{"id":59372,"date":"2026-06-18T22:57:06","date_gmt":"2026-06-18T22:57:06","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/18\/harga-pertamax-naik-aismoli-desak-pemerintah-percepat-transisi-energi\/"},"modified":"2026-06-18T22:57:06","modified_gmt":"2026-06-18T22:57:06","slug":"harga-pertamax-naik-aismoli-desak-pemerintah-percepat-transisi-energi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/18\/harga-pertamax-naik-aismoli-desak-pemerintah-percepat-transisi-energi\/","title":{"rendered":"Harga Pertamax Naik, Aismoli Desak Pemerintah Percepat Transisi Energi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/18\/1781794411_843648e6fd299a02093e.jpg\" alt=\"Harga Pertamax Naik, Aismoli Desak Pemerintah Percepat Transisi Energi\"\/><figcaption>Pengemudi ojek daring mengganti baterai sepeda motor listrik di Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) PLN, Gambir.(Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>ASOSIASI Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) mendorong pemerintah mempercepat adopsi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kendaraan-listrik\" title=\"kendaraan listrik\">kendaraan listrik<\/a> menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan tingginya dukungan masyarakat terhadap transportasi rendah emisi. Organisasi tersebut menilai momentum saat ini menjadi kesempatan strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM sekaligus menekan beban subsidi energi.<\/p>\n<p>Kenaikan harga BBM sekitar 37%\u00a0 yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026 dinilai semakin meningkatkan biaya transportasi masyarakat. Kondisi tersebut diperparah oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang membuat biaya impor BBM semakin mahal dan berpotensi memperbesar beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Aismoli menilai setiap kendaraan listrik yang beroperasi akan mengurangi konsumsi BBM secara permanen sehingga dapat menciptakan ruang fiskal yang lebih besar bagi pemerintah.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/893870\/pembangunan-infrastruktur-kendaraan-listrik-di-berbagai-daerah-dipercepat\" title=\"Pembangunan Infrastruktur Kendaraan Listrik di Berbagai Daerah Dipercepat\" target=\"_blank\">Pembangunan Infrastruktur Kendaraan Listrik di Berbagai Daerah Dipercepat<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Data riset INDEF 2025 menunjukkan hampir 20% pengeluaran rumah tangga digunakan untuk kebutuhan kendaraan, mulai dari pembelian, perawatan, pajak hingga bahan bakar. Kondisi tersebut menjadikan biaya transportasi sebagai salah satu komponen pengeluaran yang paling sensitif terhadap kenaikan harga energi.<\/p>\n<p><strong>HASIL SURVEI<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\nDi tengah situasi tersebut, hasil Survei Dampak Penggunaan Kendaraan Listrik yang dilakukan Litbang Kompas pada April 2026 menunjukkan dukungan masyarakat terhadap kendaraan listrik berada pada tingkat yang sangat tinggi. Survei yang dilakukan melalui wawancara tatap muka di Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, dan Makassar itu mencatat sebanyak 98% responden mendukung penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.<\/p>\n<p>Selain itu, sebanyak 94,8% responden menyatakan pemerintah perlu mendorong percepatan transisi kendaraan listrik secara aktif. Tingkat pengenalan masyarakat terhadap kendaraan listrik juga mencapai rata-rata 8,04 dari skala 10.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/879683\/regulasi-kendaraan-listrik-harus-komprehensif-di-tengah-lonjakan-subsidi-energi\" title=\"Regulasi Kendaraan Listrik harus Komprehensif di Tengah Lonjakan Subsidi Energi\" target=\"_blank\">Regulasi Kendaraan Listrik harus Komprehensif di Tengah Lonjakan Subsidi Energi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Survei tersebut juga mengungkapkan bahwa 81,1% responden yang belum memiliki kendaraan listrik bersedia beralih apabila teknologi tersebut terbukti memberikan manfaat bagi kesehatan, lingkungan, dan ekonomi keluarga.<\/p>\n<p>Sementara itu, 96,8% pengguna kendaraan listrik menyatakan bersedia merekomendasikan kendaraan tersebut kepada orang lain karena merasakan langsung biaya operasional yang lebih rendah, perawatan yang lebih mudah, dan pajak yang lebih ringan.<\/p>\n<p>Data Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) yang dipaparkan dalam Aismoli Annual Meeting 2026 juga menunjukkan biaya operasional sepeda motor listrik 74 hingga 83% lebih murah dibandingkan sepeda motor berbahan bakar minyak.<\/p>\n<p>Ketua Umum Aismoli Budi Setiyadi mengatakan hasil survei tersebut menunjukkan masyarakat telah siap menyambut <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/transisi-energi\" title=\"transisi energi\">transisi energi<\/a> di sektor transportasi.<\/p>\n<p>&#8220;Hasil survei ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia sudah siap, memahami manfaatnya, dan menantikan percepatan transisi energi di bidang transportasi. Bagi pemerintah, ini jangan diposisikan sebagai beban, melainkan peluang untuk memimpin perubahan yang didukung dan diharapkan oleh mayoritas masyarakat. Efek jangka panjangnya kita akan mengurangi subsidi BBM yang tinggi,&#8221; kata Budi Setiyadi.<\/p>\n<p>Survei juga menemukan masyarakat menginginkan peran pemerintah yang lebih besar dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik. Sebanyak 89,2% responden berharap harga kendaraan listrik rendah emisi dibuat lebih terjangkau, sedangkan 95,8% mendukung peningkatan produksi kendaraan rendah emisi di dalam negeri.<\/p>\n<p>Selain itu, sekitar 73,5% responden percaya aspirasi masyarakat dapat mendorong pemerintah bergerak lebih cepat dalam menerbitkan regulasi yang mendukung transisi kendaraan listrik.<\/p>\n<p><strong>KEPASTIAN KEBIJAKAN<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\nAISMOLI menilai insentif saja tidak cukup untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik. Industri membutuhkan kepastian kebijakan jangka menengah dan panjang, mulai dari skema dukungan pembelian, perpajakan hingga standar produksi yang konsisten agar investasi dapat berkembang.<\/p>\n<p>Sekretaris Jenderal AISMOLI Hanggoro Ananta Khrisna mengatakan industri telah menyiapkan kapasitas produksi, jaringan distribusi, serta berbagai usulan teknis untuk mendukung percepatan kendaraan listrik.<\/p>\n<p>&#8220;Industri dan konsumen telah menunjukkan kesiapan yang sama. Kini saatnya pemerintah mengambil peran kepemimpinan, tidak hanya untuk momen ini, tetapi untuk membangun ekosistem kebijakan yang memberi industri kepastian jangka panjang. Kebijakan yang konsisten dan berkelanjutan adalah fondasi yang memungkinkan investasi tumbuh, lapangan kerja tercipta, dan manfaat nyata dirasakan masyarakat melalui penghematan biaya transportasi dan peningkatan daya beli,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Aismoli menegaskan keberhasilan transisi kendaraan listrik bergantung pada kolaborasi pemerintah, industri, dan konsumen. Dengan dukungan publik yang mencapai 98 persen serta kesiapan industri dan tingginya minat masyarakat untuk beralih, asosiasi tersebut optimistis Indonesia memiliki peluang mempercepat pembangunan ekosistem kendaraan listrik nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor BBM secara berkelanjutan.\u00a0<\/p>\n<p><strong>BERLAKUKAN SUBSIDI<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\nSebelumnya, Aismoli mendorong pemerintah untuk memberlakukan subsidi dalam pembelian sepeda motor listrik pada tahun 2026 guna meningkatkan penggunaan kendaraan elektrik.<\/p>\n<p>Aismoli sebagai asosiasi mendorong implementasi segera subsidi motor listrik yang telah diumumkan pemerintah agar tidak menimbulkan efek <em>hold-buying, <\/em>sekaligus mendukung kebijakan non-fiskal yang mudah dipahami masyarakat,&#8221; kata Public Relation Event Executive Aismoli Riniwaty Sinaga.\u00a0<\/p>\n<p>Ia mengemukakan bahwa penundaan penerapan kebijakan subsidi bisa\u00a0membuat konsumen menangguhkan pembelian kendaraan listrik. Kondisi ini bisa berdampak pada upaya peningkatan adopsi kendaraan elektrik yang lebih ramah lingkungan.<\/p>\n<p>Selain mendorong pemberian subsidi, Aismoli mempromosikan penggunaan sepeda motor listrik untuk mengefisienkan biaya operasional kendaraan dalam penyediaan jasa seperti ojek online dan kurir maupun operasional korporasi.<\/p>\n<p>&#8220;Aismoli aktif mengampanyekan manfaat penghematan biaya operasional motor listrik dengan fokus pada segmen ojek online, kurir logistik, dan armada korporasi yang memberikan dampak paling cepat dan terukur,&#8221;kata Rini. (Ant\/E-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/901969\/harga-pertamax-naik-aismoli-desak-pemerintah-percepat-transisi-energi\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengemudi ojek daring mengganti baterai sepeda motor listrik di Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) PLN, Gambir.(Antara) ASOSIASI Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) mendorong pemerintah mempercepat adopsi kendaraan listrik menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan tingginya dukungan masyarakat terhadap transportasi rendah emisi. Organisasi tersebut menilai momentum saat ini menjadi kesempatan strategis [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":59373,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-59372","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59372","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59372"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59372\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/59373"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59372"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59372"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59372"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}