{"id":60659,"date":"2026-06-21T18:33:46","date_gmt":"2026-06-21T18:33:46","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/21\/bertahan-dari-krisis-pelaku-industri-kreatif-bangun-ruang-kolaborasi-lewat-bisnis-kopi\/"},"modified":"2026-06-21T18:33:46","modified_gmt":"2026-06-21T18:33:46","slug":"bertahan-dari-krisis-pelaku-industri-kreatif-bangun-ruang-kolaborasi-lewat-bisnis-kopi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/21\/bertahan-dari-krisis-pelaku-industri-kreatif-bangun-ruang-kolaborasi-lewat-bisnis-kopi\/","title":{"rendered":"Bertahan dari Krisis, Pelaku Industri Kreatif Bangun Ruang Kolaborasi Lewat Bisnis Kopi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/21\/1782045740_fd5f9c4479757833c00c.jpeg\" alt=\"Bertahan dari Krisis, Pelaku Industri Kreatif Bangun Ruang Kolaborasi Lewat Bisnis Kopi\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PANDEMI Covid-19 yang melanda beberapa tahun lalu menjadi pukulan berat bagi berbagai sektor ekonomi, termasuk <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/industri-kreatif\" title=\"industri kreatif\">industri kreatif<\/a> yang selama ini bertumpu pada aktivitas tatap muka dan penyelenggaraan acara.<\/p>\n<p>Banyak pelaku usaha dipaksa beradaptasi untuk mempertahankan bisnisnya di tengah pembatasan mobilitas dan perubahan perilaku konsumen.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Di tengah tekanan tersebut, sejumlah pelaku industri kreatif justru menemukan peluang baru melalui diversifikasi usaha. Salah satu sektor yang dinilai mampu bertahan bahkan tumbuh setelah pandemi adalah food and beverages (F&amp;B), terutama bisnis berbasis pengalaman dan komunitas yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat atas ruang interaksi yang nyaman.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/831726\/daftar-line-up-soundrenaline-2025-di-medan\" target=\"_blank\" title=\"Daftar Line Up Soundrenaline 2025 di Medan\">Daftar Line Up Soundrenaline 2025 di Medan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Perubahan pola konsumsi masyarakat pascapandemi juga mendorong lahirnya konsep-konsep usaha yang lebih mengedepankan pengalaman emosional dibanding sekadar produk.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/coffee-shop\" title=\"coffee shop\">Coffee shop<\/a> misalnya, kini berkembang menjadi ruang kreatif dan tempat berkumpul berbagai komunitas, sekaligus menjadi wadah kolaborasi yang memperkuat ekosistem industri kreatif di daerah.<\/p>\n<p>Fenomena tersebut tercermin dari perjalanan Muhammad David, pelaku usaha asal <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/medan\" title=\"medan\">Medan<\/a> yang sebelumnya bergerak di bidang event organizer (EO). Ketika pandemi menghantam industri acara, ia melihat peluang baru di sektor F&amp;B dengan mendirikan Sekata Kopi, sebuah coffee shop yang mengusung konsep Rumah Kedua bagi para pengunjungnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/604199\/dukung-ekosistem-perfilman-sandiaga-uno-hadirkan-sinema-keliling-di-medan\" target=\"_blank\" title=\"Dukung Ekosistem Perfilman, Sandiaga Uno Hadirkan Sinema Keliling di Medan\">Dukung Ekosistem Perfilman, Sandiaga Uno Hadirkan Sinema Keliling di Medan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Keputusan untuk beralih ke industri F&amp;B dilakukan melalui riset yang matang. Sebelum memulai usaha, David mempelajari berbagai model bisnis coffee shop dengan mengunjungi 15 gerai di Jakarta dan lima gerai di Medan. Riset tersebut dilakukan untuk merancang bisnis yang efisien dengan investasi yang terukur namun tetap memiliki daya saing kuat di tengah pasar yang semakin padat.<\/p>\n<p>&#8220;Saya duduk di seafood pinggir jalan melihat karyawannya 6 orang. Tapi omzetnya sama dengan kita yang modalnya miliaran rupiah ini. Dari situ saya melihat, membangun bisnis F&amp;B itu tidak perlu uang yang gede-gede, sih. Tapi yang paling penting adalah riset dan konsep yang pas,&#8221; ujar David, Sabtu (20\/6\/2026).<\/p>\n<p>Di tengah menjamurnya coffee shop di Kota Medan, Sekata Kopi memilih membangun diferensiasi melalui pendekatan yang lebih personal. Konsep suasana yang hangat dan nyaman diterapkan agar pengunjung merasa seperti berada di rumah sendiri. Mulai dari pelayanan barista hingga desain ruang, seluruh elemen dirancang untuk menciptakan pengalaman yang membangun keterikatan emosional dengan konsumen.<\/p>\n<p>&#8220;Bagaimana caranya kita buat yang feel like home. Mulai dari barista yang menyambut konsumen layaknya kawan. Jadi ketika jalan ke sini kayak, oke, saya balik ke rumah. Kalau saya enggak di rumah, ya saya punya rumah kedua yaitu Sekata Kopi. Kita tidak hanya menjual kopi, tapi seperti hashtag kita sebagai rumah kedua,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Pendekatan tersebut terbukti efektif dalam membangun komunitas. Berbagai kelompok, mulai dari komunitas olahraga hingga komunitas lokal lainnya, rutin menjadikan Sekata Kopi sebagai tempat berkumpul. Hal ini menunjukkan bahwa bisnis F&amp;B kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat konsumsi, tetapi juga menjadi ruang kreatif yang memperkuat interaksi sosial masyarakat.<\/p>\n<p>Selain mengandalkan konsep komunitas, inovasi juga menjadi faktor penting dalam menjaga relevansi bisnis. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menghadirkan area khusus bagi pengguna produk tembakau alternatif, seperti rokok elektronik atau vape dan produk tembakau yang dipanaskan. Inisiatif ini lahir dari pengamatan terhadap perubahan preferensi konsumen yang semakin beragam.<\/p>\n<p>Menurut David, keberadaan area tersebut dinilai mampu mendukung kenyamanan seluruh pengunjung karena penggunaan produk tembakau alternatif dianggap berbeda dengan rokok konvensional.<\/p>\n<p>&#8220;Produk tembakau alternatif tidak seperti rokok, enggak membuat bau dan menimbulkan asap. Jadi, pas buat coffee shop-nya kita sehingga pengunjung lain tidak akan terganggu,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Respons positif pasar terhadap inovasi tersebut mendorong pengelola untuk terus mengembangkan fasilitas yang tersedia. Di saat yang sama, ekspansi bisnis juga dilakukan melalui kehadiran gerai di pusat perbelanjaan serta rencana memperluas jangkauan ke berbagai kota di Indonesia dengan tetap mengangkat kearifan lokal sebagai identitas utama.<\/p>\n<p>Bagi David, keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh keberanian mengambil peluang, tetapi juga kemampuan menyusun perencanaan bisnis yang matang. Ia menilai eksekusi ide yang didukung riset dan business plan yang jelas menjadi modal penting bagi pelaku industri kreatif untuk bertahan dan berkembang di tengah perubahan zaman.<\/p>\n<p>&#8220;Yang paling penting adalah ketika punya ide, yang paling penting adalah buat business plan. Bisnis apa pun, sekecil apa pun, business plan itu harus dibuat. Dan enggak ada yang enggak mungkin,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/902724\/bertahan-dari-krisis-pelaku-industri-kreatif-bangun-ruang-kolaborasi-lewat-bisnis-kopi\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok Istimewa) PANDEMI Covid-19 yang melanda beberapa tahun lalu menjadi pukulan berat bagi berbagai sektor ekonomi, termasuk industri kreatif yang selama ini bertumpu pada aktivitas tatap muka dan penyelenggaraan acara. Banyak pelaku usaha dipaksa beradaptasi untuk mempertahankan bisnisnya di tengah pembatasan mobilitas dan perubahan perilaku konsumen. Di tengah tekanan tersebut, sejumlah pelaku industri kreatif justru [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":60660,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-60659","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60659","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=60659"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60659\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/60660"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=60659"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=60659"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=60659"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}