{"id":58972,"date":"2026-06-18T05:22:37","date_gmt":"2026-06-18T05:22:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/18\/waspada-nyeri-pinggang-di-usia-muda-akibat-posisi-duduk-tak-ergonomis\/"},"modified":"2026-06-18T05:22:37","modified_gmt":"2026-06-18T05:22:37","slug":"waspada-nyeri-pinggang-di-usia-muda-akibat-posisi-duduk-tak-ergonomis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/18\/waspada-nyeri-pinggang-di-usia-muda-akibat-posisi-duduk-tak-ergonomis\/","title":{"rendered":"Waspada Nyeri Pinggang di Usia Muda Akibat Posisi Duduk Tak Ergonomis"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/18\/1781758704_6f98fe105719b2c81dde.jpg\" alt=\"Waspada Nyeri Pinggang di Usia Muda Akibat Posisi Duduk Tak Ergonomis\"\/><figcaption>Ilustrasi nyeri pinggang(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>NYERI pinggang atau <em>lower back pain<\/em>\u00a0kian marak ditemukan pada usia produktif akibat pola hidup dan kebiasaan kerja yang mengabaikan prinsip ergonomis. Dokter spesialis orthopaedi dan traumatologi dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Latsarizul Alfariq Senja Belantara, Sp.OT, memperingatkan bahwa akumulasi posisi tubuh yang salah dapat memicu gangguan serius pada tulang belakang.<\/p>\n<h2>Mengapa Usia Muda Rentan Terkena Nyeri Pinggang?<\/h2>\n<p>Berbeda dengan lansia yang umumnya mengalami nyeri pinggang karena faktor degeneratif atau penuaan alami, pada usia muda pemicu utamanya adalah gaya hidup. Menurut dr. Alfariq, gangguan ergonomis dalam pekerjaan maupun aktivitas fisik sehari-hari menjadi faktor dominan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Ini juga termasuk pada aktivitas fisik di rumah, sehingga kita tidak hanya melihat atau mengevaluasi itu hanya pada kantor saja. Itu berakumulasi sehingga menimbulkan gangguan pada pinggang ataupun punggungnya,&#8221; ujar dr. Alfariq dalam keterangannya di Jakarta (18\/6\/2026).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/olahraga\/855799\/jangan-langsung-beraktivitas-lakukan-rutinitas-8-menit-ini-untuk-atasi-nyeri-punggung\" title=\"Jangan Langsung Beraktivitas, Lakukan Rutinitas 8 Menit Ini untuk Atasi Nyeri Punggung\" target=\"_blank\">Jangan Langsung Beraktivitas, Lakukan Rutinitas 8 Menit Ini untuk Atasi Nyeri Punggung<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Risiko Jangka Panjang: Penuaan Dini Struktur Tulang<\/h2>\n<p>Mempertahankan posisi tubuh yang tidak ergonomis dalam waktu lama memberikan tekanan berlebih pada otot dan struktur tulang belakang. Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi ini tidak hanya menyebabkan nyeri sesaat, tetapi juga berisiko memicu proses penuaan struktur tulang belakang yang lebih cepat dari seharusnya.<\/p>\n<h2>Panduan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/posisi-duduk\" title=\"Posisi Duduk\">Posisi Duduk<\/a> Ergonomis saat Bekerja<\/h2>\n<p>Untuk meminimalisir risiko cedera dan nyeri, dr. Alfariq memberikan beberapa panduan praktis mengenai posisi kerja yang sehat:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Sejajar Pandangan Mata:<\/strong> Pastikan perangkat kerja seperti layar komputer berada sejajar dengan pandangan mata. Hal ini krusial untuk mengurangi beban pada leher dan punggung atas.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Duduk Nyaman:<\/strong> Gunakan kursi yang menopang lekukan alami tulang belakang dan pastikan posisi duduk terasa stabil.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Aturan 2 Jam:<\/strong> Jangan duduk terpaku dalam posisi yang sama selama berjam-jam. Lakukan relaksasi dan peregangan selama 5 hingga 10 menit setiap setelah 2 jam duduk.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<div style=\"background-color: #f9f9f9; border-left: 5px solid #2c3e50; padding: 15px; margin: 20px 0;\"><strong>Tips Tambahan Pencegahan Nyeri Pinggang:<\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Lakukan olahraga secara teratur untuk memperkuat otot inti (core muscles).<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Atur posisi tubuh dengan baik dalam setiap aktivitas, termasuk saat mengangkat beban atau bersantai di rumah.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Cukupi asupan nutrisi tulang, terutama <strong>kalsium, protein, dan vitamin D<\/strong>.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<\/div>\n<h2>Kapan Harus Waspada?<\/h2>\n<p>Nyeri yang muncul akibat otot yang tertekan terlalu lama harus segera direspons dengan perubahan kebiasaan. Melakukan peregangan rutin adalah kunci untuk melepaskan ketegangan otot sebelum berkembang menjadi masalah kronis yang mengganggu produktivitas di masa muda. (Ant\/H-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/901734\/waspada-nyeri-pinggang-di-usia-muda-akibat-posisi-duduk-tak-ergonomis\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi nyeri pinggang(Magnific) NYERI pinggang atau lower back pain\u00a0kian marak ditemukan pada usia produktif akibat pola hidup dan kebiasaan kerja yang mengabaikan prinsip ergonomis. Dokter spesialis orthopaedi dan traumatologi dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Latsarizul Alfariq Senja Belantara, Sp.OT, memperingatkan bahwa akumulasi posisi tubuh yang salah dapat memicu gangguan serius pada tulang belakang. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":58973,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-58972","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58972","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58972"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58972\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/58973"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58972"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58972"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58972"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}