{"id":59277,"date":"2026-06-18T18:47:09","date_gmt":"2026-06-18T18:47:09","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/18\/filosofi-shin-tae-yong-di-persija-cari-pemain-berkarakter-dan-mau-berkorban\/"},"modified":"2026-06-18T18:47:09","modified_gmt":"2026-06-18T18:47:09","slug":"filosofi-shin-tae-yong-di-persija-cari-pemain-berkarakter-dan-mau-berkorban","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/18\/filosofi-shin-tae-yong-di-persija-cari-pemain-berkarakter-dan-mau-berkorban\/","title":{"rendered":"Filosofi Shin Tae-yong di Persija Cari Pemain Berkarakter dan Mau Berkorban"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/18\/1781798409_31d0943d841a3efdd916.jpg\" alt=\"Filosofi Shin Tae-yong di Persija: Cari Pemain Berkarakter dan Mau Berkorban\"\/><figcaption>PELATIH anyar Persija Jakarta, Shin Tae-yong (STY).(Dok. Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PELATIH anyar <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/persija-jakarta\" title=\"Persija Jakarta\">Persija Jakarta<\/a>, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/shin-tae-yong\" title=\"Shin Tae-yong\">Shin Tae-yong<\/a> (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sty\" title=\"STY\">STY<\/a>), mulai memancangkan standar tinggi bagi skuad Macan Kemayoran untuk mengarungi kompetisi musim 2025\/2026. Pelatih asal Korea Selatan tersebut menegaskan bahwa dirinya hanya menginginkan pemain yang memiliki karakter kuat, mentalitas baja, dan kemauan besar untuk berjuang demi tim.<\/p>\n<p>Dikutip dari laman resmi I.League pada Kamis (18\/6\/2026), STY menekankan bahwa kualitas teknis saja tidak cukup untuk masuk dalam skema permainannya. Ia menuntut semangat pengorbanan dan etos kerja tinggi sebagai syarat mutlak bagi setiap penggawa <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/persija\" title=\"Persija\">Persija<\/a>.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h2>Filosofi Sepak Bola Modern STY<\/h2>\n<p>Menurut mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut, sepak bola modern saat ini sangat bergantung pada kerja kolektif dan intensitas permainan. Hal inilah yang menjadi fondasi utama dalam menentukan keberhasilan sebuah tim di atas lapangan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/sepak-bola\/897534\/sty-disebut-media-korsel-mau-latih-persija-jakarta\" title=\"STY Disebut Media Korsel Mau Latih Persija Jakarta\" target=\"_blank\">STY Disebut Media Korsel Mau Latih Persija Jakarta<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Kami butuh pemain yang mau berkorban untuk tim. Pemain yang merasa \u2018siapa saya\u2019 dengan pundak yang kaku (sombong), tidak mau berkorban untuk tim, hanya berdiri diam dan tidak berlari keras di lapangan, tidak akan saya pilih. Itulah filosofi yang saya pegang dalam sepak bola,&#8221; tegas STY.<\/p>\n<h2>Definisi Pengorbanan di Lapangan<\/h2>\n<p>STY menjelaskan lebih detail mengenai bentuk nyata dari pengorbanan yang ia maksud. Baginya, komitmen seorang pemain terlihat dari kesediaannya membantu tim dalam berbagai situasi, termasuk saat transisi bertahan.<\/p>\n<p>Ia memberikan ilustrasi bahwa seorang penyerang pun harus memiliki tanggung jawab pertahanan jika situasi menuntut demikian. Indikator ini menjadi tolok ukur penting untuk melihat sejauh mana seorang pemain mengutamakan kepentingan tim di atas ego pribadi.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/sepak-bola\/898197\/shin-tae-yong-bicara-target-juara-bersama-persija-jakarta\" title=\"Shin Tae-yong Bicara Target Juara Bersama Persija Jakarta\" target=\"_blank\">Shin Tae-yong Bicara Target Juara Bersama Persija Jakarta<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Maksud dari mau berkorban untuk tim adalah meskipun dia berada di posisi paling depan (striker), ketika dia kehilangan bola, dia mau turun sampai ke area penalti kami sendiri untuk melakukan tekel, merebut bola, dan membawanya lagi,&#8221; ucapnya menambahkan.<\/p>\n<p>STY menilai membangun tim yang kuat tidak hanya bergantung pada kualitas individu, melainkan pada kesamaan visi dan kesadaran kolektif untuk berjuang bersama-sama sepanjang pertandingan.<\/p>\n<p>Meskipun aksi heroik seperti mengejar bola hingga ke area pertahanan sendiri tidak mungkin dilakukan terus-menerus selama 90 menit, STY percaya bahwa kemunculan momen tersebut akan memberikan dampak psikologis yang besar bagi tim.<\/p>\n<p>&#8220;Tentu tidak bisa dilakukan setiap saat, tapi jika hal seperti itu muncul satu atau dua kali saja demi tim, itu akan membuat seluruh pemain menjadi satu dan berlari keras bersama,&#8221; pungkasnya. (Ant\/H-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/sepak-bola\/902014\/filosofi-shin-tae-yong-di-persija-cari-pemain-berkarakter-dan-mau-berkorban\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PELATIH anyar Persija Jakarta, Shin Tae-yong (STY).(Dok. Antara) PELATIH anyar Persija Jakarta, Shin Tae-yong (STY), mulai memancangkan standar tinggi bagi skuad Macan Kemayoran untuk mengarungi kompetisi musim 2025\/2026. Pelatih asal Korea Selatan tersebut menegaskan bahwa dirinya hanya menginginkan pemain yang memiliki karakter kuat, mentalitas baja, dan kemauan besar untuk berjuang demi tim. Dikutip dari laman [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":59278,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-59277","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59277","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59277"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59277\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/59278"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59277"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59277"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59277"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}