{"id":59515,"date":"2026-06-19T05:45:48","date_gmt":"2026-06-19T05:45:48","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/19\/resmi-nasa-pensiunkan-maven-kisah-misi-mars-terbaik-sepanjang-masa-resmi-berakhir\/"},"modified":"2026-06-19T05:45:48","modified_gmt":"2026-06-19T05:45:48","slug":"resmi-nasa-pensiunkan-maven-kisah-misi-mars-terbaik-sepanjang-masa-resmi-berakhir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/19\/resmi-nasa-pensiunkan-maven-kisah-misi-mars-terbaik-sepanjang-masa-resmi-berakhir\/","title":{"rendered":"Resmi NASA Pensiunkan MAVEN Kisah Misi Mars Terbaik Sepanjang Masa Resmi Berakhir"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/19\/1781822403_808146379d3f16d1c20e.jpg\" alt=\"Resmi! NASA Pensiunkan MAVEN: Kisah Misi Mars Terbaik Sepanjang Masa Resmi Berakhir\"\/><figcaption>Ilustrasi pesawat ruang angkasa MAVEN.(Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>SETELAH berbulan-bulan melakukan upaya pemulihan yang tidak membuahkan hasil, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/nasa\" title=\"NASA\">NASA<\/a> secara resmi memulai proses penonaktifan (decommissioning) orbiter <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/maven\" title=\"MAVEN\">MAVEN<\/a>. Keputusan ini sekaligus mengakhiri misi luar biasa selama 11 tahun yang telah merevolusi pemahaman para ilmuwan tentang Planet Merah.<\/p>\n<p>Langkah berat ini diambil menyusul hilangnya kontak dengan pesawat ruang angkasa tersebut sejak Desember 2025. Gangguan terjadi saat MAVEN melakukan fase blackout komunikasi rutin ketika melintas di balik Mars. Meski tim pengendali misi telah mencoba berbagai cara, termasuk mengirimkan perintah untuk menyalakan ulang komputer wahana, MAVEN tetap bungkam.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Investigasi dari dewan peninjau NASA pada Februari mengungkapkan sebelum anomali terjadi, MAVEN beroperasi normal. Serpihan data telemetri yang berhasil dipulihkan menunjukkan wahana tersebut keluar dari balik Mars dalam mode aman (safe mode) sembari berputar dengan kecepatan 2,7 rotasi per menit. Karena tidak dirancang untuk berputar saat operasi normal, pergerakan ini menguras baterai MAVEN dalam hitungan jam hingga sistem komunikasinya mati total. Penyebab utama kegagalan sistem ini masih misterius.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/897758\/nasa-akhiri-misi-maven-di-mars-setelah-hilang-kontak-misterius\" title=\"NASA Akhiri Misi MAVEN di Mars setelah Hilang Kontak Misterius\" target=\"_blank\">NASA Akhiri Misi MAVEN di Mars setelah Hilang Kontak Misterius<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Kesimpulannya adalah pesawat ruang angkasa ini sudah tidak dapat dipulihkan,&#8221; ujar Mike Moreau, Manajer Proyek MAVEN di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA. &#8220;Tim benar-benar merasakan kehilangan seperti layaknya kehilangan orang yang dicintai dengan berakhirnya misi ini.&#8221;<\/p>\n<p>Meski diselimuti duka, para ilmuwan sekaligus merayakan warisan besar MAVEN yang jauh melampaui target awalnya. Diluncurkan pada November 2013, MAVEN (Mars Atmosphere and Volatile Evolution) awalnya hanya direncanakan bertugas selama dua tahun untuk menyelidiki bagaimana Mars kehilangan atmosfer tebalnya yang dulu memungkinkan air cair mengalir di permukaannya.<\/p>\n<p>Selama satu dekade lebih, MAVEN terbang mengitari Mars dalam orbit elips. Wahana ini berhasil membuktikan badai matahari secara dramatis mempercepat hilangnya gas atmosfer. Temuan ini menjadi jawaban kunci bagaimana Mars berevolusi dari dunia yang berpotensi mendukung kehidupan menjadi planet yang dingin dan gersang seperti sekarang.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/887975\/nasa-uji-coba-electric-thruster-untuk-misi-berawak-ke-mars\" title=\"NASA Uji Coba Electric Thruster untuk Misi Berawak ke Mars\" target=\"_blank\">NASA Uji Coba Electric Thruster untuk Misi Berawak ke Mars<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Kami kini memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pelepasan atmosfer di Mars dibandingkan planet lain, termasuk Bumi,&#8221; kata Shannon Curry, peneliti utama MAVEN dari Universitas Colorado Boulder.<\/p>\n<p>Selain berkontribusi pada lebih dari 800 publikasi ilmiah, MAVEN juga berfungsi sebagai tulang punggung komunikasi. Wahana ini berhasil mengirimkan hampir 18 persen dari seluruh data sains dari permukaan Mars ke Bumi.<\/p>\n<p>Saat ini, empat orbiter aktif yang tersisa harus menyesuaikan operasi mereka untuk menutupi celah komunikasi yang ditinggalkan MAVEN. MAVEN sendiri diprediksi akan tetap mengorbit selama 50 hingga 100 tahun ke depan sebelum akhirnya terseret gaya hambat atmosfer dan terbakar habis seperti bintang jatuh.<\/p>\n<p>Ketika ditanya apa yang akan ia tulis di batu nisan MAVEN, Curry menjawab tanpa ragu: &#8220;Misi. Mars. Terbaik. Sepanjang. Masa.&#8221; (Space\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/902065\/resmi-nasa-pensiunkan-maven-kisah-misi-mars-terbaik-sepanjang-masa-resmi-berakhir\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi pesawat ruang angkasa MAVEN.(Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA) SETELAH berbulan-bulan melakukan upaya pemulihan yang tidak membuahkan hasil, NASA secara resmi memulai proses penonaktifan (decommissioning) orbiter MAVEN. Keputusan ini sekaligus mengakhiri misi luar biasa selama 11 tahun yang telah merevolusi pemahaman para ilmuwan tentang Planet Merah. Langkah berat ini diambil menyusul hilangnya kontak dengan pesawat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":59516,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-59515","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59515","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59515"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59515\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/59516"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59515"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59515"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59515"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}