{"id":60760,"date":"2026-06-21T23:01:37","date_gmt":"2026-06-21T23:01:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/21\/jangan-diabaikan-ini-pemicu-dan-gejala-awal-migrain-menurut-dokter-rsui\/"},"modified":"2026-06-21T23:01:37","modified_gmt":"2026-06-21T23:01:37","slug":"jangan-diabaikan-ini-pemicu-dan-gejala-awal-migrain-menurut-dokter-rsui","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/21\/jangan-diabaikan-ini-pemicu-dan-gejala-awal-migrain-menurut-dokter-rsui\/","title":{"rendered":"Jangan Diabaikan, Ini Pemicu dan Gejala Awal Migrain Menurut Dokter RSUI"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/22\/1782082707_e746fe43b56122d129cc.jpg\" alt=\"Jangan Diabaikan, Ini Pemicu dan Gejala Awal Migrain Menurut Dokter RSUI\"\/><figcaption>Ilustrasi(magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p data-path-to-node=\"0\"><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/migrain\" title=\"Migrain\">MIGRAIN<\/a> bukanlah sekadar <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sakit-kepala\" title=\"Sakit Kepala\">sakit kepala<\/a> biasa. Serangan nyeri di satu sisi kepala ini memiliki pemicu spesifik dan sinyal pertanda sebelum gejalanya memuncak.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"6\">Dokter spesialis saraf subspesialis neurokritikal dan intensif dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Ramdinal Aviesena Zairinal, Sp.N(K), menjelaskan bahwa setiap penderita migrain memiliki faktor pencetus yang berbeda-beda.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p data-path-to-node=\"7\">\u201cYa jadi kalau migrain itu ada pencetusnya, ada sesuatu yang bisa menyebabkan dia kambuh. Yang paling sering itu misalnya dia kelelahan, banyak aktivitas fisik yang melelahkan,\u201d kata dokter yang akrab disapa Sena, dikutip Senin (22\/6).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/880312\/mengapa-cuaca-dan-polusi-picu-migrain-ini-penjelasannya\" title=\"Mengapa Cuaca dan Polusi Picu Migrain? Ini Penjelasannya!\" target=\"_blank\">Mengapa Cuaca dan Polusi Picu Migrain? Ini Penjelasannya!<\/a><\/strong><\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"8\">Ragam Pemicu dan Sinyal Awal<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"9\">Selain kelelahan fisik, Sena memaparkan beberapa pemicu umum lainnya, seperti:<\/p>\n<p data-path-to-node=\"11\">\u201cAda juga yang lain itu makanan tapi enggak melulu setiap orang sama. Jadi pencetus ini bisa beda setiap orang. Kalau makanan yang pernah dilaporkan itu misalnya yang ada berbahan cokelat atau yang bisa mengandung juga semacam kayak MSG pengawet itu juga bisa (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pemicu-migrain\" title=\"pemicu migrain\">pemicu migrain<\/a>),\u201d tuturnya.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"12\">Setelah terpapar oleh faktor pemicu tersebut, penderita biasanya akan merasakan sinyal awal beberapa jam sebelum serangan migrain terjadi. Sinyal ini umumnya berupa rasa tidak nyaman pada tubuh atau rasa lelah. Namun, dr. Sena menyebutkan tidak semua penderita mampu mengenali gejala awal ini.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"13\">Gejala &#8220;Aura&#8221; Sebelum Migrain<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"14\">Pada beberapa kasus, serangan migrain juga disertai dengan &#8220;aura&#8221;, yaitu gejala spesifik yang muncul sekitar 60 menit sebelum nyeri kepala melanda.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"15\">\u201cItu macem-macem ada yang kayak kilatan cahaya, kayak melihat sesuatu tuh kayak jadi distorsi ada yang berubah yang tadinya jauh jadi deket, atau bahkan ada yang sampai jadi kesulitan bicara. Jadi ada namanya aura. Petunjuk itu sebenarnya ada, tapi kadang pasien menyadari kadang enggak,\u201d ujar Sena.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"16\">Karakteristik dan Durasi Serangan<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"17\">Secara klinis, migrain ditandai dengan nyeri kepala berdenyut yang menyerang satu sisi saja, baik sebelah kiri maupun kanan. Intensitas nyerinya berada pada skala sedang hingga berat, sehingga sering kali menghambat aktivitas sehari-hari pasien.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"18\">Berbeda dengan sakit kepala kronis lainnya, serangan migrain memiliki batas waktu tertentu. Durasi serangannya berkisar antara 4 hingga 72 jam, atau maksimal sekitar tiga hari.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"19\">\u201cJadi bukan yang terus-menerus sampai sebulan atau berminggu-minggu gitu, bukan. Migrain ini memang ditandai karakteristiknya dan ada durasinya,\u201d pungkas Sena. (Ant\/Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/902849\/jangan-diabaikan-ini-pemicu-dan-gejala-awal-migrain-menurut-dokter-rsui\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(magnific) MIGRAIN bukanlah sekadar sakit kepala biasa. Serangan nyeri di satu sisi kepala ini memiliki pemicu spesifik dan sinyal pertanda sebelum gejalanya memuncak. Dokter spesialis saraf subspesialis neurokritikal dan intensif dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Ramdinal Aviesena Zairinal, Sp.N(K), menjelaskan bahwa setiap penderita migrain memiliki faktor pencetus yang berbeda-beda. \u201cYa jadi kalau migrain [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":60761,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-60760","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60760","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=60760"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60760\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/60761"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=60760"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=60760"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=60760"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}