{"id":59229,"date":"2026-06-18T16:38:07","date_gmt":"2026-06-18T16:38:07","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/18\/penjelasan-medis-fenomena-merinding-menurut-ahli-neurologi-ipb\/"},"modified":"2026-06-18T16:38:07","modified_gmt":"2026-06-18T16:38:07","slug":"penjelasan-medis-fenomena-merinding-menurut-ahli-neurologi-ipb","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/18\/penjelasan-medis-fenomena-merinding-menurut-ahli-neurologi-ipb\/","title":{"rendered":"Penjelasan Medis Fenomena Merinding Menurut Ahli Neurologi IPB"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/18\/1781800260_d41803b52dd1c02f982f.jpg\" alt=\"Penjelasan Medis Fenomena Merinding Menurut Ahli Neurologi IPB\"\/><figcaption>Ilustrasi(magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>SENSASI <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/merinding\" title=\"merinding\">merinding<\/a> sering kali dikaitkan dengan firasat atau kemampuan mendeteksi keberadaan makhluk tak kasat mata. Namun, di balik mitos yang berkembang di masyarakat, dunia medis memiliki penjelasan yang sangat logis dan terukur mengenai fenomena ini.<\/p>\n<p>Menurut <strong>dr. Yeni Quinta Mondiani<\/strong>, ahli neurologi (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/saraf\" title=\"saraf\">saraf<\/a>) sekaligus dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ipb-university\" title=\"IPB University\">IPB University<\/a>, merinding bukanlah sinyal gaib, melainkan respons biologis yang disebut sebagai <em>piloerection<\/em>.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h3>Mekanisme Pertahanan Tubuh<\/h3>\n<p>Secara medis, merinding terjadi ketika bulu-bulu halus pada kulit berdiri akibat kontraksi otot kecil di pangkal rambut. Respons ini dikendalikan oleh sistem saraf otonom, yang bekerja secara otomatis tanpa disadari oleh manusia.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/835282\/ini-gejala-anemia-yang-pengaruhi-perkembangan-saraf-dan-otak-anak\" title=\"Ini Gejala Anemia yang Pengaruhi Perkembangan Saraf dan Otak Anak\" target=\"_blank\">Ini Gejala Anemia yang Pengaruhi Perkembangan Saraf dan Otak Anak<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Merinding merupakan bagian dari mekanisme pertahanan tubuh yang diwariskan dari nenek moyang manusia. Meskipun fungsi aslinya sudah tidak terlalu relevan, jalur saraf yang mengaturnya masih aktif hingga sekarang,&#8221; jelas dr. Yeni.<\/p>\n<p>Bagian <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/otak\" title=\"otak\">otak<\/a> yang memegang peranan kunci dalam proses ini adalah <strong>amigdala<\/strong>. Sebagai pusat pengolahan emosi atau &#8220;sistem alarm&#8221; tubuh, amigdala akan memicu pelepasan adrenalin saat otak mendeteksi sesuatu yang mengejutkan, mengancam, atau bahkan mengagumkan.<\/p>\n<div style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 15px; background-color: #f9f9f9; border-radius: 5px; margin: 20px 0;\">\n<h4 style=\"margin-top: 0;\">Tabel: Pemicu Merinding dan Respons Kimia Otak<\/h4>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #e2e2e2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px; text-align: left;\">Pemicu Fenomena<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px; text-align: left;\">Zat Kimia\/Sistem yang Terlibat<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px; text-align: left;\">Keterangan<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\">Rasa Takut\/Terancam<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\">Adrenalin<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\">Respons &#8220;fight or flight&#8221; dari amigdala.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\">Momen Emosional\/Musik<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\">Dopamin<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\">Berkaitan dengan rasa senang dan penghargaan.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\">Lingkungan Baru\/Asing<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\">Sistem Saraf Otonom<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\">Otak memindai suhu, aroma, dan memori masa lalu.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<\/div>\n<h3>Mengapa Tempat Tertentu Bikin Merinding?<\/h3>\n<p>Banyak orang merasa merinding saat memasuki ruangan atau tempat tertentu. Yeni menjelaskan bahwa hal ini menunjukkan betapa peka otak manusia dalam memproses informasi lingkungan seperti perubahan suhu, cahaya, aroma, hingga suara frekuensi rendah yang mungkin tidak disadari secara sadar.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jelita\/700579\/perbanyak-konsumsi-sayur-makan-sosis-dan-daging-olahan-tingkatkan-risiko-demensia\" title=\"Perbanyak Konsumsi Sayur, Makan Sosis dan Daging Olahan Tingkatkan Risiko Demensia\" target=\"_blank\">Perbanyak Konsumsi Sayur, Makan Sosis dan Daging Olahan Tingkatkan Risiko Demensia<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Otak memang terus memindai lingkungan dan sering kali bekerja lebih cepat daripada kesadaran kita. Ini bukan berarti seseorang sedang menerima sinyal gaib,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa pada individu dengan riwayat kecemasan atau trauma, sistem alarm di otak cenderung lebih sensitif sehingga lebih mudah merinding.<\/p>\n<h3>Kapan Harus Waspada?<\/h3>\n<p>Meski umumnya merupakan fenomena normal, masyarakat diminta untuk tetap memperhatikan kondisi tubuh. Yeni mengingatkan agar segera melakukan pemeriksaan jika merinding muncul berulang kali tanpa pemicu emosional atau lingkungan yang jelas.<\/p>\n<p>Gejala tambahan yang perlu diwaspadai meliputi:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Pusing atau sakit kepala mendadak.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Jantung berdebar kencang (palpitasi).<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Keringat berlebih yang tidak wajar.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Nyeri dada atau sesak napas.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>&#8220;Merinding justru menunjukkan betapa canggihnya sistem saraf manusia dalam merespons emosi dan lingkungan sekitar, bukan tanda adanya sesuatu yang tak terlihat,&#8221; pungkasnya. (Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/902029\/penjelasan-medis-fenomena-merinding-menurut-ahli-neurologi-ipb\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(magnific) SENSASI merinding sering kali dikaitkan dengan firasat atau kemampuan mendeteksi keberadaan makhluk tak kasat mata. Namun, di balik mitos yang berkembang di masyarakat, dunia medis memiliki penjelasan yang sangat logis dan terukur mengenai fenomena ini. Menurut dr. Yeni Quinta Mondiani, ahli neurologi (saraf) sekaligus dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, merinding bukanlah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":59230,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-59229","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59229","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59229"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59229\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/59230"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59229"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59229"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59229"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}