{"id":59499,"date":"2026-06-19T05:01:54","date_gmt":"2026-06-19T05:01:54","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/19\/benarkah-golongan-darah-o-lebih-disukai-nyamuk-ini-penjelasan-pakar-ipb\/"},"modified":"2026-06-19T05:01:54","modified_gmt":"2026-06-19T05:01:54","slug":"benarkah-golongan-darah-o-lebih-disukai-nyamuk-ini-penjelasan-pakar-ipb","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/19\/benarkah-golongan-darah-o-lebih-disukai-nyamuk-ini-penjelasan-pakar-ipb\/","title":{"rendered":"Benarkah Golongan Darah O Lebih Disukai Nyamuk Ini Penjelasan Pakar IPB"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/19\/1781844991_5961e883d58c0fa2de11.jpg\" alt=\"Benarkah Golongan Darah O Lebih Disukai Nyamuk? Ini Penjelasan Pakar IPB\"\/><figcaption>Ilustrasi(magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/nyamuk\" title=\"nyamuk\">NYAMUK<\/a> sering kali menjadi subjek berbagai <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/mitos\" title=\"mitos\">mitos<\/a> yang berkembang di masyarakat, mulai dari preferensi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/golongan-darah\" title=\"golongan darah\">golongan darah<\/a> hingga cara penularan penyakit. Salah satu anggapan yang paling populer adalah pemilik <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/golongan-darah-o\" title=\"golongan darah O\">golongan darah O<\/a> lebih rentan menjadi sasaran gigitan serangga ini.<\/p>\n<p>Guru Besar Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, <strong>Prof. drh. Upik Kesumawati<\/strong>, mengonfirmasi bahwa anggapan tersebut bukan sekadar isapan jempol, melainkan memiliki dasar ilmiah yang kuat.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h2>Alasan Ilmiah di Balik Preferensi Nyamuk<\/h2>\n<p>Dalam tayangan di kanal YouTube IPB TV, Prof. Upik merujuk pada penelitian di Jepang tahun 2004 yang menunjukkan bahwa nyamuk memang lebih sering mengisap darah individu bergolongan darah O. Hal ini berkaitan dengan sinyal kimia yang dipancarkan oleh tubuh.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/850436\/golongan-darah-ini-punya-risiko-rendah-terkena-penyakit-jantung\" title=\"Golongan Darah Ini Punya Risiko Rendah Terkena Penyakit Jantung\" target=\"_blank\">Golongan Darah Ini Punya Risiko Rendah Terkena Penyakit Jantung<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Orang yang bergolongan darah O mempunyai senyawa-senyawa volatil yang lebih banyak dibandingkan orang yang bergolongan darah A. Misalnya menghasilkan asam laktat atau karbon dioksida (CO2) lebih banyak, sehingga lebih mudah dideteksi oleh nyamuk,&#8221; jelas Prof. Upik.<\/p>\n<p>Meski demikian, ia menekankan bahwa golongan darah lain tidak lantas kebal. Semua orang tetap berpotensi digigit, namun pemilik golongan darah O memiliki daya tarik &#8220;magnetis&#8221; yang lebih tinggi bagi nyamuk.<\/p>\n<div style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 15px; background-color: #f9f9f9; margin-bottom: 20px;\">\n<h3 style=\"margin-top: 0;\">Tabel: Fakta vs Mitos Seputar Nyamuk<\/h3>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #e2e2e2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px; text-align: left;\">Aspek<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px; text-align: left;\">Penjelasan Pakar<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\"><strong>Golongan Darah O<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\">Paling disukai karena kadar CO2 dan asam laktat yang lebih tinggi.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\"><strong>Fungsi Darah<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\">Bukan makanan utama, melainkan nutrisi untuk reproduksi dan pematangan telur.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\"><strong>Nyamuk Jantan<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\">Tidak mengisap darah; mengonsumsi cairan tanaman dan nektar bunga.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\"><strong>Warna Pakaian<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\">Warna gelap lebih menarik nyamuk karena menyerap panas tubuh.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\"><strong>Penularan HIV<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\"><strong>Mitos.<\/strong> Virus HIV mati di dalam tubuh nyamuk dan tidak bisa ditularkan.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<\/div>\n<h2>Darah Bukan Makanan Utama<\/h2>\n<p>Prof. Upik juga meluruskan persepsi umum mengenai pola makan nyamuk. Ternyata, darah bukanlah sumber energi utama bagi serangga ini. Darah hanya dibutuhkan oleh nyamuk betina sebagai asupan protein untuk proses reproduksi.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/811259\/nyamuk-lebih-incar-pemilik-golongan-darah-o-ini-penjelasan-ilmiahnya\" title=\"Nyamuk Lebih Incar Pemilik Golongan Darah O, Ini Penjelasan Ilmiahnya\" target=\"_blank\">Nyamuk Lebih Incar Pemilik Golongan Darah O, Ini Penjelasan Ilmiahnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Sebaliknya, nyamuk jantan sama sekali tidak mengisap darah. Untuk bertahan hidup, nyamuk jantan memperoleh energi dari sumber alami seperti nektar bunga atau cairan tanaman lainnya.<\/p>\n<h2>Warna Pakaian dan Mitos HIV<\/h2>\n<p>Selain faktor biologis seperti golongan darah, faktor eksternal seperti pilihan warna pakaian juga berpengaruh. Pakaian berwarna gelap cenderung menyerap panas, menciptakan kondisi hangat dan lembap yang sangat disukai nyamuk untuk mendekat.<\/p>\n<p>Terkait kekhawatiran masyarakat mengenai penularan HIV melalui gigitan nyamuk, Prof. Upik menegaskan bahwa hal tersebut tidak mungkin terjadi.<\/p>\n<p>&#8220;Meskipun nyamuk mengisap darah penderita HIV, virus tersebut tidak berkembang di dalam tubuh nyamuk dan akan mati dalam waktu singkat,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<h2>Langkah Pencegahan<\/h2>\n<p>Sebagai upaya perlindungan, masyarakat diimbau untuk tetap konsisten menjalankan program <strong>3M Plus<\/strong>:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Menguras<\/strong> dan membersihkan tempat penampungan air.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Menutup<\/strong> rapat tempat penyimpanan air.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Mendaur ulang<\/strong> barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Selain itu, penggunaan losion antinyamuk, pemakaian pakaian tertutup, serta pemasangan kelambu sangat disarankan untuk meminimalisir risiko gigitan di area rumah. (Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/902133\/benarkah-golongan-darah-o-lebih-disukai-nyamuk-ini-penjelasan-pakar-ipb\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(magnific) NYAMUK sering kali menjadi subjek berbagai mitos yang berkembang di masyarakat, mulai dari preferensi golongan darah hingga cara penularan penyakit. Salah satu anggapan yang paling populer adalah pemilik golongan darah O lebih rentan menjadi sasaran gigitan serangga ini. Guru Besar Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, Prof. drh. Upik Kesumawati, mengonfirmasi bahwa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":59500,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-59499","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59499","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59499"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59499\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/59500"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59499"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59499"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59499"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}