{"id":59690,"date":"2026-06-19T13:29:44","date_gmt":"2026-06-19T13:29:44","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/19\/teknologi-biomi-solusi-atasi-pencemaran-kotoran-ternak-di-tabanan-bali\/"},"modified":"2026-06-19T13:29:44","modified_gmt":"2026-06-19T13:29:44","slug":"teknologi-biomi-solusi-atasi-pencemaran-kotoran-ternak-di-tabanan-bali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/19\/teknologi-biomi-solusi-atasi-pencemaran-kotoran-ternak-di-tabanan-bali\/","title":{"rendered":"Teknologi Biomi Solusi Atasi Pencemaran Kotoran Ternak di Tabanan Bali"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/19\/1781875315_3a5874dfe1476ddfeb4d.jpg\" alt=\"Teknologi Biomi Solusi Atasi Pencemaran Kotoran Ternak di Tabanan Bali\"\/><figcaption>Kelompok Tani Ternak Amertha Sari II, Banjar Kesiut Kangin, Desa Kesiut, Kabupaten Tabanan, menjadi percontohan bagi penerapan sistem pengelolaan limbah berbasis komunitas yang berkelanjutan.(Dok Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>MASALAH pencemaran lingkungan akibat kotoran ternak di Kabupaten Tabanan, Bali, kini mulai menemukan titik terang. Pemanfaatan inovasi formula biomi hadir sebagai solusi efektif untuk mengolah limbah kotoran sapi sekaligus menjaga sanitasi lingkungan perdesaan.<\/p>\n<p>Akademisi Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi (FPST) <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/universitas-warmadewa\" title=\"Universitas Warmadewa\">Universitas Warmadewa<\/a>, I Nyoman Kaca, menjelaskan bahwa penerapan teknologi ini diharapkan mampu menekan polusi bau dan pencemaran yang selama ini menjadi tantangan bagi para peternak lokal. Melalui pendekatan berbasis komunitas, pemanfaatan biomi juga sekaligus meningkatkan nilai ekonomi limbah menjadi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pupuk-organik\" title=\"pupuk organik\">pupuk organik<\/a> berkualitas.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Penerapan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/teknologi-biomi\" title=\"Teknologi Biomi\">teknologi biomi<\/a> ini dirancang untuk membantu peternak mengatasi persoalan higienitas kandang dan lingkungan sekitarnya, sehingga keberadaan peternakan tidak lagi mengganggu kenyamanan warga,&#8221; ujar Nyoman Kaca saat dikonfirmasi di Denpasar pada Jumat (19\/6\/2026).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/895838\/mengolah-limbah-sapi-bali-menjadi-pupuk-organik-bernilai-ekonomi\" title=\"Mengolah Limbah Sapi Bali Menjadi Pupuk Organik Bernilai Ekonomi\" target=\"_blank\">Mengolah Limbah Sapi Bali Menjadi Pupuk Organik Bernilai Ekonomi<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Keunggulan Formula Biomi<\/h2>\n<p>Keunggulan utama dari teknologi biomi terletak pada kemampuannya mempercepat proses dekomposisi atau penguraian bahan organik pada kotoran ternak secara signifikan. Jika pengomposan konvensional membutuhkan waktu berbulan-bulan, sentuhan mikroorganisme dalam formula Biomi mampu memangkas waktu pematangan hingga menjadi jauh lebih singkat dan efisien.<\/p>\n<p>Selain mempercepat waktu pembuatan pupuk, formulasi hayati ini bekerja aktif mengikat amonia. Kemampuan tersebut membuat aroma menyengat dari kotoran dan urin sapi berkurang drastis sejak awal pengaplikasian. Hasil akhir dari proses dekomposisi ini adalah pupuk organik kaya hara yang sangat stabil, bebas dari patogen berbahaya, dan siap diaplikasikan untuk meningkatkan kesuburan tanah pada lahan pertanian hortikultura.<\/p>\n<p><strong>Info Program:<\/strong> Sosialisasi penanganan limbah ini dilakukan melalui Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional bertajuk <em>Community-Based Balinese Cattle Waste Management at Amertha Sari II Farmer Group to Enhance Environmental Sustainability and Farm Productivity in Kesiut Village\u00a0<\/em>pada 26 Mei 2026.<\/p>\n<h2>Kolaborasi Internasional<\/h2>\n<p>Lokasi pelaksanaan program berpusat di Kelompok Tani Ternak Amertha Sari II, Banjar Kesiut Kangin, Desa Kesiut, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan. Kelompok ternak ini menjadi percontohan bagi penerapan sistem pengelolaan limbah berbasis komunitas yang berkelanjutan.<\/p>\n<p>Program berskala global tersebut lahir dari kolaborasi lintas negara. FPST Universitas Warmadewa menggandeng dua perguruan tinggi luar negeri, yaitu Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia dan Pampanga State Agricultural University (PSAU) Filipina.<\/p>\n<p>Keterlibatan mitra internasional ini membawa ragam perspektif dan keahlian baru dalam memetakan manajemen limbah peternakan yang ramah lingkungan sekaligus produktif bagi pertanian hortikultura di Bali. Dengan integrasi teknologi dan edukasi, limbah yang semula menjadi beban lingkungan kini bertransformasi menjadi aset ekonomi bagi petani di Tabanan. (I-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/902307\/teknologi-biomi-solusi-atasi-pencemaran-kotoran-ternak-di-tabanan-bali\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kelompok Tani Ternak Amertha Sari II, Banjar Kesiut Kangin, Desa Kesiut, Kabupaten Tabanan, menjadi percontohan bagi penerapan sistem pengelolaan limbah berbasis komunitas yang berkelanjutan.(Dok Istimewa) MASALAH pencemaran lingkungan akibat kotoran ternak di Kabupaten Tabanan, Bali, kini mulai menemukan titik terang. Pemanfaatan inovasi formula biomi hadir sebagai solusi efektif untuk mengolah limbah kotoran sapi sekaligus menjaga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":59691,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-59690","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59690","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59690"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59690\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/59691"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59690"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59690"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59690"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}