{"id":58566,"date":"2026-06-17T07:29:34","date_gmt":"2026-06-17T07:29:34","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/17\/serangan-militer-as-di-pasifik-tewaskan-terduga-penyelundup-narkoba\/"},"modified":"2026-06-17T07:29:34","modified_gmt":"2026-06-17T07:29:34","slug":"serangan-militer-as-di-pasifik-tewaskan-terduga-penyelundup-narkoba","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/17\/serangan-militer-as-di-pasifik-tewaskan-terduga-penyelundup-narkoba\/","title":{"rendered":"Serangan Militer AS di Pasifik Tewaskan Terduga Penyelundup Narkoba"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/17\/1781681309_ec1e803d2bbb2f26d05e.jpg\" alt=\"Serangan Militer AS di Pasifik Tewaskan Terduga Penyelundup Narkoba\"\/><figcaption>Kapal terduga penyelundup narkoba.(Dok Komando Selatan AS)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>SERANGAN militer Amerika Serikat (AS) di Samudra Pasifik bagian timur pada Selasa (16\/6) waktu setempat menargetkan\u00a0kapal yang dicurigai melakukan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/penyelundupan-narkoba\" title=\"penyelundupan narkoba\">penyelundupan narkoba<\/a>. Insiden ini mengakibatkan satu orang tewas dan dua lainnya selamat.<\/p>\n<p>Operasi ini merupakan kelanjutan dari kampanye berbulan-bulan pemerintahan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/donald-trump\" title=\"Donald Trump\">Donald Trump<\/a> terhadap pihak yang mereka sebut sebagai penyelundup narkoba di Amerika Latin. Dengan insiden terbaru ini, total korban tewas akibat serangan kapal militer AS melonjak menjadi sedikitnya 208 orang sejak operasi melawan narkoteroris\u00a0dimulai pada awal September lalu.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h2>Klaim tanpa Bukti dan Kritik Legalitas<\/h2>\n<p>Komando Selatan AS (US\u00a0Southern Command) menegaskan bahwa target serangan ialah terduga pengedar narkoba yang beroperasi di rute penyelundupan mapan. Namun, pihak militer hingga kini belum memberikan bukti konkret yang menunjukkan bahwa kapal tersebut benar-benar mengangkut obat-obatan terlarang. Rekaman yang beredar di platform X memperlihatkan kapal yang sedang melaju sebelum akhirnya dihantam ledakan dan dilalap api.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/894547\/2-orang-tewas-saat-as-bom-kapal-diduga-penyelundup-narkoba-di-pasifik\" title=\"2 Orang Tewas saat AS Bom Kapal Diduga Penyelundup Narkoba di Pasifik\" target=\"_blank\">2 Orang Tewas saat AS Bom Kapal Diduga Penyelundup Narkoba di Pasifik<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Presiden Donald Trump menyatakan bahwa AS saat ini berada dalam konflik bersenjata\u00a0dengan kartel-kartel di Amerika Latin. Ia membenarkan serangan tersebut sebagai eskalasi yang diperlukan untuk membendung aliran narkoba ke Amerika Serikat\u00a0yang memicu krisis overdosis fatal bagi warga Amerika.<\/p>\n<p>Meski demikian, para kritikus mempertanyakan legalitas dan efektivitas serangan laut ini. Mereka menyoroti fakta bahwa <em>fentanyl<\/em>&#8211;penyebab utama banyak kasus overdosis&#8211;biasanya diselundupkan ke AS melalui jalur darat dari Meksiko, bukan melalui rute laut di Pasifik Timur.<\/p>\n<p><strong>Sorotan Hukum:<\/strong> Pakar hukum militer dan beberapa anggota parlemen dari Partai Demokrat menyatakan keprihatinan mendalam. Salah satu insiden yang disorot adalah serangan pada awal September membuat\u00a0dua penyintas yang sedang berpegangan pada puing-puing kapal justru diserang kembali hingga tewas. Gedung Putih mengeklaim serangan kedua itu adalah bentuk pertahanan diri. Namun para ahli hukum menilai pembunuhan penyintas adalah tindakan ilegal dalam situasi apa pun.<\/p>\n<h2>Investigasi Internal Pentagon<\/h2>\n<p>Menanggapi kontroversi yang terus berkembang, pengawas internal Pentagon pada Mei lalu mengumumkan rencana untuk menyelidiki apakah militer AS telah mengikuti kerangka penargetan yang ditetapkan saat melakukan serangan-serangan tersebut.<\/p>\n<p>Kantor Inspektur Jenderal menyatakan bahwa evaluasi akan difokuskan secara spesifik pada apa yang dikenal sebagai Siklus Penargetan Bersama enam fase\u00a0(<em>six-phase Joint Targeting Cycle<\/em>). Namun, investigasi ini tidak akan menyentuh aspek legalitas serangan tersebut secara keseluruhan di bawah hukum internasional.<\/p>\n<p>Hingga berita ini diturunkan, Komando Selatan AS menyatakan telah memberi tahu Penjaga Pantai AS (US\u00a0Coast Guard) untuk mengaktifkan sistem pencarian dan penyelamatan bagi para penyintas dalam insiden terbaru di Pasifik tersebut. (The Independent\/I-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/901390\/serangan-militer-as-di-pasifik-tewaskan-terduga-penyelundup-narkoba\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kapal terduga penyelundup narkoba.(Dok Komando Selatan AS) SERANGAN militer Amerika Serikat (AS) di Samudra Pasifik bagian timur pada Selasa (16\/6) waktu setempat menargetkan\u00a0kapal yang dicurigai melakukan penyelundupan narkoba. Insiden ini mengakibatkan satu orang tewas dan dua lainnya selamat. Operasi ini merupakan kelanjutan dari kampanye berbulan-bulan pemerintahan Donald Trump terhadap pihak yang mereka sebut sebagai penyelundup [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":58567,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-58566","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58566","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58566"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58566\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/58567"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58566"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58566"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58566"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}