{"id":59056,"date":"2026-06-18T08:59:08","date_gmt":"2026-06-18T08:59:08","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/18\/sri-sultan-tegaskan-pemda-diy-tak-beri-toleransi-penyimpangan-tanah\/"},"modified":"2026-06-18T08:59:08","modified_gmt":"2026-06-18T08:59:08","slug":"sri-sultan-tegaskan-pemda-diy-tak-beri-toleransi-penyimpangan-tanah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/18\/sri-sultan-tegaskan-pemda-diy-tak-beri-toleransi-penyimpangan-tanah\/","title":{"rendered":"Sri Sultan Tegaskan Pemda DIY Tak Beri Toleransi Penyimpangan Tanah"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/18\/1781772509_f966681f3a3c24c31249.jpeg\" alt=\"Sri Sultan Tegaskan Pemda DIY Tak Beri Toleransi Penyimpangan Tanah\"\/><figcaption>Sri Sultan Hamengkubuwono X saat menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (18\/6\/2026).(MI\/Agus Utantoro)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>GUBERNUR\u00a0Daerah Istimewa Yogyakarta (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/diy\" title=\"DIY\">DIY<\/a>), <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sri-sultan-hamengkubuwono-x\" title=\"Sri Sultan Hamengkubuwono X\">Sri Sultan Hamengkubuwono X<\/a>, menegaskan komitmen kuat Pemerintah Daerah DIY untuk tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk penyimpangan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pemanfaatan-tanah\" title=\"Pemanfaatan tanah\">pemanfaatan tanah<\/a> di wilayahnya. Pengelolaan tanah di DIY dinilai harus mengedepankan keseimbangan antara kepastian hukum, penghormatan hak asal-usul, dan kepentingan masyarakat luas.<\/p>\n<p>\u201cPemerintah Daerah DIY berkomitmen untuk tidak memberikan toleransi terhadap setiap bentuk penyimpangan. Langkah penegakan dilakukan melalui proses hukum dan penerapan sanksi administratif sesuai ketentuan yang berlaku,\u201d tegas Sri Sultan saat menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (18\/6).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h2>Penguatan Pencegahan dan Transparansi<\/h2>\n<p>Selain langkah represif, Sri Sultan menjelaskan bahwa Pemda DIY tengah memperkuat aspek pencegahan. Upaya ini mencakup inventarisasi pemanfaatan tanah, pengawasan sistematis, peningkatan transparansi perizinan, hingga pembinaan aparatur kalurahan agar tata kelola pertanahan lebih akuntabel.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/897171\/sri-sultan-hb-x-penghargaan-kemendagri-konfirmasi-keberhasilan-kebijakan-nyata\" title=\"Sri Sultan HB X: Penghargaan Kemendagri Konfirmasi Keberhasilan Kebijakan Nyata\" target=\"_blank\">Sri Sultan HB X: Penghargaan Kemendagri Konfirmasi Keberhasilan Kebijakan Nyata<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Langkah ini diambil mengingat masih adanya tantangan di lapangan, seperti penyalahgunaan Tanah Kas Desa (TKD) oleh oknum tertentu. Menurut Sultan, praktik tersebut tidak hanya merugikan negara dan masyarakat, tetapi juga mencederai semangat keistimewaan Yogyakarta.<\/p>\n<p>\u201cPenyimpangan ini mencederai semangat keistimewaan yang menempatkan tanah sebagai amanah yang harus dikelola secara bertanggung jawab,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<h2>Landasan Hukum UU Keistimewaan<\/h2>\n<p>Sri Sultan mengungkapkan bahwa UU Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY telah memberikan landasan hukum yang kokoh bagi pengelolaan Tanah Kasultanan, Tanah Kadipaten, maupun Tanah Kalurahan. Ia meyakini bahwa penegakan hukum harus berjalan selaras dengan pembenahan sistem.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/893642\/diy-terima-enam-sapi-kurban-bantuan-presiden-bobot-terberat-11-ton\" title=\"DIY Terima Enam Sapi Kurban Bantuan Presiden, Bobot Terberat 1,1 Ton\" target=\"_blank\">DIY Terima Enam Sapi Kurban Bantuan Presiden, Bobot Terberat 1,1 Ton<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Visi Keistimewaan:<\/strong> &#8220;Keistimewaan tidak hanya terjaga sebagai warisan sejarah, tetapi juga hadir sebagai sistem yang mampu menjamin keadilan, ketertiban, dan kemanfaatan bagi seluruh masyarakat.&#8221; &#8211; <em>Sri Sultan Hamengkubuwono X<\/em><\/p>\n<h2>Apresiasi Komisi II DPR RI<\/h2>\n<p>Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Zulfikar Arse Sadikin, menyatakan bahwa kunjungan kerja ini bertujuan memantau implementasi UUK DIY, khususnya di sektor pertanahan. Ia mengapresiasi capaian Pemda DIY dalam mengelola tanah keistimewaan.<\/p>\n<p>Zulfikar menyoroti metode penyelesaian konflik pertanahan di DIY yang unik. Menurutnya, penyelesaian sengketa tidak selalu harus berakhir di meja hijau, melainkan bisa melalui musyawarah mufakat.<\/p>\n<p>\u201cUntuk urusan pertanahan di DIY ini, tidak harus selalu penyelesaian melalui jalur hukum. Ternyata bisa dilakukan dengan musyawarah mufakat yang menghasilkan <em>win-win solution<\/em>,\u201d ujar Zulfikar.<\/p>\n<p>Ia berharap ke depan status pertanahan di DIY, baik Sultan Ground, Pakualaman Ground, maupun Tanah Kalurahan, semakin jelas sehingga potensi sengketa dapat diminimalisasi dan manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat luas. (AU\/E-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/901780\/sri-sultan-tegaskan-pemda-diy-tak-beri-toleransi-penyimpangan-tanah\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sri Sultan Hamengkubuwono X saat menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (18\/6\/2026).(MI\/Agus Utantoro) GUBERNUR\u00a0Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengkubuwono X, menegaskan komitmen kuat Pemerintah Daerah DIY untuk tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk penyimpangan pemanfaatan tanah di wilayahnya. Pengelolaan tanah di DIY dinilai harus mengedepankan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":59057,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-59056","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59056","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59056"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59056\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/59057"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59056"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59056"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59056"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}