{"id":60421,"date":"2026-06-21T07:12:27","date_gmt":"2026-06-21T07:12:27","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/21\/134-pulau-indonesia-terancam-tenggelam-klh-dorong-pendanaan-adaptasi-iklim-untuk-komunitas-lokal\/"},"modified":"2026-06-21T07:12:27","modified_gmt":"2026-06-21T07:12:27","slug":"134-pulau-indonesia-terancam-tenggelam-klh-dorong-pendanaan-adaptasi-iklim-untuk-komunitas-lokal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/21\/134-pulau-indonesia-terancam-tenggelam-klh-dorong-pendanaan-adaptasi-iklim-untuk-komunitas-lokal\/","title":{"rendered":"134 Pulau Indonesia Terancam Tenggelam, KLH Dorong Pendanaan Adaptasi Iklim untuk Komunitas Lokal"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/21\/1782022978_b6a117ecfd6cf4b76b68.jpg\" alt=\"134 Pulau Indonesia Terancam Tenggelam, KLH Dorong Pendanaan Adaptasi Iklim untuk Komunitas Lokal\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok Pexels )<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>WAKIL Menteri Lingkungan Hidup\/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH\/BPLH) Diaz Hendropriyono mengingatkan ancaman serius krisis iklim terhadap wilayah kepulauan Indonesia. Ia menyebut ribuan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pulau\" title=\"pulau\">pulau<\/a> kecil berpotensi tenggelam akibat kenaikan muka air laut sehingga diperlukan penguatan program adaptasi berbasis komunitas dan dukungan pendanaan iklim internasional.<\/p>\n<p>Pernyataan tersebut disampaikan Diaz dalam Berlin Climate Mobility Forum yang diselenggarakan Global Centre for Climate Mobility (GCCM) dan Robert Bosch Stiftung di Berlin, Jerman, pada 19 Juni 2026. Forum tersebut membahas isu perpindahan penduduk akibat dampak perubahan iklim.\u00a0<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>\u201cBagi Indonesia, pengungsian akibat iklim bukan masalah di masa depan, melainkan realita masa kini. Sebagai negara kepulauan, Indonesia menghadapi berbagai risiko iklim termasuk banjir, tenggelamnya pulau-pulau sedang maupun kecil dan kenaikan permukaan air laut,\u201d ujar Diaz.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/travelista\/870183\/bali-pertahankan-gelar-pulau-terbaik-dalam-readers-choice-awards-destinasian\" title=\"Bali Pertahankan Gelar Pulau Terbaik dalam Readers' Choice Awards DestinAsian\" target=\"_blank\">Bali Pertahankan Gelar Pulau Terbaik dalam Readers&#8217; Choice Awards DestinAsian<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Menurut dia, hampir 60%\u00a0penduduk Indonesia tinggal di kawasan pesisir yang rentan terhadap dampak perubahan iklim.<\/p>\n<p>Indonesia juga menghadapi ancaman tenggelamnya sekitar 1.500 pulau kecil pada 2050 serta 115 pulau berukuran sedang pada 2100. Diaz menegaskan bahwa upaya mengurangi perpindahan penduduk akibat perubahan iklim harus dimulai dengan memperkuat ketahanan masyarakat sebelum krisis terjadi.<\/p>\n<p>\u201cPengalaman kami menunjukkan dengan jelas bahwa mobilitas akibat perubahan iklim bermula dari <em>resilience<\/em>. Cara terbaik untuk mengurangi pengungsian secara terpaksa adalah dengan memperkuat masyarakat sebelum krisisnya terjadi,\u201d katanya.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/787835\/pemprov-ntb-sebut-sertifikat-pulau-kecil-dikeluarkan-bpn\" title=\"Pemprov NTB Sebut Sertifikat Pulau Kecil Dikeluarkan BPN\" target=\"_blank\">Pemprov NTB Sebut Sertifikat Pulau Kecil Dikeluarkan BPN<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dalam forum tersebut, Diaz memaparkan Program Kampung Iklim (ProKlim) sebagai salah satu strategi adaptasi berbasis masyarakat. Program itu telah menjangkau lebih dari 12.600 lokasi di Indonesia, dengan sekitar 40%\u00a0berada di kawasan timur Indonesia, termasuk Maluku dan Papua.<\/p>\n<p>Selain ProKlim, pemerintah juga menjalankan Program Desa Konservasi Mangrove di 220 lokasi. Salah satu contoh keberhasilannya berada di Desa Golo Sepang, Nusa Tenggara Timur, di mana rehabilitasi mangrove mampu memulihkan ekosistem pesisir sekaligus menghidupkan kembali sektor perikanan dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.<\/p>\n<p>Untuk memperkuat upaya adaptasi di tingkat akar rumput, Diaz menekankan pentingnya akses langsung komunitas lokal terhadap pendanaan iklim global. Ia menyoroti skema <em>New<\/em> <em>Collective<\/em> <em>Quantified<\/em> <em>Goals<\/em> (NCQG) yang menargetkan penghimpunan dana iklim sebesar US$300 miliar per tahun pada 2035 dari berbagai sumber pendanaan.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cKita harus terus memperkuat dukungan bagi negara-negara rentan melalui akses terhadap pendanaan iklim, transfer teknologi, dan peningkatan kapasitas. Implementasi New Collective Quantified Goal menjadi kunci untuk memastikan tersedianya pendanaan yang memadai dan mudah diakses bagi masyarakat rentan serta komunitas lokal,\u201d ujar Diaz.<\/p>\n<p>Forum tersebut juga dihadiri sejumlah pemimpin negara kepulauan yang rentan terhadap perubahan iklim, termasuk Presiden Kiribati Taneti Maamau, Presiden Palau Surangel S. Whipps Jr., serta perwakilan dari Tuvalu, Maladewa, Vanuatu, Kepulauan Solomon, dan Afrika Selatan. (E-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/902654\/134-pulau-indonesia-terancam-tenggelam-klh-dorong-pendanaan-adaptasi-iklim-untuk-komunitas-lokal\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok Pexels ) WAKIL Menteri Lingkungan Hidup\/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH\/BPLH) Diaz Hendropriyono mengingatkan ancaman serius krisis iklim terhadap wilayah kepulauan Indonesia. Ia menyebut ribuan pulau kecil berpotensi tenggelam akibat kenaikan muka air laut sehingga diperlukan penguatan program adaptasi berbasis komunitas dan dukungan pendanaan iklim internasional. Pernyataan tersebut disampaikan Diaz dalam Berlin Climate [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":60422,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-60421","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60421","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=60421"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60421\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/60422"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=60421"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=60421"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=60421"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}