{"id":59835,"date":"2026-06-19T19:47:37","date_gmt":"2026-06-19T19:47:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/19\/permen-legendaris-as-rilis-versi-tanpa-pewarna-buatan-agar-menyehatkan\/"},"modified":"2026-06-19T19:47:37","modified_gmt":"2026-06-19T19:47:37","slug":"permen-legendaris-as-rilis-versi-tanpa-pewarna-buatan-agar-menyehatkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/19\/permen-legendaris-as-rilis-versi-tanpa-pewarna-buatan-agar-menyehatkan\/","title":{"rendered":"Permen Legendaris AS Rilis Versi tanpa Pewarna Buatan agar Menyehatkan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/19\/1781877327_4bd30f775049ff620e85.jpg\" alt=\"Permen Legendaris AS Rilis Versi tanpa Pewarna Buatan agar Menyehatkan\"\/><figcaption>Ilustrasi.(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PRODUSEN permen legendaris, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/mars\" title=\"Mars\">Mars<\/a>, bersiap mencetak sejarah dalam 85 tahun perjalanannya. Pada Agustus mendatang, M&amp;M\u2019s akan meluncurkan versi terbaru yang dibuat sepenuhnya tanpa pewarna buatan. Namun, ada yang berbeda dari tampilan ikonisnya: warna biru dan cokelat dipastikan absen dari kemasan tersebut.<\/p>\n<p>Langkah ini diambil Mars di bawah tekanan kampanye <em>Make America Healthy Again<\/em>\u00a0(MAHA) yang digelorakan oleh Menteri Kesehatan AS, Robert F. Kennedy Jr. Kampanye tersebut mendesak perusahaan pangan besar untuk menghapus penggunaan pewarna sintetis yang dianggap berdampak buruk bagi kesehatan, terutama pada anak-anak.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h2>Tantangan Rumit di Balik Warna Alami<\/h2>\n<p>Mengganti pewarna buatan dengan bahan alami ternyata jauh lebih sulit dan mahal dari yang dibayangkan. Para peneliti di Mars berhasil mereplikasi warna merah, oranye, dan kuning menggunakan bahan-bahan seperti bit dan kunyit. Namun, warna biru menjadi tantangan terbesar.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/897758\/nasa-akhiri-misi-maven-di-mars-setelah-hilang-kontak-misterius\" title=\"NASA Akhiri Misi MAVEN di Mars setelah Hilang Kontak Misterius\" target=\"_blank\">NASA Akhiri Misi MAVEN di Mars setelah Hilang Kontak Misterius<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Mars memilih <strong><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/spirulina\" title=\"Spirulina\">spirulina<\/a><\/strong>&#8211;ganggang laut yang sering disebut sebagai <em>superfood<\/em>&#8211;sebagai pengganti pewarna biru sintetis (Blue 1). Sayangnya, penggunaan spirulina menimbulkan masalah teknis yang serius di pabrik:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Tekstur Berbusa:<\/strong> Berbeda dengan pewarna cair, bubuk spirulina cenderung berbusa saat dicampur sirup gula, menciptakan tekstur kental seperti <em>smoothie<\/em> yang menyumbat nosel semprot pabrik.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Risiko Higienitas:<\/strong> Bahan ini meninggalkan lapisan lengket di dalam pipa mesin yang berisiko memicu pertumbuhan jamur jika tidak dibersihkan dengan metode khusus.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Warna Tidak Identik:<\/strong> Warna biru alami yang dihasilkan cenderung lebih muda, menyerupai warna telur burung robin, bukan biru cerulean khas M&amp;M&#8217;s.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Karena warna cokelat pada M&amp;M&#8217;s juga membutuhkan campuran warna biru dalam proses pembuatannya, Mars terpaksa meniadakan kedua warna tersebut untuk sementara waktu dalam lini produk alami ini.<\/p>\n<p><strong>Info Menarik:<\/strong> Mars harus memperbarui lebih dari 300 mesin di berbagai pabrik mereka untuk bisa menangani karakteristik spirulina. Investasi ini menelan biaya jutaan dolar AS.<\/p>\n<h2>Target 2028 untuk Pelangi Lengkap<\/h2>\n<p>Anton Vincent, pimpinan bisnis camilan Mars Amerika Utara, menyatakan bahwa perusahaan memilih untuk tetap meluncurkan produk meski belum lengkap enam warna. &#8220;Ini situasi yang menakutkan. Anda sedang mengutak-atik ikon berusia 85 tahun,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/895715\/jamur-berpotensi-ubah-tanah-mars-jadi-lahan-pertanian-subur\" title=\"Jamur Berpotensi Ubah Tanah Mars Jadi Lahan Pertanian Subur\" target=\"_blank\">Jamur Berpotensi Ubah Tanah Mars Jadi Lahan Pertanian Subur<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Meskipun warna biru dan cokelat hilang, Mars berhasil mempertahankan warna hijau yang juga menggunakan spirulina tetapi dalam dosis yang lebih rendah. Dalam uji rasa, konsumen dilaporkan tidak merasakan perbedaan antara versi alami dan versi asli.<\/p>\n<p>Untuk tahap awal, M&amp;M\u2019s tanpa pewarna buatan ini hanya akan tersedia secara eksklusif melalui Amazon. Mars menargetkan seluruh enam warna pelangi versi alami dapat tersedia sepenuhnya pada tahun 2028. Hingga saat itu, versi asli dengan pewarna buatan tetap akan dijual di pasaran secara berdampingan.<\/p>\n<p>Langkah Mars ini menjadi sinyal kuat bagi industri makanan global bahwa tuntutan akan produk yang lebih sehat mulai mengubah realitas bisnis dan sains di balik produk-produk ikonik dunia. (Wall Street Journal\/I-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/902319\/permen-legendaris-as-rilis-versi-tanpa-pewarna-buatan-agar-menyehatkan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi.(Magnific) PRODUSEN permen legendaris, Mars, bersiap mencetak sejarah dalam 85 tahun perjalanannya. Pada Agustus mendatang, M&amp;M\u2019s akan meluncurkan versi terbaru yang dibuat sepenuhnya tanpa pewarna buatan. Namun, ada yang berbeda dari tampilan ikonisnya: warna biru dan cokelat dipastikan absen dari kemasan tersebut. Langkah ini diambil Mars di bawah tekanan kampanye Make America Healthy Again\u00a0(MAHA) yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":59836,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-59835","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59835","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59835"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59835\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/59836"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59835"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59835"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59835"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}