{"id":59000,"date":"2026-06-18T06:34:45","date_gmt":"2026-06-18T06:34:45","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/18\/5-game-sega-dreamcast-terlupakan-yang-wajib-dimainkan-kembali\/"},"modified":"2026-06-18T06:34:45","modified_gmt":"2026-06-18T06:34:45","slug":"5-game-sega-dreamcast-terlupakan-yang-wajib-dimainkan-kembali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/18\/5-game-sega-dreamcast-terlupakan-yang-wajib-dimainkan-kembali\/","title":{"rendered":"5 Game Sega Dreamcast Terlupakan yang Wajib Dimainkan Kembali"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/18\/1781749311_d8b97051086bcd77cb51.jpeg\" alt=\"5 Game Sega Dreamcast Terlupakan yang Wajib Dimainkan Kembali\"\/><figcaption>Game Sega Dreamcast Terlupakan.(Dok. Yahoo Tech)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>MESKIPUN <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sega-dreamcast\" title=\"Sega Dreamcast\">Sega Dreamcast<\/a> sering dianggap sebagai produk gagal secara komersial, konsol rumahan terakhir dari Sega ini sebenarnya menyimpan perpustakaan game yang luar biasa. Di balik nama besar seperti <i>Sonic the Hedgehog<\/i> atau <i>Shenmue<\/i>, terdapat deretan &#8220;permata tersembunyi&#8221; yang sering kali terlupakan namun tetap memiliki kualitas yang bertahan hingga saat ini.<\/p>\n<p>Sayangnya, banyak dari judul ini belum mendapatkan versi <i>remaster<\/i> modern, sehingga keberadaannya mulai memudar dari ingatan kolektif para gamer. Berikut adalah lima game Sega Dreamcast yang terlupakan namun masih sangat layak untuk dimainkan kembali:<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Dirilis untuk Dreamcast pada tahun 1999, <i>Dynamite Cop<\/i> adalah penerus spiritual dari <i>Die Hard Arcade<\/i>. Game bergenre <i>beat &#8217;em up<\/i> ini membawa pemain dalam misi penyelamatan putri Presiden yang diculik oleh bajak laut modern di sebuah kapal pesiar. Dengan mekanisme pertarungan yang liar dan kemampuan menggunakan hampir semua objek di sekitar sebagai senjata, game ini menawarkan aksi oktan tinggi yang sangat seru dimainkan bersama teman dalam mode kooperatif.<\/p>\n<p>Capcom menghadirkan <i>Tech Romancer<\/i> pada tahun 2000 sebagai surat cinta bagi penggemar anime mecha. Berbeda dengan game pertarungan 3D biasa, game ini menonjolkan narasi yang kuat melalui mode cerita untuk setiap karakter.<\/p>\n<p>Meskipun memiliki visual fiksi ilmiah yang mencolok dan mekanisme pertarungan yang solid, <i>Tech Romancer<\/i> tetap menjadi salah satu judul Capcom yang paling tidak jelas dan belum pernah mendapatkan perlakuan <i>remaster<\/i> hingga saat ini.<\/p>\n<h2>3. Outtrigger<\/h2>\n<p>Sebagai pelopor fitur multipemain daring, <i>Outtrigger<\/i> (2001) adalah penembak orang ketiga yang sangat maju di masanya. Game ini menggabungkan elemen senjata konvensional dan fiksi ilmiah dalam pertempuran yang cepat dan kacau. Dengan dukungan modem bawaan Dreamcast, <i>Outtrigger<\/i> sempat menjadi primadona bagi mereka yang mencari pengalaman <i>deathmatch<\/i> yang intens, bersaing dengan judul besar seperti <i>Quake<\/i>.<\/p>\n<h2>4. Cannon Spike<\/h2>\n<p><i>Cannon Spike<\/i> adalah salah satu game paling langka di Dreamcast. Game <i>shooter<\/i> dari atas ke bawah ini menampilkan karakter ikonik Capcom seperti Cammy dan Charlie Nash dari <i>Street Fighter<\/i>, hingga Arthur dari <i>Ghosts &#8216;n Goblins<\/i>. Pendekatan <i>pick-up-and-play<\/i> yang sederhana namun menantang, terutama dalam pertempuran bos, membuat game ini menjadi koleksi yang sangat dicari oleh para kolektor retro.<\/p>\n<h2>5. Illbleed<\/h2>\n<p>Di sektor horor, <i>Illbleed<\/i> (2001) menawarkan pengalaman yang unik dan berbeda dari <i>Resident Evil<\/i>. Berlatar di sebuah taman hiburan yang ditinggalkan, pemain harus melewati berbagai jebakan mematikan yang terinspirasi dari film horor klasik. Penggunaan monitor umpan balik sensorik untuk mendeteksi jebakan memberikan elemen strategi yang jarang ditemukan pada game horor di era tersebut, menjadikannya judul <i>cult classic<\/i> yang tetap menarik untuk diulas.<\/p>\n<p><strong>Catatan Redaksi:<\/strong> Kelima game di atas membuktikan bahwa kegagalan sebuah konsol tidak selalu mencerminkan kualitas perangkat lunaknya. Bagi para pecinta retro, judul-judul ini adalah bukti kreativitas tanpa batas di akhir era 90-an. (<em>Yahoo tech\/<\/em>Z-10)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/901676\/5-game-sega-dreamcast-terlupakan-yang-wajib-dimainkan-kembali\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Game Sega Dreamcast Terlupakan.(Dok. Yahoo Tech) MESKIPUN Sega Dreamcast sering dianggap sebagai produk gagal secara komersial, konsol rumahan terakhir dari Sega ini sebenarnya menyimpan perpustakaan game yang luar biasa. Di balik nama besar seperti Sonic the Hedgehog atau Shenmue, terdapat deretan &#8220;permata tersembunyi&#8221; yang sering kali terlupakan namun tetap memiliki kualitas yang bertahan hingga saat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":59001,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-59000","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59000","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59000"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59000\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/59001"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59000"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59000"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59000"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}