{"id":60891,"date":"2026-06-22T07:00:56","date_gmt":"2026-06-22T07:00:56","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/22\/bukan-sekadar-faktor-usia-ini-pemicu-penurunan-daya-ingat-pada-lansia\/"},"modified":"2026-06-22T07:00:56","modified_gmt":"2026-06-22T07:00:56","slug":"bukan-sekadar-faktor-usia-ini-pemicu-penurunan-daya-ingat-pada-lansia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/22\/bukan-sekadar-faktor-usia-ini-pemicu-penurunan-daya-ingat-pada-lansia\/","title":{"rendered":"Bukan Sekadar Faktor Usia, Ini Pemicu Penurunan Daya Ingat pada Lansia"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/22\/1782111360_1b9be6af7007505fb191.jpg\" alt=\"Bukan Sekadar Faktor Usia, Ini Pemicu Penurunan Daya Ingat pada Lansia!\"\/><figcaption>Pemicu Penurunan Daya Ingat pada Lansia(Dok. Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/penurunan-kognitif\" title=\"penurunan kognitif\">PENURUNAN kognitif<\/a> pada lanjut usia (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/lansia\" title=\"lansia\">lansia<\/a>) menjadi tantangan kesehatan serius seiring dengan meningkatnya beban gangguan neurologis global yang kini mencapai 3,4 miliar orang. Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan, Imran Pambudi, mengungkapkan bahwa kondisi ini dipicu oleh interaksi kompleks antara faktor biologis, medis kronis, hingga determinan sosial.<\/p>\n<p>Imran menjelaskan bahwa faktor risiko kardiometabolik memegang peran krusial dalam memicu kerusakan vaskular otak. Penyakit seperti hipertensi, diabetes mellitus, dislipidemia, obesitas, serta riwayat stroke menjadi kontributor utama yang mempercepat penurunan fungsi otak pada kelompok usia senja.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>\u201cSelain faktor medis, gangguan tidur, depresi, stres kronis, dan faktor genetik juga meningkatkan kerentanan. Determinan sosial seperti pendidikan rendah, kemiskinan, dan isolasi sosial turut menurunkan cadangan kognitif serta membatasi akses layanan kesehatan,\u201d ujar Imran kepada <i>Media Indonesia<\/i>, Senin (22\/6).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/864232\/gangguan-pendengaran-picu-demensia-berikut-studi-terbaru--cara-cegah\" title=\"Gangguan Pendengaran Picu Demensia, Berikut Studi Terbaru &amp; Cara Cegah!\" target=\"_blank\">Gangguan Pendengaran Picu Demensia, Berikut Studi Terbaru &amp; Cara Cegah!<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Di Indonesia, urgensi penanganan masalah ini semakin mendesak mengingat proyeksi penuaan populasi. Pada tahun 2025, jumlah lansia berusia 60 tahun ke atas diperkirakan mencapai 34 juta jiwa atau sekitar 11,9% dari total populasi. Kondisi ini dibarengi dengan estimasi lebih dari 2 juta kasus <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/demensia\" title=\"Demensia\">demensia<\/a>, di mana <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/alzheimer\" title=\"alzheimer\">Alzheimer<\/a> menyumbang lebih dari 60% kasus nasional.<\/p>\n<p>Sebagai langkah mitigasi, pemerintah mendorong pendekatan komprehensif <i>healthy aging<\/i> yang mencakup pilar promotif, preventif, dan restoratif. Beberapa faktor protektif yang dapat dimodifikasi untuk memperlambat penurunan fungsi kognitif meliputi:<\/p>\n<p><strong>Strategi Pencegahan Penurunan Kognitif:<\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Aktivitas fisik teratur melalui program <i>exercise medicine<\/i> (latihan kekuatan dan aerobik).<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Pola makan sehat kaya sayur, ikan, dan asupan protein adekuat.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Stimulasi kognitif dan pelatihan fungsi eksekutif.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Manajemen stres dan tidur berkualitas.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Penghentian merokok dan pembatasan konsumsi alkohol.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Koreksi gangguan sensorik seperti penglihatan dan pendengaran.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Imran menekankan bahwa nutrisi optimal dan latihan fisik tidak hanya mendukung fungsi otak, tetapi juga mencegah <i>frailty<\/i> (kerapuhan fisik) dan mempertahankan mobilitas lansia. Intervensi dini pada faktor-faktor risiko tersebut terbukti efektif meningkatkan kualitas hidup dan partisipasi sosial para lansia di tengah tren penuaan populasi. (Z-10)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/902939\/bukan-sekadar-faktor-usia-ini-pemicu-penurunan-daya-ingat-pada-lansia\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemicu Penurunan Daya Ingat pada Lansia(Dok. Magnific) PENURUNAN kognitif pada lanjut usia (lansia) menjadi tantangan kesehatan serius seiring dengan meningkatnya beban gangguan neurologis global yang kini mencapai 3,4 miliar orang. Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan, Imran Pambudi, mengungkapkan bahwa kondisi ini dipicu oleh interaksi kompleks antara faktor biologis, medis kronis, hingga determinan sosial. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":60892,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-60891","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60891","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=60891"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60891\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/60892"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=60891"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=60891"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=60891"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}