{"id":60645,"date":"2026-06-21T17:55:50","date_gmt":"2026-06-21T17:55:50","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/21\/menanam-harapan-di-tanah-asmat-lewat-sebatang-cemara\/"},"modified":"2026-06-21T17:55:50","modified_gmt":"2026-06-21T17:55:50","slug":"menanam-harapan-di-tanah-asmat-lewat-sebatang-cemara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/21\/menanam-harapan-di-tanah-asmat-lewat-sebatang-cemara\/","title":{"rendered":"Menanam Harapan di Tanah Asmat Lewat Sebatang Cemara"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/21\/1782056535_e7db668e07ba3cbdf915.png\" alt=\"Menanam Harapan di Tanah Asmat Lewat Sebatang Cemara\"\/><figcaption>Wakil Presiden Gibran Rakabuming melakukan peninjauan pembangunan Gereja Katedral Salib Suci Baru di Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Minggu (21\/6\/2026).(ANTARA\/Prisca Triferna Violleta)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>TANGAN Wakil Presiden Gibran Rakabuming perlahan menanam pohon cemara ke dalam tanah di lingkungan Gereja Katedral Salib Suci Baru, Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Minggu (21\/6\/2026). Bagi masyarakat Asmat, cemara tersebut bukan sekadar tanaman hias, melainkan menyimpan makna besar: simbol kehidupan yang terus bertumbuh, harapan yang terus dijaga, serta komitmen untuk menuntaskan sebuah katedral yang dibangun dari semangat gotong royong dan kekayaan alam setempat.<\/p>\n<p>Kegiatan penanaman pohon ini merupakan bagian dari rangkaian agenda kerja Wapres di wilayah Papua Selatan. Berdasarkan keterangan Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres), kunjungan ini bertujuan memastikan pembangunan infrastruktur dasar, termasuk sarana pelayanan keagamaan, berjalan optimal di wilayah tersebut.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h2>Komitmen Pembangunan Inklusif di Wilayah 3T<\/h2>\n<p>Peninjauan proses pembangunan gereja ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. Fokus utama pemerintah adalah menyentuh kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) agar tidak ada wilayah yang merasa ditinggalkan dalam proses modernisasi nasional.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/901477\/wapres-gibran-komitmen-perbaiki-tata-kelola-mbg-dan-kopdes-agar-bebas-korupsi\" title=\"Wapres Gibran Komitmen Perbaiki Tata Kelola MBG dan Kopdes Agar Bebas Korupsi\" target=\"_blank\">Wapres Gibran Komitmen Perbaiki Tata Kelola MBG dan Kopdes Agar Bebas Korupsi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Setibanya di lokasi, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/wapres-gibran\" title=\"Wapres Gibran\">Wapres Gibran<\/a> menerima paparan mendalam mengenai perkembangan fisik bangunan dari Ketua Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Agats, Vallens Aji Sayekti. Aji menjelaskan bahwa struktur utama gereja telah rampung sepenuhnya. Saat ini, proyek memasuki tahap krusial, yakni penyelesaian atap dan pengerjaan interior.<\/p>\n<div style=\"background-color: #f9f9f9; border-left: 5px solid #2c3e50; padding: 15px; margin: 20px 0;\"><strong>Fakta Pembangunan Katedral Salib Suci Baru:<\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Material Utama:<\/strong> Menggunakan kayu lokal khas Asmat untuk seluruh interior.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Metode Kerja:<\/strong> Dilakukan secara manual oleh tenaga kerja lokal.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Tenaga Kerja:<\/strong> Melibatkan 35 pekerja struktur dan 16 pekerja interior.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Durasi Penjagaan:<\/strong> Proses pembangunan intensif telah berjalan selama lima bulan terakhir.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<\/div>\n<h2>Sentuhan Kayu Lokal dan Semangat Gotong Royong<\/h2>\n<p>Salah satu keunikan dari Katedral Salib Suci Baru adalah penggunaan material lokal yang melimpah di tanah Asmat. &#8220;Kayunya semua dari sini semua, Pak. Kayu lokal ini, Pak. Ini manual semua, Pak,&#8221; ujar Aji saat memberikan penjelasan kepada Wapres.<\/p>\n<p>Pembangunan ini menjadi bukti nyata kekuatan gotong royong. Sumber pendanaan dan tenaga berasal dari berbagai pihak, mulai dari donatur, pemerintah daerah, hingga sumbangan sukarela dari Aparatur Sipil Negara (ASN) beragama Katolik serta partisipasi aktif umat setempat. Meski demikian, pihak Keuskupan mengakui masih terdapat kekurangan anggaran untuk menyelesaikan seluruh detail pembangunan hingga tuntas.<\/p>\n<h2>Simbol Keberlanjutan di Tanah Papua<\/h2>\n<p>Penanaman pohon cemara oleh Wapres Gibran di akhir peninjauan diharapkan menjadi pemantik semangat kebersamaan. Pohon ini menjadi representasi kepedulian terhadap lingkungan sekaligus komitmen pemerintah pusat untuk terus mengawal masa depan Asmat yang lebih baik melalui penyediaan fasilitas publik dan keagamaan yang layak.<\/p>\n<p>Kunjungan ini menegaskan bahwa pembangunan di Papua Selatan tidak hanya soal fisik bangunan, tetapi juga tentang membangun jiwa dan spiritualitas masyarakat melalui sarana yang representatif dan menghargai kearifan lokal. (Ant\/I-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/902787\/menanam-harapan-di-tanah-asmat-lewat-sebatang-cemara\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wakil Presiden Gibran Rakabuming melakukan peninjauan pembangunan Gereja Katedral Salib Suci Baru di Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Minggu (21\/6\/2026).(ANTARA\/Prisca Triferna Violleta) TANGAN Wakil Presiden Gibran Rakabuming perlahan menanam pohon cemara ke dalam tanah di lingkungan Gereja Katedral Salib Suci Baru, Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Minggu (21\/6\/2026). Bagi masyarakat Asmat, cemara tersebut bukan sekadar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":60646,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-60645","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60645","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=60645"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60645\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/60646"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=60645"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=60645"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=60645"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}