{"id":60907,"date":"2026-06-22T07:47:18","date_gmt":"2026-06-22T07:47:18","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/22\/kenali-berbagai-faktor-risiko-pemicu-strok\/"},"modified":"2026-06-22T07:47:18","modified_gmt":"2026-06-22T07:47:18","slug":"kenali-berbagai-faktor-risiko-pemicu-strok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/22\/kenali-berbagai-faktor-risiko-pemicu-strok\/","title":{"rendered":"Kenali Berbagai Faktor Risiko Pemicu Strok"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/22\/1782113228_71cb5a0ff4855386ba7d.jpg\" alt=\"Kenali Berbagai Faktor Risiko Pemicu Strok\"\/><figcaption>Ilustrasi(Magnific.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>DOKTER spesialis saraf subspesialis neurokritikal dan intensif dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Ramdinal Aviesena Zairinal, mengatakan bahwa <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/strok\" title=\"strok\">strok<\/a> dapat dipicu oleh berbagai faktor risiko, terutama yang memengaruhi pembuluh darah.<\/p>\n<p>Strok sendiri merupakan penyakit vaskular atau menyerang di pembuluh darah yang mengenai otak, sehingga masalah pada pembuluh darah berpotensi memicu risiko terjadinya strok.\u00a0<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>\u201cKetika strok ini terjadi, memang ada banyak faktor risiko yang terlibat di sana. Ada darah tinggi, diabetes, sakit jantung, dan faktor-faktor yang tidak bisa dikontrol, misalnya ada keturunan,\u201d ungkapnya dilansir dari ANTARA.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/889528\/gejala-atrial-fibrilasi-yang-jarang-diwaspadai-pemicu-strok-dan-gagal-jantung\" title=\"Gejala Atrial Fibrilasi yang Jarang Diwaspadai, Pemicu Strok dan Gagal Jantung\" target=\"_blank\">Gejala Atrial Fibrilasi yang Jarang Diwaspadai, Pemicu Strok dan Gagal Jantung<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Lebih lanjut, dia menjelaskan ketika seseorang mengalami strok juga dapat disebabkan masalah lain yang sudah terjadi sebelumnya, seperti darah tinggi, diabetes, atau sakit jantung. Pasien yang mengalami strok pun dikatakan perlu dilakukan penanganan masalah yang lain di samping terhadap kondisi tersebut.<\/p>\n<p>Terdapat beberapa faktor lain juga yang bisa menyebabkan seseorang itu terkena strok. Misalnya, ada riwayat faktor genetik dari keluarganya, atau kelainan dari pembuluh darahnya, gangguan kekentalan darah, maka juga bisa menyebabkan seseorang terkena strok.<\/p>\n<p>Sena menyampaikan banyak studi telah menunjukkan ada riwayat keluarga itu memang meningkatkan risiko stroke. Bahkan, literatur yang menyebutkan bisa mencapai sekitar 20 persen jika pasien yang mengalami strok itu punya riwayat keluarganya yang juga strok.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/851085\/sikapi-strok-butuh-kebijakan-pemerintah\" title=\"Sikapi Strok, Butuh Kebijakan Pemerintah\" target=\"_blank\">Sikapi Strok, Butuh Kebijakan Pemerintah<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cDan itu menunjukkan bahwa ketika ada orang tua yang mengalami stroke, maka penting sekali untuk keturunannya, anak-anaknya itu, untuk menjaga pola hidupnya, mendeteksi dini faktor risikonya,\u201c ujar dia.<\/p>\n<p>Sena juga menyoroti seiring zaman, kasus strok kini semakin bermunculan kemungkinan dipengaruhi oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan perkembangan teknologi.<\/p>\n<p>\u201cMemang strok ini menjadi suatu tantangan ya. Saya masih ingat ketika mungkin 20 tahun lalu itu semboyannya masih kayak kita bilangnya \u2018satu dari enam\u2019 akan mengalami strok. Tapi kalau sekarang bahkan bisa \u2018satu dari empat\u2019, artinya itu semakin banyak,\u201d imbuh dia.<\/p>\n<p>Sena mengatakan awareness atau kesadaran bagi masyarakat untuk berobat, memeriksakan diri itu semakin meningkat, sehingga temuan kasusnya pun lebih banyak dibandingkan zaman dahulu.<\/p>\n<p>Perubahan gaya hidup, lanjut Sena, kemungkinan penyebab banyak pasien strok. Hal ini lantaran seiring zaman ada banyak perubahan termasuk pola makan, yang tadinya natural food menjadi ultra-processed food.<\/p>\n<p>Kemudian, perkembangan teknologi yang membantu sehingga membuat jarang bergerak. Perubahan kebiasaan tersebut turut meningkatkan risiko penyakit pembuluh darah, termasuk strok. (H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/902951\/kenali-berbagai-faktor-risiko-pemicu-strok\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Magnific.com) DOKTER spesialis saraf subspesialis neurokritikal dan intensif dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Ramdinal Aviesena Zairinal, mengatakan bahwa strok dapat dipicu oleh berbagai faktor risiko, terutama yang memengaruhi pembuluh darah. Strok sendiri merupakan penyakit vaskular atau menyerang di pembuluh darah yang mengenai otak, sehingga masalah pada pembuluh darah berpotensi memicu risiko terjadinya strok.\u00a0 \u201cKetika [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":60908,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-60907","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60907","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=60907"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60907\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/60908"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=60907"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=60907"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=60907"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}