat pernyataan dari para tersangka yang akan senantiasa kooperatif,\u201d jelas Marcelo di Gedung Kejari Jaksel.<\/p>\n<p>Menanggapi hal itu, Rivai berharap institusi kejaksaan tetap teguh pada prinsip <em>dominus litis<\/em> (pengendali perkara) dan membentengi diri dari tekanan luar demi mewujudkan rasa keadilan bagi korban. (Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/903340\/roy-suryo-dan-dokter-tifa-tak-ditahan-kejaksaan-kubu-jokowi-duga-ada-intervensi\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Petugas kepolisian menggiring Roy Suryo (tengah) ke dalam gedung di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (22\/6\/2026).(ANTARA\/Sulthony Hasanuddin) KUASA hukum Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Rivai Kusumanegara, memberikan respons tegas terkait keputusan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kejari Jaksel) yang tidak menahan dua tersangka kasus dugaan tindak pidana tudingan ijazah palsu, Roy Suryo dan Tifauziah Tyassuma [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":61339,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-61338","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61338","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=61338"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61338\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/61339"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=61338"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=61338"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=61338"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}