{"id":61297,"date":"2026-06-23T01:11:47","date_gmt":"2026-06-23T01:11:47","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/23\/bahaya-kue-putu-cetakan-paralon-pakar-ipb-ingatkan-risiko-kanker-dan-ginjal\/"},"modified":"2026-06-23T01:11:47","modified_gmt":"2026-06-23T01:11:47","slug":"bahaya-kue-putu-cetakan-paralon-pakar-ipb-ingatkan-risiko-kanker-dan-ginjal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/23\/bahaya-kue-putu-cetakan-paralon-pakar-ipb-ingatkan-risiko-kanker-dan-ginjal\/","title":{"rendered":"Bahaya Kue Putu Cetakan Paralon Pakar IPB Ingatkan Risiko Kanker dan Ginjal"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/23\/1782176135_13bb4865bab0336745d8.jpg\" alt=\"Bahaya Kue Putu Cetakan Paralon: Pakar IPB Ingatkan Risiko Kanker dan Ginjal\"\/><figcaption>Kue Putu(willflyforfood.net)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>SUARA melengking khas gerobak <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kue-putu\" title=\"kue putu\">kue putu<\/a> sering kali menjadi melodi nostalgia yang membangkitkan selera. Namun, di balik kelezatan jajanan tradisional bertabur kelapa ini, tersimpan ancaman kesehatan yang serius akibat pergeseran penggunaan alat cetak dari bambu ke pipa <em>polyvinyl chloride<\/em> (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pvc\" title=\"pvc\">PVC<\/a>) atau <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/paralon\" title=\"paralon\">paralon<\/a>.<\/p>\n<p>Fenomena ini mendapat perhatian serius dari pakar Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, Prof. Eko Hari Purnomo. Ia menegaskan bahwa penggunaan pipa paralon dalam proses pengukusan kue putu sangat berbahaya bagi tubuh manusia.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h3>Risiko Migrasi Zat Beracun<\/h3>\n<p>Menurut Prof. Eko, pipa paralon pada dasarnya dirancang untuk mengalirkan air dalam kondisi dingin, bukan sebagai alat masak. Jenis <em>unplasticized<\/em> PVC yang umum digunakan hanya mampu menahan suhu di bawah 50 derajat Celsius. Sementara itu, proses pembuatan kue putu membutuhkan suhu yang jauh lebih tinggi.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/891620\/waspada-zat-karsinogenik-kenali-jenis-makanan-dan-minuman-pemicu-kanker\" title=\"Waspada Zat Karsinogenik, Kenali Jenis Makanan dan Minuman Pemicu Kanker\" target=\"_blank\">Waspada Zat Karsinogenik, Kenali Jenis Makanan dan Minuman Pemicu Kanker<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Proses pengukusan kue putu menggunakan uap air bersuhu 100 derajat Celsius agar terjadi gelatinisasi pati beras pada suhu sekitar 80 derajat Celsius. Suhu tinggi inilah yang memicu migrasi atau perpindahan komponen plastik dari pipa ke dalam kue,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Paparan panas ekstrem pada material PVC dapat melepaskan zat tambahan seperti stabiliser yang mengandung timbal (Pb). Jika terkonsumsi secara terus-menerus, zat ini berisiko merusak fungsi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ginjal\" title=\"ginjal\">ginjal<\/a>. Selain itu, terdapat ancaman dari monomer pembentuk PVC yang bersifat <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/karsinogenik\" title=\"karsinogenik\">karsinogenik<\/a> atau pemicu <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kanker\" title=\"kanker\">kanker<\/a>.<\/p>\n<div style=\"background-color: #f9f9f9; padding: 20px; border-left: 5px solid #d32f2f; margin: 20px 0;\">\n<h4 style=\"margin-top: 0;\">Perbandingan Keamanan Material Cetakan Kue Putu<\/h4>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin-top: 10px;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #eeeeee;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px; text-align: left;\">Aspek<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px; text-align: left;\">Pipa PVC (Paralon)<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px; text-align: left;\">Bambu (Tradisional)<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Batas Suhu Aman<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Di bawah 50\u00b0C<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Tahan suhu uap panas (100\u00b0C)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Kandungan Berbahaya<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Timbal (Pb) &amp; Monomer Karsinogenik<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Alami (Tanpa zat kimia)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Dampak Kesehatan<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Gangguan ginjal &amp; risiko kanker<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Aman (dengan pencucian rutin)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Nilai Budaya<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Rendah<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Tinggi (Melestarikan tradisi)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<\/div>\n<h3>Kembali ke Bambu atau Plastik Food Grade<\/h3>\n<p>Sebagai solusi, Prof. Eko menyarankan pedagang untuk kembali menggunakan cetakan bambu. Selain lebih ramah lingkungan, bambu merupakan material alami yang aman selama dijaga kebersihannya. Penggunaan bambu juga dinilai mampu mempertahankan nilai kultural dari kuliner tradisional Indonesia.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/871944\/memahami-perbedaan-kanker-ginjal-pada-anak-dan-dewasa-faktor-genetik-vs-gaya-hidup\" title=\"Memahami Perbedaan Kanker Ginjal pada Anak dan Dewasa: Faktor Genetik vs Gaya Hidup\" target=\"_blank\">Memahami Perbedaan Kanker Ginjal pada Anak dan Dewasa: Faktor Genetik vs Gaya Hidup<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Kalaupun harus menggunakan cetakan plastik, pastikan memilih jenis yang memang dikhususkan untuk pangan (food grade) dan tahan terhadap suhu tinggi,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<h3>Tanggung Jawab Kolektif<\/h3>\n<p>Menutup penjelasannya, Prof. Eko menekankan bahwa keamanan pangan bukan hanya tugas pedagang, melainkan tanggung jawab lintas sektor. Edukasi masif perlu dilakukan oleh pemerintah daerah, perguruan tinggi, hingga otoritas seperti BPOM untuk melindungi konsumen.<\/p>\n<p>Masyarakat sebagai konsumen juga diharapkan lebih jeli dalam memilih jajanan. Dengan mengutamakan aspek keamanan, kelezatan kue putu tidak hanya akan membangkitkan nostalgia, tetapi juga menjamin kesehatan bagi yang menikmatinya. (Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/903319\/bahaya-kue-putu-cetakan-paralon-pakar-ipb-ingatkan-risiko-kanker-dan-ginjal\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kue Putu(willflyforfood.net) SUARA melengking khas gerobak kue putu sering kali menjadi melodi nostalgia yang membangkitkan selera. Namun, di balik kelezatan jajanan tradisional bertabur kelapa ini, tersimpan ancaman kesehatan yang serius akibat pergeseran penggunaan alat cetak dari bambu ke pipa polyvinyl chloride (PVC) atau paralon. Fenomena ini mendapat perhatian serius dari pakar Fakultas Teknik dan Teknologi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":61298,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-61297","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61297","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=61297"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61297\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/61298"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=61297"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=61297"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=61297"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}