{"id":60305,"date":"2026-06-20T21:33:41","date_gmt":"2026-06-20T21:33:41","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/20\/waspada-stroke-faktor-risiko-pengaruh-genetik-dan-perubahan-gaya-hidup-modern\/"},"modified":"2026-06-20T21:33:41","modified_gmt":"2026-06-20T21:33:41","slug":"waspada-stroke-faktor-risiko-pengaruh-genetik-dan-perubahan-gaya-hidup-modern","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/20\/waspada-stroke-faktor-risiko-pengaruh-genetik-dan-perubahan-gaya-hidup-modern\/","title":{"rendered":"Waspada Stroke Faktor Risiko, Pengaruh Genetik, dan Perubahan Gaya Hidup Modern"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/21\/1781988853_b97f1505a83a815fa52e.jpg\" alt=\"Waspada Stroke: Faktor Risiko, Pengaruh Genetik, dan Perubahan Gaya Hidup Modern\"\/><figcaption>Ilustrasi(magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/stroke\" title=\"stroke\">STROKE<\/a><b> <\/b>tetap menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di era modern. Sebagai penyakit vaskular yang menyerang pembuluh darah di otak, stroke dipicu oleh berbagai faktor risiko kompleks, mulai dari kondisi medis penyerta hingga perubahan gaya hidup yang drastis.<\/p>\n<p>Dokter spesialis saraf subspesialis neurokritikal dan intensif dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Ramdinal Aviesena Zairinal, Sp.N(K), menjelaskan bahwa masalah pada pembuluh darah adalah inti dari terjadinya stroke.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Menurut dokter yang akrab disapa Sena ini, ketika stroke menyerang, biasanya terdapat berbagai faktor risiko yang saling berkaitan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/887726\/dokter-gizi-obesitas-bisa-picu-200-penyakit-komplikasi-termasuk-jantung-dan-stroke\" title=\"Dokter Gizi: Obesitas Bisa Picu 200 Penyakit Komplikasi Termasuk Jantung dan Stroke\" target=\"_blank\">Dokter Gizi: Obesitas Bisa Picu 200 Penyakit Komplikasi Termasuk Jantung dan Stroke<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cAda darah tinggi, diabetes, sakit jantung, dan faktor-faktor yang tidak bisa dikontrol, misalnya faktor keturunan,\u201d ujar Sena, dikutip Minggu (21\/6).<\/p>\n<h3>Kaitan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/genetik\" title=\"genetik\">Genetik<\/a> dan Deteksi Dini<\/h3>\n<p>Sena menekankan bahwa riwayat keluarga memiliki peran signifikan dalam meningkatkan risiko seseorang terkena stroke. Berdasarkan berbagai literatur kesehatan, risiko ini bisa mencapai angka 20% jika seseorang memiliki anggota keluarga dengan riwayat serupa.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, bagi mereka yang memiliki orangtua dengan riwayat stroke, Sena sangat menyarankan untuk segera melakukan deteksi dini dan memperketat pola hidup sehat. Selain genetik, gangguan kekentalan darah dan kelainan struktur pembuluh darah juga menjadi faktor internal yang patut diwaspadai.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/841830\/gen-z-dan-milenial-rentan-terkena-stroke-gaya-hidup-jadi-faktor-risiko\" title=\"Gen Z dan Milenial Rentan Terkena Stroke, Gaya Hidup Jadi Faktor Risiko\" target=\"_blank\">Gen Z dan Milenial Rentan Terkena Stroke, Gaya Hidup Jadi Faktor Risiko<\/a><\/strong><\/p>\n<div style=\"background-color: #f9f9f9; padding: 20px; border-left: 5px solid #2c3e50; margin: 20px 0;\"><strong>Data Faktor Risiko dan Tren Stroke<\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin-top: 10px;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #eeeeee;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px; text-align: left;\">Kategori<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px; text-align: left;\">Detail Faktor \/ Statistik<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Penyakit Penyerta<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Hipertensi, Diabetes, Penyakit Jantung<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Faktor Genetik<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Riwayat keluarga meningkatkan risiko hingga 20%<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Tren Prevalensi<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Meningkat dari 1 banding 6 menjadi 1 banding 4 orang<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Pemicu Modern<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Makanan ultra-proses, kurang gerak (sedenter), stres media sosial<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<\/div>\n<h3>Tantangan Gaya Hidup Modern<\/h3>\n<p>Menariknya, Sena menyoroti adanya pergeseran statistik penderita stroke. Jika sekitar 20 tahun lalu prevalensi stroke berada di angka satu dari enam orang, kini angkanya meningkat menjadi satu dari empat orang.<\/p>\n<p>Peningkatan ini salah satunya dipicu oleh meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri, namun di sisi lain juga mencerminkan buruknya pola hidup masa kini.<\/p>\n<p>Perubahan pola makan dari <em>natural food<\/em> (makanan alami) menjadi <em>ultra-processed food<\/em> (makanan olahan tinggi) menjadi salah satu pemicu utama. Selain itu, kemajuan teknologi yang seharusnya memudahkan manusia justru menciptakan jebakan gaya hidup sedenter atau jarang bergerak.<\/p>\n<p>\u201cBagaimana seseorang jarang olahraga, merokok, mengonsumsi makanan tidak sehat, itulah yang membuat berisiko. Dan juga <em>stresor<\/em> dari kemajuan sosial media saat ini tidak bisa kita pungkiri pengaruhnya terhadap kesehatan,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Dengan meningkatnya temuan kasus, masyarakat diimbau untuk lebih proaktif dalam mengelola stres dan menjaga pola makan guna meminimalisir risiko kerusakan pembuluh darah yang berujung pada stroke. (Ant\/Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/902589\/waspada-stroke-faktor-risiko-pengaruh-genetik-dan-perubahan-gaya-hidup-modern\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(magnific) STROKE tetap menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di era modern. Sebagai penyakit vaskular yang menyerang pembuluh darah di otak, stroke dipicu oleh berbagai faktor risiko kompleks, mulai dari kondisi medis penyerta hingga perubahan gaya hidup yang drastis. Dokter spesialis saraf subspesialis neurokritikal dan intensif dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Ramdinal Aviesena [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":60306,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-60305","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60305","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=60305"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60305\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/60306"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=60305"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=60305"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=60305"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}