{"id":60754,"date":"2026-06-21T22:46:46","date_gmt":"2026-06-21T22:46:46","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/21\/declan-rice-fans-timnas-inggris-layak-bersemangat-menantikan-gol-dari-bola-mati\/"},"modified":"2026-06-21T22:46:46","modified_gmt":"2026-06-21T22:46:46","slug":"declan-rice-fans-timnas-inggris-layak-bersemangat-menantikan-gol-dari-bola-mati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/21\/declan-rice-fans-timnas-inggris-layak-bersemangat-menantikan-gol-dari-bola-mati\/","title":{"rendered":"Declan Rice Fans Timnas Inggris Layak Bersemangat Menantikan Gol dari Bola Mati"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/22\/1782081578_3a6130237965ec112915.jpg\" alt=\"Declan Rice: Fans Timnas Inggris Layak Bersemangat Menantikan Gol dari Bola Mati\"\/><figcaption>Gelandang timnas Inggris Declan Rice(AFP\/ARIC BECKER)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p data-path-to-node=\"0\">GELANDANG andalan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/timnas-inggris\" title=\"Timnas Inggris\">timnas Inggris<\/a>, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/declan-rice\" title=\"Declan Rice\">Declan Rice<\/a>, merasa sangat percaya diri setiap kali mengambil tendangan sudut. Ia pun meminta para pendukung <i data-index-in-node=\"149\" data-path-to-node=\"3\">The Three Lions<\/i> untuk &#8220;bersemangat&#8221; menantikan apa yang akan tersaji di <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/piala-dunia\" title=\"piala dunia\">Piala Dunia<\/a> 2026.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"4\">Inggris tampil sangat mengancam lewat situasi bola mati (<i data-index-in-node=\"57\" data-path-to-node=\"4\">set-pieces<\/i>) saat menumbangkan Kroasia 4-2 pada laga pembuka Grup L. Gol pertama Harry Kane dari titik putih berawal dari pelanggaran terhadap Noni Madueke setelah menerima umpan silang Rice. Setelah itu, sang kapten mencetak gol keduanya lewat sundulan yang memanfaatkan eksekusi sepak pojok akurat dari Rice.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p data-path-to-node=\"5\">Pemain berusia 27 tahun ini merupakan pilar penting Arsenal saat memecahkan rekor dengan mencetak 19 gol dari sepak pojok musim lalu, yang sekaligus menyudahi dahaga gelar Liga Primer Inggris mereka selama 22 tahun.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/piala-dunia-2026\/898066\/declan-rice-resmi-jadi-wakil-kapten-timnas-inggris-di-piala-dunia-2026\" title=\"Declan Rice Resmi Jadi Wakil Kapten Timnas Inggris di Piala Dunia 2026\" target=\"_blank\">Declan Rice Resmi Jadi Wakil Kapten Timnas Inggris di Piala Dunia 2026<\/a><\/strong><\/p>\n<p data-path-to-node=\"5\">Meski demikian, <i data-index-in-node=\"227\" data-path-to-node=\"5\">The Gunners<\/i> sempat menuai kritik karena gaya main mereka yang dinilai terlalu pragmatis dan ketergantungan pada bola mati, dengan total koleksi 25 gol dari situasi tersebut.<\/p>\n<blockquote data-path-to-node=\"6\"><p>&#13;<\/p>\n<p data-path-to-node=\"6,0\">&#8220;Semua orang sekarang menikmati [situasi bola mati], bukan? Semua orang menikmatinya sekarang,&#8221; ujar Rice kepada <i data-index-in-node=\"113\" data-path-to-node=\"6,0\">BBC Sport<\/i> di markas latihan Inggris di Kansas City.<\/p>\n<p>&#13;\n<\/p><\/blockquote>\n<h3 data-path-to-node=\"8\">Berawal dari Eksperimen di Arsenal<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"9\">Rice mulai dipercaya sebagai pengambil mati utama di Arsenal sejak Januari 2024, setelah menjalani pemusatan latihan pertengahan musim di Dubai. Sejak saat itu, Arsenal menjelma menjadi tim yang sangat ditakuti dalam situasi bola mati.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/sepak-bola\/755196\/thomas-tuchel-puji-penampilan-reece-james-yang-bangkit-pascacedera\" title=\"Thomas Tuchel Puji Penampilan Reece James yang Bangkit Pascacedera\" target=\"_blank\">Thomas Tuchel Puji Penampilan Reece James yang Bangkit Pascacedera<\/a><\/strong><\/p>\n<blockquote data-path-to-node=\"10\"><p>&#13;<\/p>\n<p data-path-to-node=\"10,0\">&#8220;Dulu saya tidak pernah mengambil sepak pojok atau bola mati, tetapi [pelatih set-piece] Nico [Jover] dan manajer di Arsenal melihat sesuatu dalam diri saya yang tidak dilihat orang lain,&#8221; ungkap Rice.<\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p data-path-to-node=\"10,1\">&#8220;Mereka bilang saya bisa mengirim bola ke area berbahaya dari posisi mati yang tidak bisa dilakukan oleh pemain lain di Arsenal, kecuali Bukayo [Saka]. Sejak momen itu, saya sangat meyakini dan memercayai hal tersebut.&#8221;<\/p>\n<p>&#13;\n<\/p><\/blockquote>\n<p data-path-to-node=\"11\">Keyakinan ini kini menjadi senjata utama Rice setiap kali berdiri di sudut lapangan.<\/p>\n<blockquote data-path-to-node=\"12\"><p>&#13;<\/p>\n<p data-path-to-node=\"12,0\">&#8220;Seiring berjalannya waktu, sekarang saya merasa setiap kali meletakkan bola untuk situasi bola mati\u2014baik itu sepak pojok atau tendangan bebas melebar\u2014saya merasa seperti akan mencetak <i data-index-in-node=\"185\" data-path-to-node=\"12,0\">assist<\/i> atau menciptakan sesuatu yang berbahaya. Itu mentalitas yang bagus untuk menghadapi bola mati&#8230; dan fans Inggris layak bersemangat.&#8221;<\/p>\n<p>&#13;\n<\/p><\/blockquote>\n<h3 data-path-to-node=\"14\">Adaptasi Cepat di Bawah Thomas Tuchel<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"15\">Sebagai wakil kapten timnas Inggris di turnamen ini, Rice kini diakui sebagai salah satu pengambil sepak pojok paling konsisten di Liga Primer Inggris. Di level internasional, manajer the Three Lions Thomas Tuchel juga menegaskan keinginannya untuk menerapkan gaya main yang mereplikasi intensitas Liga Primer Inggris.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"16\">Rice membeberkan bahwa skuad <i data-index-in-node=\"29\" data-path-to-node=\"16\">The Three Lions<\/i> telah mengasah skema bola mati ini sejak pelatih asal Jerman tersebut mengambil alih kemudi pada Januari 2025, meski porsi latihan taktik tetap mendominasi.<\/p>\n<blockquote data-path-to-node=\"17\"><p>&#13;<\/p>\n<p data-path-to-node=\"17,0\">&#8220;Kami hanya punya sedikit waktu di sini untuk melatihnya karena harus fokus pada banyak hal lain,&#8221; jelas Rice.<\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p data-path-to-node=\"17,1\">&#8220;Namun, kami sudah menerapkan format dan cara mengambil bola mati ini sejak Thomas datang. Banyak cara kami mengambilnya tidak berubah, baik dari segi pergerakan maupun cara saya melepaskan umpan.&#8221;<\/p>\n<p>&#13;\n<\/p><\/blockquote>\n<p data-path-to-node=\"18\">Menurut Rice, konsistensi inilah yang membuat lini serang Inggris sangat kompak dan berbahaya di kotak penalti lawan.<\/p>\n<blockquote data-path-to-node=\"19\"><p>&#13;<\/p>\n<p data-path-to-node=\"19,0\">&#8220;Ini sudah dipersiapkan selama setahun terakhir, jadi para pemain tahu apa yang akan terjadi&#8230; ke mana saya akan mengirimkan bola. Jadi, ini adalah rencana permainan yang nyata. Tugas saya tinggal mengirimkan bola dengan tepat, dan para pemain lainnya harus meloloskan diri dari kawalan di dalam kotak penalti.&#8221; (bbc\/Z-1)<\/p>\n<p>&#13;\n<\/p><\/blockquote><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/piala-dunia-2026\/902844\/declan-rice-fans-timnas-inggris-layak-bersemangat-menantikan-gol-dari-bola-mati\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gelandang timnas Inggris Declan Rice(AFP\/ARIC BECKER) GELANDANG andalan timnas Inggris, Declan Rice, merasa sangat percaya diri setiap kali mengambil tendangan sudut. Ia pun meminta para pendukung The Three Lions untuk &#8220;bersemangat&#8221; menantikan apa yang akan tersaji di Piala Dunia 2026. Inggris tampil sangat mengancam lewat situasi bola mati (set-pieces) saat menumbangkan Kroasia 4-2 pada laga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":60755,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-60754","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60754","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=60754"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60754\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/60755"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=60754"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=60754"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=60754"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}