{"id":60899,"date":"2026-06-22T07:26:28","date_gmt":"2026-06-22T07:26:28","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/22\/lantunan-doa-dan-persembahan-kolektif-jadi-simbol-harmoni-umat-buddha-indonesia\/"},"modified":"2026-06-22T07:26:28","modified_gmt":"2026-06-22T07:26:28","slug":"lantunan-doa-dan-persembahan-kolektif-jadi-simbol-harmoni-umat-buddha-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/22\/lantunan-doa-dan-persembahan-kolektif-jadi-simbol-harmoni-umat-buddha-indonesia\/","title":{"rendered":"Lantunan Doa dan Persembahan Kolektif Jadi Simbol Harmoni Umat Buddha Indonesia"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/22\/1782112991_09abf62e7abc7c076c2a.jpeg\" alt=\"Lantunan Doa dan Persembahan Kolektif Jadi Simbol Harmoni Umat Buddha Indonesia\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>LANTUNAN Paritta Suci menggema khidmat di Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya, Sunter, Jakarta Utara, Minggu (21\/6\/2026). Di tengah doa yang dipanjatkan puluhan bhikkhu dan ribuan umat yang hadir, bagian kepala atau mustaka <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/rupang-buddha-nusantara\" title=\"Rupang Buddha Nusantara\">Rupang Buddha Nusantara<\/a> dicor sebagai puncak rangkaian perjalanan spiritual yang telah dimulai dari berbagai penjuru Indonesia.<\/p>\n<p>Prosesi ini bukan sekadar tahapan akhir pembuatan rupang, melainkan simbol persatuan dan kebersamaan umat <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/buddha\" title=\"buddha\">Buddha<\/a> dalam menyambut Tahun Kencana Setengah Abad Sangha Theravada Indonesia (STI) yang mengusung tema Menapaki Jalan Mulia, Bersumbangsih bagi Negeri.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Ketua Umum Sangha Theravada Indonesia Bhikkhu Sri Subhapa\u00f1\u00f1o Mahathera mengatakan peringatan 50 tahun STI jadi momentum untuk merefleksikan perjalanan panjang pembinaan umat dan memperkuat nilai-nilai kebajikan yang diwariskan Buddha.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/808473\/kemenag-salurkan-kip-kuliah-rp171-miliar-untuk-25964-mahasiswa\" title=\"Kemenag Salurkan KIP Kuliah Rp171 Miliar untuk 25.964 Mahasiswa\" target=\"_blank\">Kemenag Salurkan KIP Kuliah Rp171 Miliar untuk 25.964 Mahasiswa<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Tahun 2026 merupakan tahun sangat istimewa karena STI genap berusia 50 tahun. Seluruh rangkaian kegiatan ini sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang Sangha Theravada Indonesia dalam membina umat dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, Rupang Buddha Nusantara bermakna spiritual mendalam karena lahir dari partisipasi dan ketulusan hati umat Buddha berbagai daerah.\u00a0&#8220;Rupang Buddha Nusantara ini jadi simbol persatuan umat Buddha Indonesia. Pengecorannya dilakukan bergiliran di berbagai pulau, mulai dari Sumatra, Kalimantan, Bali, Sulawesi, Jawa, hingga puncaknya di Jakarta. Ini mencerminkan semangat kebersamaan dan gotong royong yang jadi kekuatan bangsa Indonesia,&#8221; kata Bhikkhu Sri Subhapa\u00f1\u00f1o.<\/p>\n<p>Rupang Buddha Nusantara menggunakan prototipe temuan rupang Buddha dari reruntuhan kompleks Candi Sewu yang ditemukan pada 2025. Rupang itu menampilkan mudra Bhumisparsa atau sikap tangan menyentuh bumi, yang bermakna bumi menjadi saksi atas kebajikan yang dilakukan.\u00a0Nilai kebajikan itu pula yang mewarnai semua proses pembuatannya. Logam yang digunakan berasal dari donasi umat Buddha, menjadikan rupang tersebut sebagai hasil persembahan kolektif yang dibangun dari ketulusan, keyakinan, dan semangat berbagi.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/791169\/sannipata-nusantara-menag-tekankan-pentingnya-musyawarah-untuk-bahas-masalah-bangsa\" title=\"Sannipata Nusantara, Menag Tekankan Pentingnya Musyawarah untuk Bahas Masalah Bangsa\" target=\"_blank\">Sannipata Nusantara, Menag Tekankan Pentingnya Musyawarah untuk Bahas Masalah Bangsa<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ketua Panitia Tahun Kencana Setengah Abad Sangha Theravada Indonesia Bhikkhu Atthadhiro Thera menjelaskan setiap tahap pengecoran membawa pesan persaudaraan yang melampaui batas wilayah.<\/p>\n<p>&#8220;Pengecoran pertama dilakukan di Medan mewakili Sumatra pada Januari 2026, kemudian Samarinda untuk Kalimantan, Denpasar untuk Bali, Palu untuk Sulawesi, Surabaya untuk Jawa, dan hari ini menjadi puncaknya di Jakarta. Antusiasme umat sangat luar biasa. Banyak umat datang dari berbagai daerah menyaksikan langsung momen bersejarah ini,&#8221; ungkapnya.<br \/>&#13;<br \/>\nLebih dari 50 bhikkhu hadir memimpin pembacaan Paritta Suci selama prosesi berlangsung. Suasana hening yang menyelimuti area vihara jadi ruang bagi umat untuk menanamkan tekad baik dan memperkuat keyakinan dalam menjalani kehidupan yang penuh kebajikan.<\/p>\n<p>&#8220;Setiap umat yang berdana untuk pengecoran ini turut menanamkan niat baik dan kebajikan. Karena itu, Rupang Buddha Nusantara bukan sekadar karya seni, melainkan simbol persatuan, keyakinan, dan pengabdian umat Buddha Indonesia,&#8221; jelas Bhikkhu Atthadhiro.<\/p>\n<p>Dirjen Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama Supriyadi menilai peringatan setengah abad STI menunjukkan kuatnya peran komunitas keagamaan dalam merawat harmoni dan kebersamaan di tengah keberagaman bangsa.<\/p>\n<p>&#8220;Peringatan 50 tahun STI menunjukkan bagaimana organisasi keagamaan dapat berperan aktif memperkuat harmoni sosial, persatuan bangsa, dan nilai kebajikan. Kegiatan seperti Rupang Buddha Nusantara jadi simbol nyata bahwa keberagaman Indonesia dapat dirawat melalui semangat gotong royong dan penghormatan terhadap warisan budaya,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Ia mengatakan nilai-nilai spiritual yang dibangun melalui kegiatan itu tak hanya memperkuat kehidupan beragama, tapi juga berkontribusi bagi pembangunan karakter bangsa yang berlandaskan moralitas dan kemanusiaan.<br \/>&#13;<br \/>\nBagi umat Buddha, Rupang Buddha bukan cuma simbol visual. Kehadirannya menjadi sarana untuk menumbuhkan keyakinan yang dilandasi pengertian benar, hidup bermoral, kemurahan hati, dan kebijaksanaan.<\/p>\n<p>&#8220;Karena itu, Rupang Buddha Nusantara diharapkan jadi warisan spiritual yang mengingatkan generasi mendatang tentang pentingnya persatuan, kebajikan, dan pengabdian bagi sesama,&#8221; tutupnya.<\/p>\n<p>Rangkaian Tahun Kencana Setengah Abad STI akan mencapai puncaknya pada 13 Desember 2026. Ribuan umat Buddha dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara dijadwalkan akan hadir sebagai penanda perjalanan lima dekade STI menapaki jalan mulia dan bersumbangsih bagi negeri.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/902950\/lantunan-doa-dan-persembahan-kolektif-jadi-simbol-harmoni-umat-buddha-indonesia\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok Istimewa) LANTUNAN Paritta Suci menggema khidmat di Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya, Sunter, Jakarta Utara, Minggu (21\/6\/2026). Di tengah doa yang dipanjatkan puluhan bhikkhu dan ribuan umat yang hadir, bagian kepala atau mustaka Rupang Buddha Nusantara dicor sebagai puncak rangkaian perjalanan spiritual yang telah dimulai dari berbagai penjuru Indonesia. Prosesi ini bukan sekadar tahapan akhir [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":60900,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-60899","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60899","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=60899"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60899\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/60900"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=60899"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=60899"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=60899"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}