{"id":60359,"date":"2026-06-21T03:57:43","date_gmt":"2026-06-21T03:57:43","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/21\/ojk-menyita-41-aset-terkait-dugaan-tindak-pidana-pernbankan-syariah-di-bprs-gp-medan\/"},"modified":"2026-06-21T03:57:43","modified_gmt":"2026-06-21T03:57:43","slug":"ojk-menyita-41-aset-terkait-dugaan-tindak-pidana-pernbankan-syariah-di-bprs-gp-medan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/21\/ojk-menyita-41-aset-terkait-dugaan-tindak-pidana-pernbankan-syariah-di-bprs-gp-medan\/","title":{"rendered":"OJK Menyita 41 Aset Terkait Dugaan Tindak Pidana Pernbankan Syariah di BPRS GP Medan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/21\/1782014104_164d5c06de36cfd06826.jpg\" alt=\"OJK Menyita 41 Aset Terkait Dugaan Tindak Pidana Pernbankan Syariah di BPRS GP Medan\"\/><figcaption>Penyidik OJK menyita 41 aset tanah dan bangunan terkait tindak pidana perbankan syariah di BPRS GP Medan untuk pemulihan kerugian bank (asset recovery).(MI\/HO)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>OTORITAS<b> <\/b>Jasa Keuangan (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ojk\" title=\"ojk\">OJK<\/a>) terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas tindak pidana di sektor jasa keuangan. Terbaru, tim penyidik OJK berhasil menyita dan mengamankan 41 aset yang diduga kuat berkaitan dengan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/tindak-pidana-perbankan-syariah\" title=\"tindak pidana perbankan syariah\">tindak pidana perbankan syariah<\/a> pada PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) GP di Kota <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/medan\" title=\"medan\">Medan<\/a>, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sumatera-utara\" title=\"sumatera utara\">Sumatera Utara<\/a>.<\/p>\n<p>Langkah strategis ini dilakukan selama dua hari, yakni pada 17\u201318 Juni 2026, setelah mendapatkan penetapan resmi dari Pengadilan Negeri setempat. Tindakan ini merupakan bagian dari upaya penegakan hukum sekaligus <em>asset recovery<\/em> atau pemulihan kerugian bank yang saat ini tengah dalam proses penyidikan intensif.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h3>Kronologi dan Modus Operandi<\/h3>\n<p>Penyidikan mengungkap bahwa dugaan tindak pidana ini terjadi dalam rentang waktu Oktober 2019 hingga Maret 2024. Perkara ini menyeret dua nama utama, yakni Sdri. IP yang menjabat sebagai Direktur Utama BPRS GP saat itu, serta Sdr. MIL selaku pengguna dana akhir (<em>end user<\/em>).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/890229\/bmkg-sebagian-wilayah-sumatera-utara-berpotensi-hujan-pada-jumat-15-mei-2026\" title=\"BMKG: Sebagian Wilayah Sumatera Utara Berpotensi Hujan pada Jumat 15 Mei 2026\" target=\"_blank\">BMKG: Sebagian Wilayah Sumatera Utara Berpotensi Hujan pada Jumat 15 Mei 2026<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Modus yang digunakan para terlapor adalah melakukan pencatatan palsu dalam pembukuan dan dokumen transaksi perbankan. Mereka diduga menyalurkan 35 fasilitas pembiayaan kepada 34 nasabah <em>nominee<\/em> (pinjam nama) dengan total plafon mencapai Rp15,47 miliar.<\/p>\n<p>Dana tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi serta menutupi pembiayaan bermasalah lainnya, yang pada akhirnya merusak kualitas kesehatan bank.<\/p>\n<p>Sebagai informasi, OJK telah mencabut izin usaha PT BPRS GP sejak 17 April 2025 sebelum kasus ini masuk ke tahap penyidikan lebih lanjut.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/882412\/polisi-tembak-dua-begal-sadis-yang-sayat-penjual-pecal-di-medan\" title=\"Polisi Tembak Dua Begal Sadis yang Sayat Penjual Pecal di Medan\" target=\"_blank\">Polisi Tembak Dua Begal Sadis yang Sayat Penjual Pecal di Medan<\/a><\/strong><\/p>\n<div style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 15px; background-color: #f9f9f9; margin: 20px 0;\">\n<h4 style=\"margin-top: 0;\">Rincian Aset yang Disita OJK<\/h4>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #e6e6e6;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px; text-align: left;\">Jenis Aset<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px; text-align: left;\">Lokasi Wilayah<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px; text-align: center;\">Jumlah<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\">Bangunan<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\">Kota Medan &amp; Kab. Deli Serdang<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px; text-align: center;\">8 Unit<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\">Tanah (SHM)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\">Kota Medan &amp; Kab. Deli Serdang<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px; text-align: center;\">29 Bidang<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\">Tanah\/Bangunan<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\">Kota Binjai<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px; text-align: center;\">2 Aset<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\">Tanah\/Bangunan<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\">Pangkalan Susu, Kab. Langkat<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px; text-align: center;\">2 Aset<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr style=\"font-weight: bold; background-color: #eee;\">&#13;<\/p>\n<td colspan=\"2\" style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px; text-align: right;\">Total Aset<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px; text-align: center;\">41 Aset<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<\/div>\n<h3>Kelemahan Agunan dan Sanksi Hukum<\/h3>\n<p>Dalam proses <em>asset tracing<\/em>, penyidik menemukan fakta bahwa sebagian agunan pembiayaan tidak diikat secara sempurna sesuai ketentuan hukum. Banyak aset yang hanya menggunakan instrumen Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB), sehingga penyitaan ini menjadi krusial untuk mengamankan barang bukti agar tidak berpindah tangan.<\/p>\n<p>Para terlapor dibidik dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, yang telah diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).<\/p>\n<p>Keberhasilan operasi ini merupakan buah sinergi antara OJK dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kejaksaan, Pengadilan, serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). OJK menegaskan akan terus mengejar aset-aset lain guna melindungi kepentingan masyarakat dan menjaga integritas industri jasa keuangan nasional dari praktik-praktik ilegal. (RO\/Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/902627\/ojk-menyita-41-aset-terkait-dugaan-tindak-pidana-pernbankan-syariah-di-bprs-gp-medan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penyidik OJK menyita 41 aset tanah dan bangunan terkait tindak pidana perbankan syariah di BPRS GP Medan untuk pemulihan kerugian bank (asset recovery).(MI\/HO) OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas tindak pidana di sektor jasa keuangan. Terbaru, tim penyidik OJK berhasil menyita dan mengamankan 41 aset yang diduga kuat berkaitan dengan tindak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":60360,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-60359","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60359","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=60359"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60359\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/60360"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=60359"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=60359"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=60359"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}