{"id":58956,"date":"2026-06-18T04:40:42","date_gmt":"2026-06-18T04:40:42","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/18\/hotspot-melonjak-205-pemerintah-tetapkan-enam-provinsi-siaga-karhutla\/"},"modified":"2026-06-18T04:40:42","modified_gmt":"2026-06-18T04:40:42","slug":"hotspot-melonjak-205-pemerintah-tetapkan-enam-provinsi-siaga-karhutla","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/18\/hotspot-melonjak-205-pemerintah-tetapkan-enam-provinsi-siaga-karhutla\/","title":{"rendered":"Hotspot Melonjak 205, Pemerintah Tetapkan Enam Provinsi Siaga Karhutla"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/18\/1781757375_0f2a531eef9e4d014d25.jpg\" alt=\"Hotspot Melonjak 205%, Pemerintah Tetapkan Enam Provinsi Siaga Karhutla\"\/><figcaption>: Foto udara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan lahan gambut Desa Kayee Unou, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya, Aceh, Kamis (4\/6\/2026).(ANTARA FOTO\/Syifa Yulinnas\/sgd)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>JUMLAH titik panas (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/hotspot\" title=\"Hotspot\">hotspot<\/a>) kebakaran hutan dan lahan (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/karhutla\" title=\"Karhutla\">karhutla<\/a>) mencapai lebih dari 205 persen pada periode yang sama tahun lalu. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago mengatakan, berdasarkan pemantauan satelit Terra dan Aqua NASA hingga 15 Juni 2026, tercatat sebanyak 1.007 hotspot di Indonesia. Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang hanya mencapai 330 hotspot.<\/p>\n<p>&#8220;Kondisi tersebut sangat menjadi perhatian bersama karena hotspot merupakan indikator awal yang menunjukkan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan apabila tidak kita tangani dengan cepat dan tepat,&#8221; ujar Djamari dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Karhutla 2026 di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat, Kamis (18\/6).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Selain lonjakan hotspot, luas karhutla nasional hingga 31 Mei 2026 telah mencapai 81.077 hektare. Sementara itu, sepanjang 2025 luas karhutla tercatat sebesar 359.619 hektare, hanya sedikit lebih rendah dibandingkan 2024 yang mencapai 376.805 hektare.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/895738\/ratusan-titik-panas-terdeteksi-di-bangka-belitung\" title=\"Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Bangka Belitung\" target=\"_blank\">Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Bangka Belitung<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Menurut Djamari, data tersebut menunjukkan bahwa karhutla masih menjadi ancaman serius yang memerlukan kewaspadaan dan kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan.<\/p>\n<h3>El Nino\u00a0Mei-Juli<\/h3>\n<p>Pemerintah juga mewaspadai perkembangan kondisi iklim yang mengarah pada El Nino. Berdasarkan analisis terbaru BMKG, kondisi ENSO pada awal 2026 berada pada fase netral menuju El Nino, dengan indikasi mulai berkembang pada periode Mei hingga Juli 2026.<\/p>\n<p>&#8220;Fenomena El Nino berkorelasi dengan meningkatnya risiko kekeringan, menurunnya curah hujan, meningkatnya jumlah hotspot, serta meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan,&#8221; kata Djamari.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/883397\/warga-pekanbaru-diimbau-waspada-potensi-karhutla-akibat-el-nino-ekstrem\" title=\"Warga Pekanbaru Diimbau Waspada Potensi Karhutla Akibat El Nino Ekstrem\" target=\"_blank\">Warga Pekanbaru Diimbau Waspada Potensi Karhutla Akibat El Nino Ekstrem<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Untuk itu, pemerintah mengaktifkan kembali Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla Tahun 2026 guna memastikan seluruh kebijakan, sumber daya, dan langkah penanganan berjalan terpadu dari tingkat pusat hingga daerah.<\/p>\n<h3>Enam Provinsi Siaga<\/h3>\n<p>Djamari memberikan perhatian khusus kepada enam provinsi prioritas rawan karhutla, yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.\u00a0<\/p>\n<p>Keenam wilayah tersebut dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi karena dominasi lahan gambut, luas kawasan hutan dan perkebunan, serta kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran saat musim kemarau.<\/p>\n<p>Ia meminta pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta dunia usaha untuk meningkatkan kesiapsiagaan mulai saat ini.<\/p>\n<p>&#8220;Pastikan seluruh posko siaga berfungsi optimal dan laksanakan patroli terpadu secara konsisten. Perkuat sistem deteksi dini, pastikan peralatan dan personel siap operasional, serta libatkan dunia usaha dan masyarakat secara aktif,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/901722\/hotspot-melonjak-205-pemerintah-tetapkan-enam-provinsi-siaga-karhutla\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>: Foto udara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan lahan gambut Desa Kayee Unou, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya, Aceh, Kamis (4\/6\/2026).(ANTARA FOTO\/Syifa Yulinnas\/sgd) JUMLAH titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mencapai lebih dari 205 persen pada periode yang sama tahun lalu. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":58957,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-58956","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58956","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58956"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58956\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/58957"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58956"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58956"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58956"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}