{"id":60187,"date":"2026-06-20T14:58:27","date_gmt":"2026-06-20T14:58:27","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/20\/serangan-israel-di-gaza-tewaskan-satu-keluarga-gencatan-senjata-hanya-ilusi\/"},"modified":"2026-06-20T14:58:27","modified_gmt":"2026-06-20T14:58:27","slug":"serangan-israel-di-gaza-tewaskan-satu-keluarga-gencatan-senjata-hanya-ilusi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/20\/serangan-israel-di-gaza-tewaskan-satu-keluarga-gencatan-senjata-hanya-ilusi\/","title":{"rendered":"Serangan Israel di Gaza Tewaskan Satu Keluarga, Gencatan Senjata hanya Ilusi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/20\/1781967263_f14ff1079c2ebfd41655.jpg\" alt=\"Serangan Israel di Gaza Tewaskan Satu Keluarga, Gencatan Senjata hanya Ilusi\"\/><figcaption>Gaza.(Al Jazeera)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>OTORITAS kesehatan di <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/jalur-gaza\" title=\"Jalur Gaza\">Jalur Gaza<\/a>, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/palestina\" title=\"Palestina\">Palestina<\/a>, melaporkan serangan udara <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/israel\" title=\"Israel\">Israel<\/a> pada Sabtu (20\/6) menewaskan lima orang, termasuk empat anggota dari satu keluarga yang sama. Insiden tragis ini terjadi di tengah klaim gencatan senjata yang oleh PBB disebut sebagai ilusi mematikan karena pertumpahan darah yang terus berlanjut.<\/p>\n<p>Serangan udara semalam menghantam gedung apartemen di lingkungan Sabra, Kota Gaza. Menurut badan pertahanan sipil setempat, serangan tersebut menewaskan keluarga al-Safadi yang terdiri dari suami, istri, dan dua putri mereka. Selain korban jiwa, 12 lainnya dilaporkan luka-luka.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza mengonfirmasi telah menerima empat jenazah anggota keluarga al-Safadi, termasuk dua anak. Nael al-Safadi, kerabat korban, menyatakan kepedihannya atas serangan yang menyasar warga sipil tersebut.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/819704\/unicef-desak-semua-perbatasan-gaza-dibuka-untuk-bantuan-makanan\" title=\"UNICEF Desak Semua Perbatasan Gaza Dibuka untuk Bantuan Makanan\" target=\"_blank\">UNICEF Desak Semua Perbatasan Gaza Dibuka untuk Bantuan Makanan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Sekitar jam 2 pagi, sepupu-sepupu saya sedang tidur ketika rudal menghantam mereka. Mereka tidak memiliki hubungan dengan Hamas, mereka hanya anak-anak yang tidak bersalah,&#8221; ujar Nael kepada AFP.<\/p>\n<p><strong>Kesaksian Korban:<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\n&#8220;Saya seorang warga sipil. Demi Tuhan, saya tidak pernah membawa senjata. Apa salah saya dalam hal ini?&#8221; ujar Mohammad al-Safadi, salah satu anggota keluarga yang selamat dari reruntuhan apartemennya.<\/p>\n<h2><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/unicef\" title=\"UNICEF\">UNICEF<\/a>: Gencatan Senjata yang Kejam<\/h2>\n<p>Di Jenewa, UNICEF mengeluarkan kecaman keras terhadap situasi di Gaza. Juru bicara UNICEF, James Elder, menyebut gencatan senjata yang dideklarasikan sejak Oktober 2025 sebagai formalitas yang tidak memberikan perlindungan nyata bagi warga sipil, khususnya anak-anak.<\/p>\n<p>Data menunjukkan bahwa sejak gencatan senjata diumumkan delapan bulan lalu, setidaknya 265 anak-anak tewas di Gaza. &#8220;Selama periode yang seharusnya ditentukan oleh pengendalian diri dan perlindungan, rata-rata satu anak terbunuh setiap hari,&#8221; tegas Elder.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/779346\/tragedi-anak-anak-gaza-dari-harapan-hingga-kehilangan\" title=\"Tragedi Anak-Anak Gaza: Dari Harapan hingga Kehilangan\" target=\"_blank\">Tragedi Anak-Anak Gaza: Dari Harapan hingga Kehilangan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Elder menekankan bahwa anak-anak tersebut tidak tewas di zona perang aktif, melainkan di tempat-tempat yang seharusnya aman. &#8220;Mereka dibunuh di rumah mereka, sekolah, saat bermain sepak bola, atau saat memancing. Mereka ditembak, dibom, dan diserang oleh <em>quadcopter<\/em>,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<h3>Data Korban Terus Meningkat<\/h3>\n<p>Berdasarkan data kementerian kesehatan di Gaza yang dianggap kredibel oleh PBB, setidaknya 1.012 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober tahun lalu. Di sisi lain, militer Israel melaporkan lima kematian di jajaran mereka dalam periode yang sama.<\/p>\n<p>Selain korban jiwa, lebih dari 400 anak dilaporkan menderita luka parah, banyak di antaranya mengalami luka katastropik yang memerlukan evakuasi medis segera. Namun, pembatasan akses obat-obatan esensial oleh pihak Israel membuat risiko infeksi dan amputasi lebih lanjut meningkat bagi anak-anak yang terluka.<\/p>\n<p>Hingga berita ini diturunkan, militer Israel belum memberikan tanggapan resmi terkait dua insiden serangan terbaru di Kota Gaza tersebut. Sementara itu, kemajuan menuju penghentian perang secara permanen tetap buntu, meninggalkan warga Gaza dalam siklus kekerasan yang tidak kunjung usai. (I-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/902558\/serangan-israel-di-gaza-tewaskan-satu-keluarga-gencatan-senjata-hanya-ilusi\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gaza.(Al Jazeera) OTORITAS kesehatan di Jalur Gaza, Palestina, melaporkan serangan udara Israel pada Sabtu (20\/6) menewaskan lima orang, termasuk empat anggota dari satu keluarga yang sama. Insiden tragis ini terjadi di tengah klaim gencatan senjata yang oleh PBB disebut sebagai ilusi mematikan karena pertumpahan darah yang terus berlanjut. Serangan udara semalam menghantam gedung apartemen di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":60188,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-60187","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60187","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=60187"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60187\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/60188"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=60187"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=60187"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=60187"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}