{"id":61149,"date":"2026-06-22T18:36:47","date_gmt":"2026-06-22T18:36:47","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/22\/transformasi-subsidi-dan-efisiensi-operasional-angkat-kinerja-bumn-pupuk-di-asia-tenggara\/"},"modified":"2026-06-22T18:36:47","modified_gmt":"2026-06-22T18:36:47","slug":"transformasi-subsidi-dan-efisiensi-operasional-angkat-kinerja-bumn-pupuk-di-asia-tenggara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/22\/transformasi-subsidi-dan-efisiensi-operasional-angkat-kinerja-bumn-pupuk-di-asia-tenggara\/","title":{"rendered":"Transformasi Subsidi dan Efisiensi Operasional Angkat Kinerja BUMN Pupuk di Asia Tenggara"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/23\/1782153215_d1b8a2d53b4b84b094f6.jpg\" alt=\"Transformasi Subsidi dan Efisiensi Operasional Angkat Kinerja BUMN Pupuk di Asia Tenggara\"\/><figcaption>PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 (FSEA500) 2026, yang memuat 500 perusahaan terbesar di Asia Tenggara berdasarkan pendapatan tahun fiskal 2025.(Dok. PT Pupuk Indonesia)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KINERJA industri pupuk nasional dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan penguatan yang ditopang oleh pembenahan tata kelola dan efisiensi operasional. Di tengah perubahan skema subsidi dan dorongan peningkatan daya saing, sejumlah <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bumn\" title=\"BUMN\">BUMN<\/a> strategis mulai menunjukkan hasil dari reformasi yang dijalankan secara bertahap, termasuk dalam bentuk pengakuan di tingkat regional.<\/p>\n<p>Capaian tersebut salah satunya tercermin dari masuknya <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pt-pupuk-indonesia\" title=\"PT Pupuk Indonesia\">PT Pupuk Indonesia<\/a> (Persero) kembali dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 (FSEA500) 2026, yang memuat 500 perusahaan terbesar di Asia Tenggara berdasarkan pendapatan tahun fiskal 2025. Pengakuan ini menegaskan penguatan fundamental bisnis perusahaan yang ditopang oleh transformasi tata kelola dan peningkatan efisiensi secara berkelanjutan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Dalam daftar tahun ini, Pupuk Indonesia menempati peringkat ke-68 dengan pendapatan audited sebesar Rp90,4 triliun, tumbuh 10% dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja tersebut menunjukkan ketahanan bisnis di tengah perubahan skema subsidi serta penyesuaian operasional di industri pupuk nasional.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/821417\/wna-yang-ditunjuk-jadi-direksi-bumn-wajib-lapor-lhkpn\" title=\"WNA yang Ditunjuk jadi Direksi BUMN Wajib Lapor LHKPN\" target=\"_blank\">WNA yang Ditunjuk jadi Direksi BUMN Wajib Lapor LHKPN<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, Yehezkiel Adiperwira, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil konsistensi transformasi internal yang dijalankan perusahaan, terutama pada aspek tata kelola dan efisiensi operasional.<\/p>\n<p>&#8220;Peringkat Pupuk Indonesia dalam Fortune Southeast Asia 500 mencerminkan kuatnya fundamental bisnis perusahaan yang dibangun melalui transformasi tata kelola dan peningkatan efisiensi secara berkelanjutan. Fondasi tersebut memungkinkan Pupuk Indonesia untuk terus mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mempercepat investasi yang memperkuat daya saing dan membuka peluang pertumbuhan baru,&#8221; ujar Yehezkiel dalam keterangannya, Senin (22\/6).<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, penguatan kinerja perusahaan juga didorong oleh reformasi tata kelola pupuk bersubsidi yang dijalankan pemerintah. Melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2025, mekanisme distribusi pupuk disederhanakan sehingga penyaluran kepada petani menjadi lebih cepat dan lebih efisien.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/893463\/presiden-prabowo-beri-taklimat-400-calon-pemimpin-bumn-di-hambalang\" title=\"Presiden Prabowo Beri Taklimat 400 Calon Pemimpin BUMN di Hambalang\" target=\"_blank\">Presiden Prabowo Beri Taklimat 400 Calon Pemimpin BUMN di Hambalang<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Reformasi tersebut kemudian diperkuat dengan Perpres Nomor 113 Tahun 2025 yang mengubah skema subsidi dari <em>cost plus<\/em> menjadi <em>marked-to-market<\/em>. Perubahan ini dinilai memperbaiki struktur pembiayaan industri pupuk sekaligus memberikan ruang yang lebih besar bagi perusahaan dalam mengelola investasi dan efisiensi operasional.<\/p>\n<p>Menurut Yehezkiel, dampak efisiensi tersebut tidak hanya tercermin pada kinerja perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat bagi ekosistem pertanian secara lebih luas, termasuk petani sebagai penerima utama pupuk bersubsidi.<\/p>\n<p>&#8220;Efisiensi yang tercipta memungkinkan penyaluran pupuk bersubsidi menjadi lebih efektif, sekaligus memberikan ruang bagi perusahaan untuk menjalankan investasi strategis. Di saat yang sama, manfaatnya juga kembali ke petani, termasuk melalui penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20% sejak Oktober 2025,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Seiring penguatan tata kelola tersebut, Pupuk Indonesia mempercepat agenda revitalisasi dan hilirisasi sebagai strategi pertumbuhan jangka panjang. Kedua agenda ini diarahkan untuk memperkuat efisiensi produksi sekaligus memperluas portofolio bisnis perusahaan di sektor kimia dasar.<\/p>\n<p>Dalam program revitalisasi, Pupuk Indonesia menargetkan pembangunan dan peremajaan tujuh pabrik dalam lima tahun ke depan untuk meningkatkan efisiensi energi, kapasitas produksi, dan keandalan operasi. Salah satu proyek yang telah diselesaikan adalah Revamping Ammonia Pabrik-2 Pupuk Kalimantan Timur, yang berhasil menurunkan konsumsi gas lebih dari 10%.<\/p>\n<p>Di sisi hilirisasi, Pupuk Indonesia juga mengembangkan sejumlah proyek strategis, termasuk pembangunan pabrik soda ash berkapasitas 300.000 ton per tahun di Bontang, Kalimantan Timur, serta pengembangan pabrik metanol untuk memperkuat pasokan industri nasional dan mengurangi ketergantungan impor komoditas strategis.<\/p>\n<p>Dengan kombinasi reformasi tata kelola, efisiensi operasional, serta pengembangan hilirisasi, Pupuk Indonesia memperkuat posisinya sebagai pemain utama industri pupuk nasional sekaligus pilar penting dalam mendukung ketahanan pangan dan daya saing industri di tingkat regional. (Put\/E-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/903240\/transformasi-subsidi-dan-efisiensi-operasional-angkat-kinerja-bumn-pupuk-di-asia-tenggara\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 (FSEA500) 2026, yang memuat 500 perusahaan terbesar di Asia Tenggara berdasarkan pendapatan tahun fiskal 2025.(Dok. PT Pupuk Indonesia) KINERJA industri pupuk nasional dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan penguatan yang ditopang oleh pembenahan tata kelola dan efisiensi operasional. Di tengah perubahan skema subsidi dan dorongan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":61150,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-61149","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61149","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=61149"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61149\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/61150"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=61149"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=61149"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=61149"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}